Syaikh Shaduq ra meriwayatkan dari Imam Ridha as dengan sanad mu’tabar, dari kakek-kakek beliau as, dari Amirul Mukminin as bahwa Rasulullah SAWW berkhotbah pada suatu hari seraya bersabda, “Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan ampunan; sebaik-baik bulan di sisi Allah; hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama, dan saat-saatnya adalah saat-saat yang paling utama; sebuah bulan yang kalian telah diundang untuk menghadiri jamuan Allah, dan di bulan ini, kalian telah dijadikan orang-orang yang berhak mendapatkan karunia Allah. Nafas-nafas kalian di dalamnya adalah tasbih, tidur kalian adalah ibadah, setiap amalan kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan. Maka, mohonlah kepada Allah, Tuhan kalian dengan niat yang jujur dan kalbu yang bersih agar Ia memberikan taufik kepada kalian untuk menjalankan puasa dan membaca al-Kitab-Nya; karena orang yang celaka adalah orang yang terhalangi dari ampunan Allah pada bulan yang agung ini; ingatlah dengan rasa lapar dan dahaga kalian pada bulan ini rasa lapar dan dahaga hari kiamat, bersedekahlah kepada orang-orang fakir dan miskin kalian, hormatilah orang-orang yang lebih tua dari kalian, kasihanilah anak-anak kecil, sambunglah silaturahmi kalian, jagalah lidah kalian, jagalah mata kalian hingga tidak melihat apa yang dilarang, jagalah telinga kalian hingga tidak mendengarkan apa yang tidak diperbolehkan, berbelas-kasihlah kepada anak-anak yatim agar Allah berbelas-kasih kepada kalian, bertaubatlah kepada-Nya dari dosa-dosa kalian, angkatlah tangan kalian untuk berdoa di waktu-waktu shalat kalian; karena waktu-waktu itu adalah waktu yang paling utama; Allah akan melihat para hamba-Nya pada waktu itu dengan rahmat, menjawab mereka jika bermunajat kepada-Nya, memenuhi (panggilan) mereka jika memanggil-Nya, dan mengabulkan doa mereka jika memohon kepada-Nya.
Wahai manusia, sesungguhnya diri kalian terikat oleh amal-amal kalian. Maka, bebaskanlah ia dengan istighfar kalian; dan pundak kalian dibebani oleh dosa-dosa, maka ringankanlah dosa-dosa itu dengan panjangnya sujud kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah SWT telah bersumpah demi kemuliaan-Nya untuk tidak menyiksa orang-orang yang melakukan shalat dan bersujud, dan tidak menakut-nakuti mereka dengan api neraka ketika semua manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.
Wahai manusia, barangsiapa memberikan makanan untuk berbuka puasa kepada seorang mukmin yang sedang berpuasa pada bulan ini, pahala itu semua adalah membebaskan budak dan pengampunan baginya terhadap dosa-dosanya yang telah berlalu.”
Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidak semua dari kami yang mampu untuk melakukan hal itu!”
Beliau bersabada, “Cegahlah api neraka dari diri kalian walaupun dengan sekerat kurma dan dengan seteguk air. Karena Allah SWT akan menganugrahkan pahala tersebut bagi orang yang melakukan amalan yang sepele ini jika tidak mampu lebih dari itu.
Wahai manusia, barangsiapa memperbaiki akhlaknya pada bulan ini, ia akan dapat melintasi Shirat (jembatan akhirat dengan mudah) ketika semua kaki tergelincir pada waktu itu; barangsiapa memperingan beban hamba sahayanya (baca : pembantunya) pada bulan ini, maka Allah akan memperingan hisab (amal)nya; barangsiapa mencegah berbuat keburukan (kepada orang lain), Allah akan mencegah kemurkaan-Nya kepadanya ketika ia berjumpa dengan-Nya; barangsiapa menghormati seorang anak yatim, maka Allah akan menghormatinya ketika ia berjumpa dengan-Nya; barangsiapa menyambung tali silaturahmi pada bulan ini, maka Allah akan mengucurkan rahmat-Nya kepadanya ketika ia berjumpa dengan-Nya; barangsiapa memutuskan tali silaturahminya pada bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya ketika ia bertemu dengan-Nya; barangsiapa malakukan shalat sunnah pada bulan ini, maka Allah akan menetapkan ia bebas dari api neraka; barangsiapa mengerjakan sebuah kewajiban pada bulan ini, niscaya ia akan mendapatkan pahala orang yang melaksanakan tujuh puluh kewajiban di bulan lain; barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku pada bulan ini, maka Allah akan memperberat timbangannya ketika semua timbangan meringan; barangsiapa membaca satu ayat Al-Qur’an pada bulan ini, ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan lainnya.
Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga terbuka pada bulan ini; maka, mohonlah kepada Allah, Tuhan kalian agar tidak menutupnya, dan pintu-pintu neraka tertutup; maka, mintalah kepada Tuhan kalian agar tidak membukanya, serta tangan-tangan setan terbelenggu; maka, mohonlah kepada Tuhan kalian agar ia tidak menguasai kalian ....”
Syaikh Shaduq meriwayatkan bahwa ketika bulan Ramadhan tiba, Rasulullah saw membebaskan setiap tawanan dan memberikan (permintaan) setiap peminta.
Penulis berkata, “Bulan Ramadhan adalah bulan Tuhan semesta alam dan bulan yang paling mulia. Sebuah bulan yang di dalamnya pintu-pintu langit, surga, dan rahmat dibuka (lebar-lebar) dan pintu-pintu neraka ditutup (rapat-rapat). Di dalam bulan ini terdapat sebuah malam yang ibadah pada malam itu lebih baik dari ibadah seribu bulan. Oleh karena itu, pikirkanlah bagaimanakah kita akan menjalani malam dan harinya, dan bagaimana kita akan menjaga anggota badan kita dari maksiat kepada Tuhan kita. Jangan sampai kita tidur lelap di malam harinya dan melupakan Allah di siang harinya. Sesungguhnya dalam sebuah hadis disebutkan bahwa di akhir setiap hari selama bulan Ramadhan ketika saat berbuka puasa tiba, Allah Ta’ala akan membebaskan ribuan orang dari api Jahanam. Ketika malam dan siang hari Jumat tiba, pada setiap saatnya Allah akan membebaskan ribuan orang yang telah wajib mendapatkan siksa dari api neraka, dan di malam dan siang terakhir bulan Ramadhan Allah akan membebaskan (orang-orang dari api neraka) sejumlah hamba yang telah dibebaskan selama bulan itu. Oleh karena itu, jangan sampai bulan Ramadhan berlalu sedangkan dosa kita masih belum diampuni dan ketika orang-orang yang berpuasa sedang menerima pahala masing-masing, kita termasuk di antara orang-orang yang merugi. Dekatkanlah diri kita kepada Allah SWT dengan membaca Al-Qur’an pada malam dan siang harinya, mengerjakan shalat, dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah, mengerjakan shalat di waktu fadhilahnya, memperbanyak istighfar dan doa.
Diriwayatkan dari Imam ash-Shadiq as, ‘Barangsiapa tidak diampuni (dosanya) di bulan Ramadhan, maka ia tidak akan diampuni hingga tahun depan kecuali jika ia menghadiri Arafah.’
Hindarkanlah diri kita dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan berbuka puasa dengan makanan haram dan berperilakulah sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh Imam ash-Shadiq as. Beliau berkata, ‘Ketika engkau berpuasa, hendaknya telinga, mata, rambut, kulit, dan seluruh anggota badanmu juga berpuasa.’ Yaitu, mencegah diri dari hal-hal yang diharamkan, bahkan dari hal-hal yang makruh. Beliau juga berkata, ‘Jangan sampai hari berpuasamu seperti saat berbuka puasamu.’ Beliau juga berkata, ‘Berpuasa bukan sekedar menahan diri dari makan dan minum. Bahkan, di siang hari jagalah lidah kalian dari berkata bohong, hindarkanlah pandangan kalian dari hal-hal yang haram, janganlah bertikai dengan sesama kalian, jauhkanlah rasa iri hati, janganlah menggunjing, janganlah berdebat, janganlah bersumpah bohong, bahkan janganlah bersumpah meskipun benar, janganlah mencerca, janganlah mengejek, janganlah berbuat lalim, janganlah berbuat tolol, berlapang dadalah, janganlah lupa kepada Allah dan shalat, diamlah dari membicarakan apa yang tidak pantas diucapkan, bersabarlah, berbuat jujurlah, jauhilah orang-orang jahat, hindarilah perkataan jelek, berbohong, berdusta, bermusuhan dengan manusia, berprasangka jelek, menggunjing, dan mengadu-domba, yakinlah bahwa kalian telah mendekati akhirat, tunggulah kemunculan al-Qâ`im keluarga Muhammad, harapkanlah pahala akhirat, dan persiapkanlah bekal amal saleh untuk perjalanan akhirat. Tenangkanlah hati kalian, tenangkanlah anggota tubuh kalian, bersikaplah rendah hati, khusyuk, dan hina seperti seorang hamba yang takut kepada tuannya, takutlah kepada siksa Allah, berharaplah akan rahmat-Nya, sucikanlah hati kalian dari cela dan batin kalian dari tipu-daya dan makar, bersihkan badan kalian dari segala kotoran, bebaskan diri kalian dari selain Allah dan ketika berpuasa, murnikanlah wilâyah kalian hanya untuk-Nya, janganlah kalian lakukan apa yang Allah telah melarang kalian untuk melakukannya, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, takutlah kepada Allah Yang Maha Perkasa berkenaan dengan apa yang pantas bagi-Nya untuk ditakuti, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, hadiahkanlah ruh dan badan kalian kepada Allah Azza Wajalla di hari-hari puasa kalian ini, kosongkan hati kalian hanya demi kecintaan kepada-Nya dan mengingat-Nya, dan gunakan tubuh kalian untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kalian. Jika kalian telah melakukan semua itu, berarti kalian telah melaksanakan apa yang layak bagi kewajiban puasa dan menaati perintah-perintah Allah, dan jika kalian lengah dalam melakukan apa yang telah kujelaskan itu, keutamaan dan pahala kalian akan berkurang sesuai dengan kadar kelengahan kalian. Sesungguhnya ayahku berkata, ‘Rasulullah saw pernah mendengar seorang wanita mencerca sahayanya di siang hari bulan puasa. Beliau meminta makanan (dari orang yang hadir waktu itu) dan berkata kepada wanita itu, ‘Makanlah!’ ‘Aku sedang berpuasa’, jawabnya. Beliau bersabda, ‘Bagaimana mungkin engkau berpuasa sedangkan engkau telah mencerca sahayamu? Berpuasa bukanlah sekedar menahan diri dari makan dan minum. Sesungguhnya Allah telah menjadikan puasa sebagai tabir dari seluruh keburukan, perilaku buruk, dan ucapan jelek. Alangkah sedikitnya orang-orang yang berpuasa dan alangkah banyaknya orang-orang yang hanya merasakan lapar.’
Amirul Mukminin as berkata, ‘Alangkah banyaknya orang berpuasa yang tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa haus dan lapar, dan alangkah banyaknya orang beribadah yang tidak mendapatkan dari ibadahnya kecuali kelelahan. Sungguh alangkah baiknya tidurnya orang-orang yang berakal, karena hal itu lebih utama dari ibadah orang-orang yang dungu dan alangkah baiknya tidak berpuasanya orang-orang yang berakal, karena hal itu lebih utama dari berpuasanya orang-orang yang tolol.’
Telah diriwayatkan dari Jabir bin Yazid, dari Imam Muhammad al-Baqir as bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Jabir bin Abdillah, ‘Wahai Jabir, ini adalah bulan Ramadhan. Barangsiapa berpuasa di siang harinya, beribadah di sebagian malamnya, mencegah perut dan kemaluannya dari hal-hal yang telah diharamkan, dan menjaga mulutnya, ia akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana ia keluar dari bulan ini.’
Jabir berkta, ‘Alangkah bagusnya hadis yang telah Anda sabdakan itu!’
‘Alangkah beratnya persyaratan (amalan) yang telah kusebutkan itu’, Rasulullah SAWW menimpali.”
Amalan-amalan bulan ini akan dijelaskan dalam dua bagian dan satu penutup.
Bagian Pertama: Amalan Umum Bulan Ramadhan
Amalan umum ini terbagi dalam empat bagian:
a. Amalan yang Dilakukan pada Siang dan Malam Ramadhan
Sayid Ibn Thawus ra meriwayatkan dari Imam al-Baqir dan Imam ash-Shadiq as, “Bacalah (doa ini) setelah mengerjakan shalat wajib dari awal hingga akhir Ramadhan.”
Çóááøóåõãøó ÇÑúÒõÞúäöíú ÍóÌøó ÈóíúÊößó ÇáúÍóÑóÇãö Ýöíú
ÚóÇãöíú åóÐóÇ æó Ýöíú ßõáøö ÚóÇãò ãóÇ ÃóÈúÞóíúÊóäöíú Ýöíú íõÓúÑò ãöäúßó æó
ÚóÇÝöíóÉò æó ÓóÚóÉö ÑöÒúÞò¡ æó áÇó ÊõÎúáöäöíú ãöäú Êöáúßó ÇáúãóæóÇÞöÝö ÇáúßóÑöíúãóÉö
æó ÇáúãóÔóÇåöÏö ÇáÔøóÑöíúÝóÉö æó ÒöíóÇÑóÉö ÞóÈúÑö äóÈöíøößó ÕóáóæóÇÊõßó Úóáóíúåö
æó Âáöåö æó Ýöíú ÌóãöíúÚö ÍóæóÇÆöÌö ÇáÏøõäúíóÇ æó ÇáúÂÎöÑóÉö¡ Ýóßõäú áöíú¡ Çóááøóåõãøó
Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÝöíúãóÇ ÊóÞúÖöíú æó ÊõÞóÏøöÑõ ãöäó ÇáúÃóãúÑö ÇáúãóÍúÊõæúãö
Ýöíú áóíúáóÉö ÇáúÞóÏúÑö ãöäó ÇáúÞóÖóÇÁö ÇáøóÐöíú áÇó íõÑóÏøõ æó áÇó íõÈóÏøóáõ
Ãóäú ÊóßúÊõÈóäöíú ãöäú ÍõÌøóÇÌö ÈóíúÊößó ÇáúÍóÑóÇãö ÇáúãóÈúÑõæúÑö ÍóÌøõåõãú
ÇáúãóÔúßõæúÑö ÓóÚúíõåõãú ÇáúãóÛúÝõæúÑö ÐõäõæúÈõåõãú ÇáúãõßóÝøóÑö Úóäúåõãú
ÓóíøöÆóÇÊõåõãú¡ æó ÇÌúÚóáú ÝöíúãóÇ ÊóÞúÖöíú æó ÊõÞóÏøöÑõ Ãóäú ÊõØöíúáó ÚõãõÑöíú
(Ýöíú ØóÇÚóÊößó) æó ÊõæóÓøöÚó Úóáóíøó ÑöÒúÞöíú æó ÊõÄóÏøöíó Úóäøöíú ÃóãóÇäóÊöíú
æó Ïóíúäöíú¡ Âãöíúäó ÑóÈøó ÇáúÚóÇáóãöíúäó
Ya Allah, anugrahkanlah padaku untuk melaksanakan haji ke rumah-Mu yang mulia di tahunku ini dan di setiap tahun selama Engkau menghidupkanku dalam kemudahan dari-Mu, ‘afiat, dan kelapangan rezeki dan jangan Kau campakkan aku dari tempat-tempat dan makam-makam mulia itu, serta dari menziarahi kubur Nabi-Mu, semoga shalawat-Mu selalu terlimpahkan atasnya dan keluarganya, dan bantulah aku dalam (menggapai) hajat dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu berkenaan dengan ketentuan pasti yang akan Kau tentukan dan pastikan (bagiku) di malam Lailatul Qadr, qadha yang tidak dapat ditolak dan dirubah agar Kau menulis namaku di antara para peziarah rumah-Mu yang suci yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, dan yang ditutupi kejelekan-kejelekan mereka, dan tentukanlah di antara kententuan yang akan Kau tentukan dan pastikan hendaknya Kau mepanjangkan umurku (dalam ketaatan kepada-Mu), melapangkan rezekiku, dan memenuhi bagiku amanah dan utang-utangku. Amin, Robbal ‘alamin.
Bacalah (doa berikut ini) setelah mengerjakan shalat wajib.
íóÇ Úóáöíøõ íóÇ ÚóÙöíúãõ íóÇ ÛóÝõæúÑõ íóÇ ÑóÍöíúãõ¡ ÃóäúÊó
ÇáÑøóÈøõ ÇáúÚóÙöíãõ ÇáøóÐöíú áóíúÓó ßóãöËúáöåö ÔóíúÆñ¡ æó åõæó ÇáÓøóãöíúÚõ ÇáúÈóÕöíúÑõ¡
æó åóÐóÇ ÔóåúÑñ ÚóÙøóãúÊóåõ æó ßóÑøóãúÊóåõ æó ÔóÑøóÝúÊóåõ æó ÝóÖøóáúÊóåõ Úóáóì
ÇáÔøõåõæúÑö æó åõæó ÇáÔøóåúÑõ ÇáøóÐöíú ÝóÑóÖúÊó ÕöíóÇãóåõ Úóáóíøó¡ æó åõæó
ÔóåúÑõ ÑóãóÖóÇäó ÇáøóÐöíú ÃóäúÒóáúÊó Ýöíúåö ÇáúÞõÑúÂäó åõÏðì áöáäøóÇÓö æó
ÈóíøöäóÇÊò ãöäó ÇáúåõÏóì æó ÇáúÝõÑúÞóÇäö æó ÌóÚóáúÊó Ýöíúåö áóíúáóÉó ÇáúÞóÏúÑö
æó ÌóÚóáúÊóåóÇ ÎóíúÑðÇ ãöäú ÃóáúÝö ÔóåúÑò¡ ÝóíóÇ ÐóÇ Çáúãóäøö æó áÇó íõãóäøõ
Úóáóíúßó ãõäøó Úóáóíøó ÈöÝóßóÇßö ÑóÞóÈóÊöíú ãöäó ÇáäøóÇÑö Ýöíúãóäú Êóãõäøõ
Úóáóíúåö¡ æó ÃóÏúÎöáúäöí ÇáúÌóäøóÉó¡ ÈöÑóÍúãóÊößó íóÇ ÃóÑúÍóãó ÇáÑøóÇÍöãöíúäóþ
Wahai Yang Maha Tinggi, wahai Yang Maha Agung, wahai Yang Maha Pengampun, wahai Yang Maha Pengasih, Engkaulah Tuhan Yang Maha Agung yang tak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya, dan Ia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Ini adalah sebuah bulan yang telah Kau agungkan, muliakan, dan utamakan atas bulan-bulan yang lain. Ia adalah bulan yang telah Kau wajibkan bagiku berpuasa di dalamnya. Ia adalah bulan Ramadhan yang telah Kau turunkan Al-Qur’an di dalamnya sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas bagi petunjuk dan jalan pemisah (hak dan batil) dan di dalamnya Kau tentukan malam Lailatul Qadr serta menjadikannya lebih baik dari seribu bulan. Maka, wahai Pemilik anugrah yang Engkau yang tak pernah diberi anugrah, anugrahkanlah padaku kebebasanku dari api neraka di antara orang-orang yang Kau curahkan anugrah pada mereka dan masukkanlah aku ke surga demi rahmat-Mu, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.
Syaikh al-Kaf’ami dalam kitab al-Mishbâh dan al-Balad al-Amîn serta Syaikh Syahid dalam kumpulan doanya meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca doa ini di bulan Ramadhan setiap setelah mengerjakan shalat wajib, Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya hingga hari kiamat.” Doa itu adalah sebagai berikut:
Çóááøóåõãøó ÃóÏúÎöáú Úóáóì Ãóåúáö ÇáúÞõÈõæúÑö ÇáÓøõÑõæúÑó¡
Çóááøóåõãøó ÃóÛúäö ßõáøó ÝóÞöíúÑò¡ Çóááøóåõãøó ÃóÔúÈöÚú ßõáøó ÌóÇÆöÚò¡ Çóááøóåõãøó
ÇßúÓõ ßõáøó ÚõÑúíóÇäò¡ Çóááøóåõãøó ÇÞúÖö Ïóíúäó ßõáøö ãóÏöíúäò¡ Çóááøóåõãøó
ÝóÑøöÌú Úóäú ßõáøö ãóßúÑõæúÈò¡ Çóááøóåõãøó ÑõÏøó ßõáøó ÛóÑöíúÈò¡ Çóááøóåõãøó
Ýõßøó ßõáøó ÃóÓöíúÑò¡ Çóááøóåõãøó ÃóÕúáöÍú ßõáøó ÝóÇÓöÏò ãöäú ÃõãõæúÑö
ÇáúãõÓúáöãöíúäó¡ Çóááøóåõãøó ÇÔúÝö ßõáøó ãóÑöíúÖò¡ Çóááøóåõãøó ÓõÏøó ÝóÞúÑóäóÇ
ÈöÛöäóÇßó¡ Çóááøóåõãøó ÛóíøöÑú ÓõæúÁó ÍóÇáöäóÇ ÈöÍõÓúäö ÍóÇáößó¡ Çóááøóåõãøó
ÇÞúÖö ÚóäøóÇ ÇáÏøóíúäó æó ÃóÛúäöäóÇ ãöäó ÇáúÝóÞúÑö¡ Åöäøóßó Úóáóì ßõáøö ÔóíúÆò
ÞóÏöíúÑñ
Ya Allah, masukkanlah ke (dalam hati) para penghuni kubur kebahagian. Ya Allah, kayakanlah setiap yang fakir. Ya Allah, kenyangkanlah setiap yang lapar. Ya Allah, berikanlah pakaian kepada setiap orang yang telanjang. Ya Allah, penuhilah utang setiap orang yang memiliki utang. Ya Allah, bahagiakanlah setiap yang tertimpa kesusahan. Ya Allah, kembalikanlah setiap orang kembalikanlah setiap orang yang terasing. Ya Allah, bebaskanlah setiap tawanan. Ya Allah, perbaikilah setiap urusan Muslimin yang rusak. Ya Allah, sembuhkanlah setiap orang yang sakit. Ya Allah, tutupilah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu. Ya Allah, rubahlah kondisi buruk kami dengan kebaikan kondisi-Mu (baca : sifat-Mu). Ya Allah, penuhilah utang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Syaikh al-Kulaini meriwayatkan dari Abu Bashir bahwa Imam ash-Shadiq as selalu membaca doa (berikut) ini pada bulan Ramadhan.
Çóááøóåõãøó Åöäøöíú Èößó æó ãöäúßó ÃóØúáõÈõ ÍóÇÌóÊöíú¡ æó
ãóäú ØóáóÈó ÍóÇÌóÉð Åöáóì ÇáäøóÇÓö ÝóÅöäøöíú áÇó ÃóØúáõÈõ ÍóÇÌóÊöíú ÅöáÇøó
ãöäúßó æóÍúÏóßó áÇó ÔóÑöíúßó áóßó¡ æó ÃóÓúÃóáõßó ÈöÝóÖúáößó æó ÑöÖúæóÇäößó Ãóäú
ÊõÕóáøöíó Úóáóì ãõÍóãøóÏò æó Ãóåúáö ÈóíúÊöåö æó Ãóäú ÊóÌúÚóáó áöíú Ýöíú ÚóÇãöíú
åóÐóÇ Åöáóì ÈóíúÊößó ÇáúÍóÑóÇãö ÓóÈöíúáÇð ÍöÌøóÉð ãóÈúÑõæúÑóÉð ãõÊóÞóÈøóáóÉð
ÒóÇßöíóÉð ÎóÇáöÕóÉð áóßó ÊóÞóÑøõ ÈöåóÇ Úóíúäöíú æó ÊóÑúÝóÚõ ÈöåóÇ ÏóÑóÌóÊöíú¡
æó ÊóÑúÒõÞóäöíú Ãóäú ÃóÛõÖøó ÈóÕóÑöíú æó Ãóäú ÃóÍúÝóÙó ÝóÑúÌöíú æó Ãóäú ÃóßõÝøó
ÈöåóÇ Úóäú ÌóãöíúÚö ãóÍóÇÑöãößó ÍóÊøóì áÇó íóßõæúäó ÔóíúÆñ ÂËóÑó ÚöäúÏöíú ãöäú
ØóÇÚóÊößó æó ÎóÔúíóÊößó æó ÇáúÚóãóáö ÈöãóÇ ÃóÍúÈóÈúÊó æó ÇáÊøóÑúßö áöãóÇ ßóÑöåúÊó
æó äóåóíúÊó Úóäúåõ¡ æó ÇÌúÚóáú Ðóáößó Ýöíú íõÓúÑò æó íóÓóÇÑò æó ÚóÇÝöíóÉò æó ãóÇ
ÃóäúÚóãúÊó Èöåö Úóáóíøó¡ æó ÃóÓúÃóáõßó Ãóäú ÊóÌúÚóáó æóÝóÇÊöíú ÞóÊúáÇð Ýöíú
ÓóÈöíúáößó ÊóÍúÊó ÑóÇíóÉö äóÈöíøößó ãóÚó ÃóæúáöíóÇÆößó¡ æó ÃóÓúÃóáõßó Ãóäú
ÊóÞúÊõáó Èöíú ÃóÚúÏóÇÁóßó æó ÃóÚúÏóÇÁó ÑóÓõæúáößó¡ æó ÃóÓúÃóáõßó Ãóäú
ÊõßúÑöãóäöíú ÈöåóæóÇäö ãóäú ÔöÆúÊó ãöäú ÎóáúÞößó æó áÇó Êõåöäøöíú ÈößóÑóÇãóÉö
ÃóÍóÏò ãöäú ÃóæúáöíóÇÆößó¡ Çóááøóåõãøó ÇÌúÚóáú áöíú ãóÚó ÇáÑøóÓõæúáö ÓóÈöíúáÇð
ÍóÓúÈöíó Çóááåõ ãóÇ ÔóÇÁó Çóááåõþ
Ya Allah, dengan (perantara)-Mu dan dari-Mu aku memohon hajatku, dan barangsiapa meminta suatu hajat kepada manusia, aku tidak akan meminta hajatku kecuali dari-Mu seorang, tiada sekutu bagi-Mu. Aku mohon kepada-Mu demi karunia dan keridhaan-Mu agar Kau mencurahkan shalawat atas Muhammad dan Ahlulbaitnya, melapangkan bagiku di tahunku ini jalan menuju rumah-Mu yang suci sebagai haji yang mabrur, diterima, suci dan murni hanya untuk-Mu, serta dengannya aku merasa bahagia dan dengannya Kau angkat derajatku dan mencurahkan anugrah padaku untuk menutup mataku, menjaga kemaluanku, dan mencegahnya dari segala yang Kau haramkan sehingga tidak ada sesuatu yang lebih penting bagiku dari ketaatan pada-Mu, ketakutan pada-Mu, mengamalkan segala yang Kau senangi, dan meninggalkan segala yang Kau benci dan larang, dan jadikanlah semua itu dan segala yang telah Kau curahkan atas diriku mudah, gampang, dan penuh dengan keselamatan. Dan aku memohon kepada-Mu agar Kau menjadikan kematianku keterbunuhan di jalan-Mu di bawah bendera Nabi-Mu bersama para kekasih-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar Kau memusnahkan dengan perantaraku musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh Rasul-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar Kau memuliakanku dengan Engkau menghinakan makhluk-Mu yang Kau kehendaki dan jangan Kau hinakan daku dengan kemuliaan salah seorang dari para kekasih-Mu. Ya Allah, anugrahkan padaku jalan bersama Rasul. Cukuplah Allah bagiku, segala yang dikehendaki Allah (adalah sangat baik).
Penulis berkata, “Doa ini dikenal dengan nama doa haji. Dalam kitab Iqbâl al-A’mâl, Sayid Ibn Thawus meriwayatkan dari Imam ash-Shadiq as bahwa doa ini dibaca di setiap malam bulan Ramadhan setelah shalat Maghrib. Dalam kitab al-Balad al-Amîn, al-Kaf’ami mengatakan bahwa disunnahkan membacanya di setiap hari bulan Ramadhan dan di malam pertama. Sementara itu, Syaikh Mufid dalam kitab al-Muqni’ah berpendapat doa itu dibaca pada malam pertama (bulan Ramadhan) saja setelah melaksanakan shalat Maghrib.
Ketahuilah bahwa amalan paling utama pada siang dan malam hari bulan Ramadhan adalah membaca Al-Qur’an. Dan kita harus membacanya sebanyak mungkin, karena Al-Qur’an turun pada bulan ini. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa segala sesuatu memiliki musim semi, dan musim semi Al-Qur’an adalah bulan Ramadahan. Jika di bulan-bulan lain disunnahkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam waktu minimal enam hari, di bulan Ramadhan ini disunnahkan untuk mengkhatamkannya sekali dalam waktu tiga hari. Dan jika kita dapat mengkhatamkannya dalam sehari sekali, itu sangat bagus. Allamah al-Majlisi ra berkata, ‘Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebagian para imam ma’shum as sering mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan ini sebanyak empat puluh kali atau lebih. Jika pahala setiap khataman Al-Qur’an itu dihadiahkan kepada arwah salah satu dari empat belas ma’shum as, pahalanya akan berlipat ganda.’ Dari sebuah hadis dapat dipahami bahwa pahala orang yang berbuat demikian adalah ia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat.
Pada bulan ini, seyogyanya kita memperbanyak doa, shalawat, dan istighfar, serta membaca kalimat lâ ilâha illallôh. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika bulan Ramadhan tiba, Imam Zainul Abidin as tidak pernah berbicara kecuali berdoa, bertasbih, beristighfar, dan bertakbir.
Hendaknya kita lebih memperhatikan ibadah dan shalat-shalat sunnah malam dan siang hari (bulan ini).”
b. Amalan yang Dilakukan pada Malam Ramadhan
Amalan-amalan itu adalah sebagai berikut:
Pertama, berbuka puasa. Disunnahkan berbuka puasa setelah mengerjakan shalat Maghirb dan Isya’ kecuali badan kita sangat lemah atau ada orang yang sedang menunggu (untuk berbuka puasa bersama).
Kedua, berbuka puasa dengan makanan yang bersih dari barang haram dan syubhat. Yang lebih baik adalah berbuka puasa dengan kurma yang halal sehingga pahala shalatnya menjadi empat ratus kali lipat. Jika kita berbuka puasa dengan kurma dan air putih, kurma ruthab, susu, manisan, atau air hangat, hal itu juga sangat baik.
Ketiga, membaca doa sebelum berbuka puasa sehingga Allah menganugrahkan kepada kita pahala (sebanyak) orang yang berpuasa pada hari itu, seperti:
Çóááøóåõãøó áóßó ÕõãúÊõ æó Úóáóì ÑöÒúÞößó ÃóÝúØóÑúÊõ æó
Úóáóíúßó ÊóæóßøóáúÊõ
þYa Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, hanya dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, dan hanya kepada-Mu aku bertawakal.
Jika kita membaca doa Allôhumma Robban-nûril ‘azhîm yang diriwayatkan oleh Sayid Ibn Thawus dan Syaikh al-Kaf’ami, kita akan mendapatkan keutamaan yang tak terhingga.
Diriwayatkan bahwa ketika Amirul Mukminin as ingin berbuka puasa, beliau selalu membaca,
ÈöÓúãö Çááøóåö¡ Çóááøóåõãøó áóßó ÕõãúäóÇ æó Úóáóì ÑöÒúÞößó ÃóÝúØóÑúäóÇ ÝóÊóÞóÈøóáú ãöäøóÇ¡ Åöäøóßó ÃóäúÊó ÇáÓøóãöíúÚõ ÇáúÚóáöíúãõ
Dengan nama Allah. Ya Allah, hanya untuk-Mu kami berpuasa dan hanya dengan rezeki-Mu kami berbuka puasa. Maka, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Keempat, membaca doa (berikut) ini pada suapan pertama.
ÈöÓúãö Çááøóåö ÇáÑøóÍúãóäö ÇáÑøóÍöíúãö¡ íóÇ æóÇÓöÚó ÇáúãóÛúÝöÑóÉö ÇÛúÝöÑú áöíþúú
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai Yang luas ampunan-Nya, ampunilah daku.
Kelima, membaca surah al-Qadr ketika sedang berbuka puasa.
Keenam, bersedekah dan memberi makan kepada orang-orang yang berpuasa ketika waktu berbuka puasa tiba meskipun dengan beberapa butir kurma atau seteguk air. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa pahalanya dikurangi sedikit pun dan juga akan memperoleh seperti pahala kabajikan yang dilakukannya karena energi yang diperolehnya dari makanan itu.”
Ayatullah Allamah Hilli ra dalam buku ar-Risâlah as-Sa’diyah meriwayatkan bahwa Imam ash-Shadiq as berkata, “Jika seorang mukmin memberikan sesuap makanan kepada mukmin (yang lain) pada bulan puasa, maka Allah Ta’ala akan menulis baginya pahala orang yang telah membebaskan tiga puluh budak mukmin dan ia akan memiliki satu doa yang pasti dikabulkan di sisi-Nya.”
Ketujuh, membaca surah al-Qadr seribu kali setiap malam seperti disebutkan dalam sebuah riwayat.
Kedelapan, membaca surah ad-Dukhan seratus kali setiap malam jika mampu.
Kesembilan, Sayid Ibn Thawus meriwayatkan bahwa barangsiapa membaca doa (berikut) ini di setiap malam bulan Ramadhan, dosa-dosanya selama empat puluh tahun akan diampuni.
Çóááøóåõãøó ÑóÈøó ÔóåúÑö ÑóãóÖóÇäó ÇáøóÐöíú ÃóäúÒóáúÊó Ýöíúåö
ÇáúÞõÑúÂäó æó ÇÝúÊóÑóÖúÊó Úóáóì ÚöÈóÇÏößó Ýöíúåö ÇáÕøöíóÇãó¡ Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò
æó Âáö ãõÍóãøóÏò¡ æó ÇÑúÒõÞúäöíú ÍóÌøó ÈóíúÊößó ÇáúÍóÑóÇãö Ýöíú ÚóÇãöíú åóÐóÇ
æó Ýöíú ßõáøö ÚóÇãò¡ æó ÇÛúÝöÑú áöíú Êöáúßó ÇáÐøõäõæúÈó ÇáúÚöÙóÇãó¡ ÝóÅöäøóåõ
áÇó íóÛúÝöÑõåóÇ ÛóíúÑõßó íóÇ ÑóÍúãóÇäõ íóÇ ÚóáÇøóãõþ
Ya Allah, Tuhan bulanRamadhan yang Engkau telah menurunkan Al-Qur’an di dalamnya dan Engkau telah mewajibkan puasa atas hamba-hamba-Mu di bulan tersebut, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, anugrahkan padaku haji ke rumah-Mu yang mulis di tahun ini dan di setiap tahun, dan ampunilah dosa-dosaku yang besar itu, karena tiada yang dapat mengampuninya selain-Mu, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Mengetahui.
Kesepuluh, membaca doa haji yang telah disebutkan di bagian pertama amalan ini setiap malam setelah mengerjakan shalat Maghrib.
Kesebelas, membaca doa (Iftitah berikut) ini setiap malam.
Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÝúÊóÊöÍõ ÇáËøóäóÇÁó ÈöÍóãúÏößó æó
ÃóäúÊó ãõÓóÏøöÏñ áöáÕøóæóÇÈö Èöãóäøößó æó ÃóíúÞóäúÊõ Ãóäøóßó ÃóäúÊó ÃóÑúÍóãõ
ÇáÑøóÇÍöãöíúäó Ýöíú ãóæúÖöÚö ÇáúÚóÝúæö æó ÇáÑøóÍúãóÉö æó ÃóÔóÏøõ ÇáúãõÚóÇÞöÈöíúäó
Ýöíú ãóæúÖöÚö ÇáäøóßóÇáö æó ÇáäøóÞöãóÉö æó ÃóÚúÙóãõ ÇáúãõÊóÌóÈøöÑöíúäó Ýöíú
ãóæúÖöÚö ÇáúßöÈúÑöíóÇÁö æó ÇáúÚóÙóãóÉö¡ Çóááøóåõãøó ÃóÐöäúÊó áöíú Ýöíú
ÏõÚóÇÆößó æó ãóÓúÃóáóÊößó¡ ÝóÇÓúãóÚú íóÇ ÓóãöíúÚõ ãöÏúÍóÊöíú æó ÃóÌöÈú íóÇ
ÑóÍöíúãõ ÏóÚúæóÊöíú æó ÃóÞöáú íóÇ ÛóÝõæúÑõ ÚóËúÑóÊöíú¡ Ýóßóãú íóÇ Åöáóåöíú ãöäú
ßõÑúÈóÉò ÞóÏú ÝóÑøóÌúÊóåóÇ æó åõãõæúãò (Ûõãõæúãò) ÞóÏú ßóÔóÝúÊóåóÇ æó ÚóËúÑóÉò
ÞóÏú ÃóÞóáúÊóåóÇ æó ÑóÍúãóÉò ÞóÏú äóÔóÑúÊóåóÇ æó ÍóáúÞóÉö ÈóáÇóÁò ÞóÏú
ÝóßóßúÊóåóÇ¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú áóãú íóÊøóÎöÐú ÕóÇÍöÈóÉð æó áÇó æóáóÏðÇ¡
æó áóãú íóßõäú áóåõ ÔóÑöíúßñ Ýöí Çáúãõáúßö¡ æó áóãú íóßõäú áóåõ æóáöíøñ ãöäó
ÇáÐøõáøö æó ßóÈøöÑúåõ ÊóßúÈöíúÑðÇ¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÈöÌóãöíúÚö ãóÍóÇãöÏöåö
ßõáøöåóÇ Úóáóì ÌóãöíúÚö äöÚóãöåö ßõáøöåóÇ¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú áÇó
ãõÖóÇÏøó áóåõ Ýöíú ãõáúßöåö æó áÇó ãõäóÇÒöÚó áóåõ Ýöíú ÃóãúÑöåö¡ ÇóáúÍóãúÏõ
áöáøóåö ÇáøóÐöíú áÇó ÔóÑöíúßó áóåõ Ýöíú ÎóáúÞöåö æó áÇó ÔóÈöíúåó (ÔöÈúåó) áóåõ
Ýöíú ÚóÙóãóÊöåö¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáúÝóÇÔöíú Ýöí ÇáúÎóáúÞö ÃóãúÑõåõ æó
ÍóãúÏõåõ ÇáÙøóÇåöÑö ÈöÇáúßóÑóãö ãóÌúÏõåõ ÇáúÈóÇÓöØö ÈöÇáúÌõæúÏö íóÏóåõ ÇáøóÐöíú
áÇó ÊóäúÞõÕõ ÎóÒóÇÆöäõåõ æó áÇó ÊóÒöíúÏõåõ (íóÒöíÏõåõ) ßóËúÑóÉõ ÇáúÚóØóÇÁö ÅöáÇøó
ÌõæúÏðÇ æó ßóÑóãðÇ¡ Åöäøóåõ åõæó ÇáúÚóÒöíúÒõ ÇáúæóåøóÇÈõ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÓúÃóáõßó ÞóáöíúáÇð ãöäú ßóËöíúÑò ãóÚó ÍóÇÌóÉò Èöíú Åöáóíúåö ÚóÙöíúãóÉò æó
ÛöäóÇßó Úóäúåõ ÞóÏöíúãñ æó åõæó ÚöäúÏöíú ßóËöíúÑñ æó åõæó Úóáóíúßó Óóåúáñ íóÓöíúÑñ¡
Çóááøóåõãøó Åöäøó ÚóÝúæóßó Úóäú ÐóäúÈöíú æó ÊóÌóÇæõÒóßó Úóäú ÎóØöíúÆóÊöíú æó
ÕóÝúÍóßó Úóäú Ùõáúãöíú æó ÓóÊúÑóßó Úóáóì (Úóäú) ÞóÈöíúÍö Úóãóáöíú æó Íöáúãóßó
Úóäú ßóËöíúÑö (ßóÈöíúÑö) ÌõÑúãöíú ÚöäúÏó ãóÇ ßóÇäó ãöäú ÎóØóÅöíú æó ÚóãúÏöíú
ÃóØúãóÚóäöíú Ýöíú Ãóäú ÃóÓúÃóáóßó ãóÇ áÇó ÃóÓúÊóæúÌöÈõåõ ãöäúßó ÇáøóÐöíú
ÑóÒóÞúÊóäöíú ãöäú ÑóÍúãóÊößó æó ÃóÑóíúÊóäöíú ãöäú ÞõÏúÑóÊößó æó ÚóÑøóÝúÊóäöíú
ãöäú ÅöÌóÇÈóÊößó¡ ÝóÕöÑúÊõ ÃóÏúÚõæúßó ÂãöäðÇ æó ÃóÓúÃóáõßó ãõÓúÊóÃúäöÓðÇ áÇó
ÎóÇÆöÝðÇ æó áÇó æóÌöáÇð ãõÏöáÇøð Úóáóíúßó ÝöíúãóÇ ÞóÕóÏúÊõ Ýöíúåö (Èöåö)
Åöáóíúßó¡ ÝóÅöäú ÃóÈúØóÃó Úóäøöíú ÚóÊóÈúÊõ ÈöÌóåúáöíú Úóáóíúßó¡ æó áóÚóáøó
ÇáøóÐöíú ÃóÈúØóÃó Úóäøöíú åõæó ÎóíúÑñ áöíú áöÚöáúãößó ÈöÚóÇÞöÈóÉö ÇáúÃõãõæúÑö¡
Ýóáóãú ÃóÑó ãóæúáðì (ãõÄóãøóáÇð) ßóÑöíúãðÇ ÃóÕúÈóÑó Úóáóì ÚóÈúÏò áóÆöíúãò
ãöäúßó Úóáóíøó¡ íóÇ ÑóÈøö Åöäøóßó ÊóÏúÚõæúäöíú ÝóÃõæóáøöíú Úóäúßó¡ æó
ÊóÊóÍóÈøóÈõ Åöáóíøó ÝóÃóÊóÈóÛøóÖõ Åöáóíúßó¡ æó ÊóÊóæóÏøóÏõ Åöáóíøó ÝóáÇó
ÃóÞúÈóáõ ãöäúßó¡ ßóÃóäøó áöíó ÇáÊøóØóæøõáó Úóáóíúßó¡ Ýóáóãú (Ëõãøó áóãú)
íóãúäóÚúßó Ðóáößó ãöäó ÇáÑøóÍúãóÉö áöíú æó ÇáúÅöÍúÓóÇäö Åöáóíøó æó ÇáÊøóÝóÖøõáö
Úóáóíøó ÈöÌõæúÏößó æó ßóÑóãößó¡ ÝóÇÑúÍóãú ÚóÈúÏóßó ÇáúÌóÇåöáó¡ æó ÌõÏú Úóáóíúåö
ÈöÝóÖúáö ÅöÍúÓóÇäößó¡ Åöäøóßó ÌóæøóÇÏñ ßóÑöíúãñ¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ãóÇáößö
Çáúãõáúßö ãõÌúÑöí ÇáúÝõáúßö ãõÓóÎøöÑö ÇáÑøöíóÇÍö ÝóÇáöÞö ÇáúÅöÕúÈóÇÍö ÏóíøóÇäö
ÇáÏøöíäö ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö Úóáóì Íöáúãöåö ÈóÚúÏó
Úöáúãöåö¡ æó ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö Úóáóì ÚóÝúæöåö ÈóÚúÏó ÞõÏúÑóÊöåö¡ æó ÇáúÍóãúÏõ
áöáøóåö Úóáóì Øõæúáö ÃóäóÇÊöåö Ýöíú ÛóÖóÈöåö¡ æó åõæó ÞóÇÏöÑñ (ÇáúÞóÇÏöÑõ)
Úóáóì ãóÇ íõÑöíúÏõ¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÎóÇáöÞö ÇáúÎóáúÞö ÈóÇÓöØö ÇáÑøöÒúÞö
ÝóÇáöÞö ÇáúÅöÕúÈóÇÍö Ðöí ÇáúÌóáÇóáö æó ÇáúÅößúÑóÇãö æó ÇáúÝóÖúáö (ÇáÊøóÝóÖøõáö)
æó ÇáúÅöäúÚóÇãö (ÇáúÅöÍúÓóÇäö) ÇáøóÐöíú ÈóÚõÏó ÝóáÇó íõÑóì æó ÞóÑõÈó ÝóÔóåöÏó
ÇáäøóÌúæóì ÊóÈóÇÑóßó æó ÊóÚóÇáóì¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú áóíúÓó áóåõ
ãõäóÇÒöÚñ íõÚóÇÏöáõåõ¡ æó áÇó ÔóÈöíúåñ íõÔóÇßöáõåõ¡ æó áÇó ÙóåöíúÑñ íõÚóÇÖöÏõåõ¡
ÞóåóÑó ÈöÚöÒøóÊöåö ÇáúÃóÚöÒøóÇÁó æó ÊóæóÇÖóÚó áöÚóÙóãóÊöåö ÇáúÚõÙóãóÇÁõ ÝóÈóáóÛó
ÈöÞõÏúÑóÊöåö ãóÇ íóÔóÇÁõ¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú íõÌöíúÈõäöíú Íöíúäó
ÃõäóÇÏöíúåö¡ æó íóÓúÊõÑõ Úóáóíøó ßõáøó ÚóæúÑóÉò æó ÃóäóÇ ÃóÚúÕöíúåö¡ æó
íõÚóÙøöãõ ÇáäøöÚúãóÉó Úóáóíøó ÝóáÇó ÃõÌóÇÒöíúåö¡ Ýóßóãú ãöäú ãóæúåöÈóÉò åóäöíúÆóÉò
ÞóÏú ÃóÚúØóÇäöíú æó ÚóÙöíúãóÉò ãóÎõæúÝóÉò ÞóÏú ßóÝóÇäöíú æó ÈóåúÌóÉò ãõæúäöÞóÉò
ÞóÏú ÃóÑóÇäöíú¡ ÝóÃõËúäöíú Úóáóíúåö ÍóÇãöÏðÇ æó ÃóÐúßõÑõåõ ãõÓóÈøöÍðÇ¡ ÇóáúÍóãúÏõ
áöáøóåö ÇáøóÐöíú áÇó íõåúÊóßõ ÍöÌóÇÈõåõ¡ æó áÇó íõÛúáóÞõ ÈóÇÈõåõ¡ æó áÇó
íõÑóÏøõ ÓóÇÆöáõåõ¡ æó áÇó íõÎóíøóÈõ (íóÎöíúÈõ) Âãöáõåõ¡ ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö
ÇáøóÐöíú íõÄúãöäõ ÇáúÎóÇÆöÝöíúäó æó íõäóÌøöí (íõäúÌöí) ÇáÕøóÇáöÍöíúäó (ÇáÕøóÇÏöÞöíäó)
æó íóÑúÝóÚõ ÇáúãõÓúÊóÖúÚóÝöíúäó æó íóÖóÚõ ÇáúãõÓúÊóßúÈöÑöíúäó æó íõåúáößõ ãõáõæúßðÇ
æó íóÓúÊóÎúáöÝõ ÂÎóÑöíúäó¡ æó ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÞóÇÕöãö ÇáúÌóÈøóÇÑöíúäó ãõÈöíúÑö
ÇáÙøóÇáöãöíúäó ãõÏúÑößö ÇáúåóÇÑöÈöíúäó äóßóÇáö ÇáÙøóÇáöãöíúäó ÕóÑöíúÎö
ÇáúãõÓúÊóÕúÑöÎöíúäó ãóæúÖöÚö ÍóÇÌóÇÊö ÇáØøóÇáöÈöíúäó ãõÚúÊóãóÏö ÇáúãõÄúãöäöíúäó¡
ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú ãöäú ÎóÔúíóÊöåö ÊóÑúÚóÏõ ÇáÓøóãóÇÁõ æó ÓõßøóÇäõåóÇ
æó ÊóÑúÌõÝõ ÇáúÃóÑúÖõ æó ÚõãøóÇÑõåóÇ æó ÊóãõæúÌõ ÇáúÈöÍóÇÑõ æó ãóäú íóÓúÈóÍõ
Ýöíú ÛóãóÑóÇÊöåóÇ¡ ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú åóÏóÇäóÇ áöåóÐóÇ æó ãóÇ ßõäøóÇ
áöäóåúÊóÏöíó áóæúáÇó Ãóäú åóÏóÇäóÇ Çóááåõ¡ ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú íóÎúáõÞõ
æó áóãú íõÎúáóÞú¡ æó íóÑúÒõÞõ æó áÇó íõÑúÒóÞõ¡ æó íõØúÚöãõ æó áÇó íõØúÚóãõ¡ æó
íõãöíúÊõ ÇáúÃóÍúíóÇÁó æó íõÍúíöí ÇáúãóæúÊóì æó åõæó Íóíøñ áÇó íóãõæúÊõ¡
ÈöíóÏöåö ÇáúÎóíúÑõ æó åõæó Úóáóì ßõáøö ÔóíúÆò ÞóÏöíúÑñ¡ Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì
ãõÍóãøóÏò ÚóÈúÏößó æó ÑóÓõæúáößó æó Ãóãöíúäößó æó ÕóÝöíøößó æó ÍóÈöíúÈößó æó
ÎöíóÑóÊößó (Îóáöíúáößó) ãöäú ÎóáúÞößó æó ÍóÇÝöÙö ÓöÑøößó æó ãõÈóáøöÛö ÑöÓóÇáÇóÊößó
ÃóÝúÖóáó æó ÃóÍúÓóäó æó ÃóÌúãóáó æó Ãóßúãóáó æó ÃóÒúßóì æó Ãóäúãóì æó ÃóØúíóÈó
æó ÃóØúåóÑó æó ÃóÓúäóì æó ÃóßúËóÑó (ÃóßúÈóÑó) ãóÇ ÕóáøóíúÊó æó ÈóÇÑóßúÊó æó
ÊóÑóÍøóãúÊó æó ÊóÍóäøóäúÊó æó ÓóáøóãúÊó Úóáóì ÃóÍóÏò ãöäú ÚöÈóÇÏößó (ÎóáúÞößó)
æó ÃóäúÈöíóÇÆößó æó ÑõÓõáößó æó ÕöÝúæóÊößó æó Ãóåúáö ÇáúßóÑóÇãóÉö Úóáóíúßó ãöäú
ÎóáúÞößó¡ Çóááøóåõãøó æó Õóáøö Úóáóì Úóáöíøò ÃóãöíúÑö ÇáúãõÄúãöäöíúäó æó
æóÕöíøö ÑóÓõæúáö ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíúäó ÚóÈúÏößó æó æóáöíøößó æó ÃóÎöíú ÑóÓõæáößó
æó ÍõÌøóÊößó Úóáóì ÎóáúÞößó æó ÂíóÊößó ÇáúßõÈúÑóì æó ÇáäøóÈóÅö ÇáúÚóÙöíúãö¡ æó
Õóáøö Úóáóì ÇáÕøöÏøöíúÞóÉö ÇáØøóÇåöÑóÉö ÝóÇØöãóÉó (ÇáÒøóåúÑóÇÁö) ÓóíøöÏóÉö
äöÓóÇÁö ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ æó Õóáøö Úóáóì ÓöÈúØóíö ÇáÑøóÍúãóÉö æó ÅöãóÇãóíö
ÇáúåõÏóì ÇáúÍóÓóäö æó ÇáúÍõÓóíúäö ÓóíøöÏóíú ÔóÈóÇÈö Ãóåúáö ÇáúÌóäøóÉö¡ æó Õóáøö
Úóáóì ÃóÆöãøóÉö ÇáúãõÓúáöãöíúäó Úóáöíøö Èúäö ÇáúÍõÓóíúäö æó ãõÍóãøóÏö Èúäö
Úóáöíøò æó ÌóÚúÝóÑö Èúäö ãõÍóãøóÏò æó ãõæúÓóì Èúäö ÌóÚúÝóÑò æó Úóáöíøö Èúäö ãõæúÓóì
æó ãõÍóãøóÏö Èúäö Úóáöíøò æó Úóáöíøö Èúäö ãõÍóãøóÏò æó ÇáúÍóÓóäö Èúäö Úóáöíøò
æó ÇáúÎóáóÝö ÇáúåóÇÏöíú ÇáúãóåúÏöíøö¡ ÍõÌóÌößó Úóáóì ÚöÈóÇÏößó æó ÃõãóäóÇÆößó Ýöíú
ÈöáÇóÏößó ÕóáÇóÉð ßóËöíúÑóÉð ÏóÇÆöãóÉð¡ Çóááøóåõãøó æó Õóáøö Úóáóì æóáöíøö
ÃóãúÑößó ÇáúÞóÇÆöãö ÇáúãõÄóãøóáö æó ÇáúÚóÏúáö ÇáúãõäúÊóÙóÑö¡ æó ÍõÝøóåõ (æó
ÇÍúÝõÝúåõ) ÈöãóáÇóÆößóÊößó ÇáúãõÞóÑøóÈöíúäó æó ÃóíøöÏúåõ ÈöÑõæúÍö ÇáúÞõÏõÓö íóÇ
ÑóÈøó ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ Çóááøóåõãøó ÇÌúÚóáúåõ ÇáÏøóÇÚöíó Åöáóì ßöÊóÇÈößó æó ÇáúÞóÇÆöãó
ÈöÏöíúäößó¡ ÇÓúÊóÎúáöÝúåõ Ýöí ÇáúÃóÑúÖö ßóãóÇ ÇÓúÊóÎúáóÝúÊó ÇáøóÐöíúäó ãöäú
ÞóÈúáöåö¡ ãóßøöäú áóåõ Ïöíúäóåõ ÇáøóÐöí ÇÑúÊóÖóíúÊóåõ áóåõ¡ ÃóÈúÏöáúåõ ãöäú
ÈóÚúÏö ÎóæúÝöåö ÃóãúäðÇ íóÚúÈõÏõßó áÇó íõÔúÑößõ Èößó ÔóíúÆðÇ¡ Çóááøóåõãøó
ÃóÚöÒøóåõ æó ÃóÚúÒöÒú Èöåö æó ÇäúÕõÑúåõ æó ÇäúÊóÕöÑú Èöåö æó ÇäúÕõÑúåõ äóÕúÑðÇ
ÚóÒöíúÒðÇ æó ÇÝúÊóÍú áóåõ ÝóÊúÍðÇ íóÓöíúÑðÇ æó ÇÌúÚóáú áóåõ ãöäú áóÏõäúßó
ÓõáúØóÇäðÇ äóÕöíúÑðÇ¡ Çóááøóåõãøó ÃóÙúåöÑú Èöåö Ïöíúäóßó æó ÓõäøóÉó äóÈöíøößó
ÍóÊøóì áÇó íóÓúÊóÎúÝöíó ÈöÔóíúÆò ãöäó ÇáúÍóÞøö ãóÎóÇÝóÉó ÃóÍóÏò ãöäó ÇáúÎóáúÞö¡
Çóááøóåõãøó ÅöäøóÇ äóÑúÛóÈõ Åöáóíúßó Ýöíú ÏóæúáóÉò ßóÑöíúãóÉò ÊõÚöÒøõ ÈöåóÇ
ÇáúÅöÓúáÇóãó æó Ãóåúáóåõ æó ÊõÐöáøõ ÈöåóÇ ÇáäøöÝóÇÞó æó Ãóåúáóåõ æó ÊóÌúÚóáõäóÇ
ÝöíúåóÇ ãöäó ÇáÏøõÚóÇÉö Åöáóì ØóÇÚóÊößó æó ÇáúÞóÇÏóÉö Åöáóì ÓóÈöíúáößó æó
ÊóÑúÒõÞõäóÇ ÈöåóÇ ßóÑóÇãóÉó ÇáÏøõäúíóÇ æó ÇáúÂÎöÑóÉö¡ Çóááøóåõãøó ãóÇ
ÚóÑøóÝúÊóäóÇ ãöäó ÇáúÍóÞøö ÝóÍóãøöáúäóÇåõ æó ãóÇ ÞóÕõÑúäóÇ Úóäúåõ
ÝóÈóáøöÛúäóÇåõ¡ Çóááøóåõãøó Çáúãõãú Èöåö ÔóÚóËóäóÇ æó ÇÔúÚóÈú Èöåö ÕóÏúÚóäóÇ æó
ÇÑúÊõÞú Èöåö ÝóÊúÞóäóÇ æó ßóËøöÑú Èöåö ÞöáøóÊóäóÇ æó ÃóÚúÒöÒú (ÃóÚöÒøó) Èöåö
ÐöáøóÊóäóÇ æó ÃóÛúäö Èöåö ÚóÇÆöáóäóÇ æó ÇÞúÖö Èöåö Úóäú ãõÛúÑóãöäóÇ (ãóÛúÑóãöäóÇ)
æó ÇÌúÈõÑú Èöåö ÝóÞúÑóäóÇ æó ÓõÏøó Èöåö ÎóáøóÊóäóÇ æó íóÓøöÑú Èöåö ÚõÓúÑóäóÇ æó
ÈóíøöÖú Èöåö æõÌõæúåóäóÇ æó Ýõßøó Èöåö ÃóÓúÑóäóÇ æó ÃóäúÌöÍú Èöåö ØóáöÈóÊóäóÇ
æó ÃóäúÌöÒú Èöåö ãóæóÇÚöíúÏóäóÇ æó ÇÓúÊóÌöÈú Èöåö ÏóÚúæóÊóäóÇ æó ÃóÚúØöäóÇ Èöåö
ÓõÄúáóäóÇ æó ÈóáøöÛúäóÇ Èöåö ãöäó ÇáÏøõäúíóÇ æó ÇáúÂÎöÑóÉö ÂãóÇáóäóÇ æó
ÃóÚúØöäóÇ Èöåö ÝóæúÞó ÑóÛúÈóÊöäóÇ¡ íóÇ ÎóíúÑó ÇáúãóÓúÆõæúáöíúäó æó ÃóæúÓóÚó
ÇáúãõÚúØöíúäó ÇÔúÝö Èöåö ÕõÏõæúÑóäóÇ æó ÃóÐúåöÈú Èöåö ÛóíúÙó ÞõáõæúÈöäóÇ æó
ÇåúÏöäóÇ Èöåö áöãóÇ ÇÎúÊõáöÝó Ýöíúåö ãöäó ÇáúÍóÞøö ÈöÅöÐúäößó¡ Åöäøóßó ÊóåúÏöíú
ãóäú ÊóÔóÇÁõ Åöáóì ÕöÑóÇØò ãõÓúÊóÞöíúãò æó ÇäúÕõÑúäóÇ Èöåö Úóáóì ÚóÏõæøößó æó
ÚóÏõæøöäóÇ Åöáóåó ÇáúÍóÞøö (ÇáúÎóáúÞö) Âãöíúäó¡ Çóááøóåõãøó ÅöäøóÇ äóÔúßõæú
Åöáóíúßó ÝóÞúÏó äóÈöíøöäóÇ ÕóáóæóÇÊõßó Úóáóíúåö æó Âáöåö æó ÛóíúÈóÉó æóáöíøöäóÇ
(ÅöãóÇãöäóÇ) æó ßóËúÑóÉó ÚóÏõæøöäóÇ æó ÞöáøóÉó ÚóÏóÏöäóÇ æó ÔöÏøóÉó ÇáúÝöÊóäö
ÈöäóÇ æó ÊóÙóÇåõÑó ÇáÒøóãóÇäö ÚóáóíúäóÇ¡ ÝóÕóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æó Âáöåö (æ Âáö
ãõÍóãøóÏò) æó ÃóÚöäøóÇ Úóáóì Ðóáößó ÈöÝóÊúÍò ãöäúßó ÊõÚóÌøöáõåõ æó ÈöÖõÑøò
ÊóßúÔöÝõåõ æó äóÕúÑò ÊõÚöÒøõåõ æó ÓõáúØóÇäö ÍóÞøò ÊõÙúåöÑõåõ æó ÑóÍúãóÉò ãöäúßó
ÊõÌóáøöáõäóÇåóÇ æó ÚóÇÝöíóÉò ãöäúßó ÊõáúÈöÓõäóÇåóÇ¡ ÈöÑóÍúãóÊößó íóÇ ÃóÑúÍóãó
ÇáÑøóÇÍöãöíúäó
Ya Allah, kubuka pujian dengan memuji-Mu sedangkan Engkau meluruskan kebenaran dengan karunia-Mu dan aku yakin bahwa Engkau adalah Yang Lebih Pengasih dari para pengasih dalam kondisi harus memaafkan dan mengucurkan rahmat, Yang paling keras menyiksa ketika (Engkau) harus menyiksa dan mengazab, dan Dzat Agung Yang Teragung dalam kebesaran dan keagungan. Ya Allah, Engkau telah mengizinkanku untuk berdoa dan memohon kepada-Mu. Maka, dengarkanlah wahai Yang Maha Mendengar pujianku, kabulkanlah wahai Yang Maha Penyayang permohonanku, dan maafkanlah wahai Yang Maha Pengampun ketergelinciranku. Ya Ilahi, alangkah banyaknya kegundahan yang telah Kau sirnakan, kesedihan yang telah Kau singkapkan, ketergelinciran yang telah Kau maafkan, rahmat yang telah kau tebarkan, dan rantai bencana yang telah Kau uraikan. Segala puji bagi Allah yang tidak memiliki teman (hidup) dan anak, tiada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan, dan tiada penolong (yang dapat mengentaskan-Nya) dari kehinaan, serta agungkanlah Ia seagung-agungnya. Segala puji bagi Allah dengan segala pujaan-Nya atas segala nikmat-Nya. Segala puji bagi Allah yang tiada yang mampu menentang-Nya dalam kerajaan-Nya dan tiada yang mampu membantah perintah-Nya. Segala puji bagi Allah yang tiada sekutu bagi-Nya dalam mencipta dan tiada yang serupa dengan-Nya dalam keagungan-Nya. Segala puji bagi Allah yang tertebar di antara makhluk perintah dan pujian-Nya, yang tampak dengan kemurahan keagungan-Nya, yang menjulurkan tangan-Nya dengan kedermawanan, yang tak pernah berkurang simpanan-Nya dan tidak menambah-Nya banyaknya pemberian kecuali kedermawanan dan kemurahan hati. Sesungguhnya Ia adalah Maha Mulia, Maha Penganugrah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sedikit dari sekian banyak (hajatku) yang aku sangat membutuhkannya, sedangkan ketidakbutuhan-Mu kepadanya (telah terbukti) sejak zaman azal dan hajat itu sangat banyak bagiku serta hal itu sangatlah mudah bagi-Mu. Ya Allah, sesungguhnya ampunan-Mu atas dosaku, maaf-Mu atas kesalahan dan kelalimanku, penutupan-Mu atas kelakuanku yang buruk, dan kesabaran-Mu atas kedurhakaanku yang besar karena kesalahan dan kesengajaanku telah merakuskanku untuk memohon kepada-Mu apa yang aku tidak pantas menerimanya dari-Mu dan menganugrahkan(nya) padaku dengan rahmat-Mu, Kau unjukkan padaku kekuatan-Mu (di dalamnya) dan Kau kenalkan padaku pengabulan-Mu (dengan itu). Maka, aku menyeru-Mu dengan perasaan tentram dan aku memohon kepada-Mu dengan penuh ketenangan, tidak takut dan malu sambil memanjakan diri kepada-Mu demi (meraih) apa yang kuhaturkan pada-Mu. Dan jika permintaan itu terlambat datangnya, aku mencela-Mu karena kebodohanku, padahal mungkin yang terlambat tersebut lebih baik bagiku karena pengetahuan-Mu akan akibat setiap perkara. Oleh karena itu, aku tidak pernah melihat seorang tuan dermawan yang lebih penyabar terhadap hamba yang tak tahu diri ini dari-Mu. Ya Tuhanku, Engkau memanggilku, tapi aku berpaling dari-Mu; Engkau menawarkan cinta kepadaku, tapi aku membalas-Mu dengan kebencian; dan Engkau menawarkan kasih kepadaku, tapi aku tidak bersedia menerimanya dari-Mu seakan-akan aku pernah memberikan karunia kepada-Mu. Tapi, semua itu tidak mencegah-Mu untuk mengucurkan rahmat atasku, kebajikan padaku, dan karunia atasku dengan anugrah dan karunia-Mu. Maka, kasihanilah hamba-Mu yang bodoh ini dan limpahkanlah karunia kepadanya demi curahan anugrah-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Dermawan, Maha Pemurah. Segala puji bagi Allah, Pemilik seluruh kerajaan, penggerak bahtera, penunduk angin, penerbit pagi hari, penguasa hari pembalasa, Tuhan seluruh semesta alam. Segala puji bagi Allah atas kesabaran-Nya setelah pengetahuan-Nya. Segala puji bagi Allah atas maaf-Nya setelah kekuasaan-Nya. Segala puji bagi Allah atas panjangnya kesabaran-Nya dalam amarah-Nya, sedangkan Ia Maha Kuasa atas segala yang dikehendaki. Segala puji bagi Allah, Pencipta makhluk, Pelapang rezeki, Penerbit pagi hari, Pemilik keagungan, kemuliaan, anugrah, dan karunia yang jauh sehingga tak terlihat dan dekat sehingga dapat mendengarkan rintihan, Maha Agung Ia dan Maha Tinggi. Segala puji bagi Allah yang tiada penentang dapat melawan-Nya, tiada penyerupa yang menyerupai-Nya, dan tiada penolong yang dapat menolong-Nya. Dengan kemuliaan-Nya Ia mengalahkan orang-orang mulia dan tunduk bersimpuh di hadapan keagungan-Nya orang-orang yang agung. Maka, dengan kekuasaan-Nya Ia dapat menggapai segala yang dikehendaki. Segala puji bagi Allah yang menjawabku ketika aku memanggil-Nya, yang menutup semua celaku sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya, dan yang memperbanyak nikmat kepadaku, lalu aku tidak membalas-Nya. Alangkah banyaknya karunia berharga yang telah yang Ia berikan kepadaku, (betapa banyak) musibah menakutkan yang telah Ia elakkan dariku, dan (alangkah banyaknya) kebahagiaan menakjubkan yang telah Ia perlihatkan padaku. Maka, aku memuji-Nya dengan menghaturkan puja dan mengingat-Nya dengan bertasbih (kepada-Nya). Segala puji bagi Allah yang tak terkoyakkan tirai-Nya, tak tertutup pintu-Nya, tak tertolak peminta-Nya, dan tak tersia-siakan pengharap-Nya. Segala puji bagi Allah yang memberikan rasa aman kepada orang-orang yang takut, menyelamatkan orang-orang yang saleh, mengangkat (martabat) orang-orang yang tertindas, menjerumuskan para penindas, dan membinasakan raja-raja serta menggantikan (mereka) dengan yang lain. Segala puji bagi Allah, Penghancur para penindas, Pembasmi orang-orang lalim, pengejar orang-orang yang lari, Penyiksa orang-orang lalim, Yang mendengar jeritan orang-orang yang menjerit, tempat (meminta) hajat bagi para pencari, tempat kepercayaan mukminin. Segala puji bagi Allah yang karena takut kepada-Nya bergemuruh langit dan para penghuninya, bergetar bumi dan para penghuninya, dan bergelombang lautan dan segala yang bertasbih di (gemuruh) ombaknya. Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami kepada (agama) dan kami tidak mungkin mendapatkan petunjuk jika Allah tidak memberikan petunjuk kepada kami. Segala puji bagi Allah yang menciptakan dan tidak diciptakan, yang memberikan rezeki dan tidak memperoleh rezeki, yang memberikan makan dan tidak diberi makan, yang mematikan segala yang hidup, dan yang menghidupkan semua yang mati, sedangkan Ia Maha Hidup yang tak pernah mati. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Ia Maha Mampu atas segala sesuatu. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad, hamba dan utusan-Mu, kepercayaan dan pilihan-Mu, kekasih dan pilihan-Mu di antara makhluk-Mu, penjaga rahasia-Mu, dan penyampai risalah-Mu, shalawat, berkah, rahmat, kasih sayang, dan salam kesejahteraan terutama, terbaik, terindah, tersempurna, terbersih, tersubur, terharum, tersuci, tertinggi, dan terbanyak yang pernah Kau limpahkan atas seluruh hamba, nabi, rasul, pilihan, dan orang-orang mulia dari makhluk-Mu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Ali, Amirul Mukminin, washi Rasul Tuhan semesta alam, hamba dan kekasih-Mu, saudara Rasul-Mu, hujjah-Mu atas makhluk-Mu, ayat-Mu yang teragung, dan berita penting yang agung. Curahkanlah shalawat atas Shiddîqah yang suci, Fatimah (az-Zahra), penghulu wanita semesta alam. Limpahkanlah shalawat atas dua cucu rahmat dan pemimpin petunjuk, Hasan dan Husain, penghulu seluruh pemuda penghuni surga. Dan curahkanlah shalawat atas para pemimpin Muslimin, Ali bin Husain, Muhammad bin Ali, Ja’far bin Muhammad, Musa bin Ja’far, Ali bin Musa, Muhammad bin Ali, Ali bin Muhammad, Hasan bin Ali, dan pengganti (terakhir) penegak bendera petunjuk al-Mahdi, para hujjah-Mu atas hamba-hamba-Mu dan orang-orang kepercayaan-Nya di seluruh penjuru negeri-Mu, shalawat yang tak terhingga nan abadi. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas pengurus urusan-Mu, al-Qâ`im yang selalu diharapkan dan keadilan yang ditunggu-tunggu, kirimkanlah para malaikat-Mu untuk selalu bersamanya, dan kuatkanlah ia dengan Ruhul Qudus, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, jadikan ia pengajak kepada kitab-Mu dan penegak agama-Mu, jadikanlah ia khalifah di muka bumi ini sebagaimana Engkau telah menjadikan orang-orang sebelumnya sebagai khalifah, tegakkan agamanya yang telah Kau ridhai baginya, gantikan ketakutannya dengan rasa aman (sehingga) ia dapat menyembah-Mu dengan tidak menyekutukan-Mu dengan sesuatu apa pun. Ya Allah, muliakanlah ia dan kuatkan (kami) dengan (wujud)nya, tolonglah dan menangkan ia, tolonglah ia dengan pertolongan yang mulia, berikan kemenangan kepadanya dengan kemenangan yang mudah (digapai), jadikan baginya kerajaan yang terdukung dari sisi-Mu. Ya Allah, tampakkan dengannya agama-Mu dan sunnah Nabi-Mu sehingga ia tidak terpaksa menyembunyikan kebenaran sedikit pun karena takut kepada (ancaman) makhluk. Ya Allah, kami mengharap kepada-Mu (untuk mewujudkan) sebuah pemerintahan mulia yang dengannya Engkau memuliakan Islam dan para pengikutnya, menghinakan kemunafikan dan para penyandangnya, menjadikan kami di antara pengajak kepada ketaatan-Mu dan pemimpin menuju jalan-Mu, dan menganugrahkan kepada kami kemuliaan dunia dan akhirat. Ya Allah, kebenaran yang telah Kau kenalkan kepada kami, berikanlah kekuatan kepada kami untuk memikulnya dan segala yang belum kami ketahuinya, sampaikanlah kepada kami. Ya Allah, dengan (perantara)nya bereskan urusan kami yang tak terurus, kumpulkan ketercerai-beraian kami, himpunkan keterpecah-belahan (barisan) kami, perbanyak kesedikitan jumlah kami, muliakan kehinaan kami, kayakan orang-orang miskin kami, lunaskanlah utang-utang kami, tamballah kefakiran kami, tutupilah kekurangan kami, mudahkanlah kesulitan kami, putihkanlah wajah kami, bebeaskanlah ketertawanan kami, kabulkanlah permohonan kami, tepatilah jani-janji(-Mu) kepada kami, kabulkanlah doa kami, berikanlah permohonan kami, sampaikanlah kami kepada cita-cita dunia dan akhirat, dan anugrahkan kepada kami melebihi keinginan kami. Wahai sebaik-baik Dzat yang dapat dimohon dan seluas-luas Dzat Pemberi, dengan (perantara)nya sembuhkan (penyakit) batin kami, lenyapkan amarah hati kami, dan berikan petunjuk kepada kami (sehingga kami dapat mengenal kebebnaran) yang diperselisihkan dengan izin-Mu; sesungguhnya Engkau menunjukkan orang yang Kau kehendaki ke jalan yang lurus, dan tolonglah kami atas musuh-Mu dan musuh kami, wahai Tuhan kebenaraan. Amin! Ya Allah, kami mengadu kepada-Mu ketiadaan Nabi kami—semoga shalawat-Mu selalu tercurahkan atasnya dan atas keluarganya, kegaiban imam kami, banyaknya musuh kami, sedikitnya jumlah kami, keganasan fitnah terhadap kami, dan kemenangan masa atas kami. Maka, curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarganya, dan bantulah kami (untuk mengatasi) semua itu dengan kemenangan dari-Mu yang Kau segerakan, kesengsaraan yang Kau singkapkan, pertolongan yang Kau kokohkan, kerajaan hak yang Kau menangkan, rahmat dari-Mu yang Kau agungkan kami dengannya, dan ‘afiat dari-Mu yang Kau sandangkan pada kami, demi rahmat-Mu wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.
Kedua belas, membaca doa berikut ini setiap malam.
Çóááøóåõãøó ÈöÑóÍúãóÊößó Ýöí ÇáÕøóÇáöÍöíúäó ÝóÃóÏúÎöáúäóÇ¡
æó Ýöíú Úöáøöíøöíúäó ÝóÇÑúÝóÚúäóÇ¡ æó ÈößóÃúÓò ãöäú ãóÚöíúäò ãöäú Úóíúäò
ÓóáúÓóÈöíúáò ÝóÇÓúÞöäóÇ¡ æó ãöäó ÇáúÍõæúÑö ÇáúÚöíúäö ÈöÑóÍúãóÊößó ÝóÒóæøöÌúäóÇ¡
æó ãöäó ÇáúæöáúÏóÇäö ÇáúãõÎóáøóÏöíúäó ßóÃóäøóåõãú áõÄúáõÄñ ãóßúäõæúäñ
ÝóÃóÎúÏöãúäóÇ¡ æó ãöäú ËöãóÇÑö ÇáúÌóäøóÉö æó áõÍõæúãö ÇáØøóíúÑö ÝóÃóØúÚöãúäóÇ¡
æó ãöäú ËöíóÇÈö ÇáÓøõäúÏõÓö æó ÇáúÍóÑöíúÑö æó ÇáúÅöÓúÊóÈúÑóÞö ÝóÃóáúÈöÓúäóÇ¡ æó
áóíúáóÉó ÇáúÞóÏúÑö æó ÍóÌøó ÈóíúÊößó ÇáúÍóÑóÇãö æó ÞóÊúáÇð Ýöíú ÓóÈöíúáößó
ÝóæóÝøöÞú áóäóÇ¡ æó ÕóÇáöÍó ÇáÏøõÚóÇÁö æó ÇáúãóÓúÃóáóÉö ÝóÇÓúÊóÌöÈú áóäóÇ¡ (íóÇ
ÎóÇáöÞóäóÇ ÇÓúãóÚú æó ÇÓúÊóÌöÈú áóäóÇ)¡ æó ÅöÐóÇ ÌóãóÚúÊó ÇáúÃóæøóáöíäó æó
ÇáúÂÎöÑöíäó íóæúãó ÇáúÞöíóÇãóÉö ÝóÇÑúÍóãúäóÇ¡ æó ÈóÑóÇÁóÉð ãöäó ÇáäøóÇÑö ÝóÇßúÊõÈú
áóäóÇ¡ æó Ýöíú Ìóåóäøóãó ÝóáÇó ÊóÛõáøóäóÇ æó Ýöíú ÚóÐóÇÈößó æó åóæóÇäößó ÝóáÇó
ÊóÈúÊóáöäóÇ¡ æó ãöäó ÇáÒøóÞøõæúãö æó ÇáÖøóÑöíúÚö ÝóáÇó ÊõØúÚöãúäóÇ¡ æó ãóÚó
ÇáÔøóíóÇØöíúäö ÝóáÇó ÊóÌúÚóáúäóÇ¡ æó Ýöí ÇáäøóÇÑö Úóáóì æõÌõæúåöäóÇ ÝóáÇó
ÊóßúÈõÈúäóÇ (ÊóßõÈøóäóÇ)¡ æó ãöäú ËöíóÇÈö ÇáäøóÇÑö æó ÓóÑóÇÈöíúáö ÇáúÞóØöÑóÇäö
ÝóáÇó ÊõáúÈöÓúäóÇ¡ æó ãöäú ßõáøö ÓõæúÁò íóÇ áÇó Åöáóåó ÅöáÇøó ÃóäúÊó ÈöÍóÞøö áÇó
Åöáóåó ÅöáÇøó ÃóäúÊó ÝóäóÌøöäóÇ
Ya Allah, demi rahmat-Mu dalam golongan orang-orang saleh masukkanlah kami, di dalam surga ‘Illiyin angkatlah (derajat) kami, dari mata air Salsabîl berikanlah kami minum, dengan Hurul ‘Ain—dengan rahmat-Mu—nikahkanlah kami, dari budak-budak abadi (surga) yang (gemerlapan) bak mutiara tersimpan berikanlah kami pembantu, dari buah-buahan surga dan daging-daging burung berilah kami makan, dari kain-kain sutra berilah kami pakaian, Lailatul Qadr, haji ke rumah-Mu yang suci, dan terbunuh di jalan-Mu berikan kami taufik (untuk menggapainya), dan kabulkanlah doa dan permohonan (kami) yang layak, (wahai Pencipta kami, dengarkanlah dan kabulkanlah), jika Engkau mengumpulkan seluruh umat manusia dari awal hingga akhir pada hari kiamat, kasihanilah kami, kebebasan dari api neraka tuliskanlah untuk kami, di dalam (jeratan) Jahanam jangan Kau belenggu kami, ke dalam siksa dan penghinaan-Mu jangan Kau jerumuskan kami, dari buah Zaqqum dan buah-buahan pahit jangan Kau beri kami makan, bersama setan jangan Kau jadikan kami, ke dalam neraka jangan sungkurkan kami, dari pakaian-pakaian neraka dan baju-baju lusuh berdaki (penduduk neraka) jangan Kau pakaikan kepada kami, dan dari segala keburukan wahai Yang tiada Tuhan selain Engkau demi lâ ilâha illallôh selamatkanlah kami.
Ketiga belas, diriwayatkan dari Imam ash-Shadiq as, “Bacalah setiap malam bulan Ramadhan,
Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó Ãóäú ÊóÌúÚóáó ÝöíúãóÇ
ÊóÞúÖöíú æó ÊõÞóÏøöÑõ ãöäó ÇáúÃóãúÑö ÇáúãóÍúÊõæúãö Ýöí ÇáúÃóãúÑö ÇáúÍóßöíúãö
ãöäó ÇáúÞóÖóÇÁö ÇáøóÐöíú áÇó íõÑóÏøõ æó áÇó íõÈóÏøóáõ Ãóäú ÊóßúÊõÈóäöíú ãöäú
ÍõÌøóÇÌö ÈóíúÊößó ÇáúÍóÑóÇãö ÇáúãóÈúÑõæúÑö ÍóÌøõåõãú ÇáúãóÔúßõæúÑö ÓóÚúíõåõãú
ÇáúãóÛúÝõæúÑö ÐõäõæúÈõåõãú ÇáúãõßóÝøóÑö Úóäú ÓóíøöÆóÇÊöåöãú æó Ãóäú ÊóÌúÚóáó
ÝöíúãóÇ ÊóÞúÖöíú æó ÊõÞóÏøöÑõ Ãóäú ÊõØöíúáó ÚõãõÑöíú Ýöíú ÎóíúÑò æó ÚóÇÝöíóÉò
æó ÊõæóÓøöÚó Ýöíú ÑöÒúÞöíú æó ÊóÌúÚóáóäöíú ãöãøóäú ÊóäúÊóÕöÑõ Èöåö áöÏöíúäößó
æó áÇó ÊóÓúÊóÈúÏöáú Èöíú ÛóíúÑöíú
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu; di dalam ketentuan dan kepastian yang akan Kau tentukan dalam qadha dan qadar yang bijaksana dan tidak akan dapat diganti dan dirubah tuliskanlah aku di antara para peziarah rumah suci-Mu yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, yang diampuni dosa-dosa mereka, dan yang tertebus kejeleka-kejelekan mereka, dan di dalam qadha dan qadar yang akan Kau tentukan panjangkanlah umurku dalam kebajikan dan ‘afiat, lapangkanlah rezekiku, dan jadikan aku di antara orang-orang Kau memenangkan agama-Mu dengan (perantara) mereka, serta jangan Kau ganti aku dengan orang selainku.
Keempat belas, dalam kitab Anîs ash-Shâlihîn disebutkan dianjurkan untuk membaca doa ini setiap malam bulan Ramadhan.
ÃóÚõæúÐõ ÈöÌóáÇóáö æóÌúåößó ÇáúßóÑöíúãö Ãóäú íóäúÞóÖöíó
Úóäøöíú ÔóåúÑõ ÑóãóÖóÇäó Ãóæú íóØúáõÚó ÇáúÝóÌúÑõ ãöäú áóíúáóÊöíú åóÐöåö æó áóßó
ÞöÈóáöíú ÊóÈöÚóÉñ Ãóæú ÐóäúÈñ ÊõÚóÐøöÈõäöíú Úóáóíúåö
Aku berlindung kepada keagungan “wajah”-Mu yang mulia hendaknya jangan sampai bulan Ramadhan berlalu atau fajar malamku ini terbit sedangkan Engkau masih memiliki tagihan atasku atau (aku masih berlumuran) dosa yang karenanya Engkau akan menyiksaku.
Kelima belas, dalam catatan pinggir kitab al-Balad al-Amîn, Syaikh al-Kaf’ami menukil dari Sayid Ibn al-Baqi bahwa ia berkata, “Di setiap malam bulan Ramadhan disunnahkan mengerjakan shalat sebanyak dua rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan at-Tauhid sebanyak tiga kali pada setiap rakaat. Setelah mengucapkan salam, bacalah,
ÓõÈúÍóÇäó ãóäú åõæó ÍóÝöíúÙñ áÇó íóÛúÝõáõ¡ ÓõÈúÍóÇäó ãóäú
åõæó ÑóÍöíúãñ áÇó íóÚúÌóáõ¡ ÓõÈúÍóÇäó ãóäú åõæó ÞóÇÆöãñ áÇó íóÓúåõæú¡ ÓõÈúÍóÇäó
ãóäú åõæó ÏóÇÆöãñ áÇó íóáúåõæú
Maha suci Dzat yang selalu mengawasi dan tidak lupa, maha suci Dzat Yang Maha Penyayang dan tidak terburu-buru, maha suci Dzat Yang berdiri Sendiri dan tidak lengah, maha suci Dzat Yang Maha Abadi dan tidak berbuat sia-sia.
Lalu, bacalah empat tasbih[1] sebanyak tujuh kali. Kemudian, bacalah,
ÓõÈúÍóÇäóßó ÓõÈúÍóÇäóßó ÓõÈúÍóÇäóßó íóÇ ÚóÙöíúãõ ÇÛúÝöÑú áöíó ÇáÐøóäúÈó ÇáúÚóÙöíúãóþ
Maha suci Engkau, maha suci Engkau, maha suci Engkau, wahai Yang Maha Agung, ampunilah dosaku yang agung.
Setelah itu, bacalah shalawat untuk Rasulullah SAWW dan keluarga beliau sebanyak sepuluh kali. Barangsiapa mengerjakan shalat dua rakaat tersebut, Allah akan mengampuni tujuh puluh ribu dosanya.”
Keenam belas, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa barangsiapa membaca surah al-Fath di dalam shalat sunnah setiap malam, ia akan terjaga pada tahun itu.
Ketahuilah, di antara amalan-amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan di setiap malam bulan Ramadhan adalah mengerjakan shalat sebanyak seribu rakaat dalam sebulan. Para ulama yang mulia telah menyebutkan hal ini dalam buku-buku fiqih atau ibadah mereka. Adapun cara mengerjakannya, terdapat hadis-hadis yang berbeda-beda dalam hal ini. Sesuai dengan riwayat Ibn Abi Qurrah dari Imam al-Jawad as dan pendapat Syaikh Thusi dalam kitab al-Ghurriyah wa al-Asyrâf, bahkan pendapat masyhur, caranya adalah pada sepuluh malam pertama dan kedua, kita mengerjakan dua puluh rakaat untuk setiap malam dengan mengucapkan salam pada penghujung setiap dua rakaat; delapan rakaat setelah mengerjakan shalat Maghrib dan dua belas rakaat setelah melakukan shalat Isya’. Dan pada sepuluh malam terakhir, kita mengerjakan tiga puluh rakaat untuk setiap malam; delapan rakaat setelah mengerjakan shalat Maghrib dan dua puluh dua rakaat setelah melakukan shalat Isya’. Seluruh shalat ini berjumlah tujuh ratus rakaat. Sementara sisanya; tiga ratus rakaat, kita kerjakan pada malam Lailatul Qadr; seratus rakaat pada malam kesembilan belas, seratus rakaat pada malam kedua puluh satu, dan seratus rakaat pada malam kedua puluh tiga. Dengan demikian, keseluruhan jumlahnya adalah seribu rakaat.
Ada juga hadis yang menyebutkan cara yang lain, dan dalam kesempatan ini tidak mungkin untuk disebutkan semuanya. Harapan kami semoga orang-orang yang cinta kebaikan tidak teledor dalam mengerjakan shalat seribu rakaat ini dan dapat mencurahkan anugrahnya atas dirinya.
Dalam sebuah hadis disebutkan, setiap selesai mengerjakan dua rakaat shalat sunnah Ramadhan ini, kita membaca (doa berikut ini).
Çóááøóåõãøó ÇÌúÚóáú ÝöíúãóÇ ÊóÞúÖöíú æó ÊõÞóÏøöÑõ ãöäó ÇáúÃóãúÑö ÇáúãóÍúÊõæúãö
æó ÝöíúãóÇ ÊóÝúÑõÞõ ãöäó ÇáúÃóãúÑö ÇáúÍóßöíúãö Ýöíú áóíúáóÉö ÇáúÞóÏúÑö Ãóäú
ÊóÌúÚóáóäöíú ãöäú ÍõÌøóÇÌö ÈóíúÊößó ÇáúÍóÑóÇãö ÇáúãóÈúÑõæúÑö ÍóÌøõåõãú
ÇáúãóÔúßõæúÑö ÓóÚúíõåõãú ÇáúãóÛúÝõæúÑö ÐõäõæúÈõåõãú¡ æó ÃóÓúÃóáõßó Ãóäú ÊõØöíúáó
ÚõãõÑöíú Ýöíú ØóÇÚóÊößó æó ÊõæóÓøöÚó áöíú Ýöíú ÑöÒúÞöíú¡ íóÇ ÃóÑúÍóãó
ÇáÑøóÇÍöãöíúäóþ
Ya Allah, tentulah di dalam ketentuan dan kepastian yang akan Kau tentukan dalam qadha dan qadar-Mu yang pasti serta di dalam urusan bijaksana yang akan Kau bedakan di malam Lailatul Qadr hendaknya Engkau menjadikanku di antara para peziarah rumah-Mu yang suci yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, dan yang diampuni dosa-dosa mereka, dan aku memohon kepada-Mu agar Engkau memanjangkan umurku dalam ketaatan kepada-Mu dan melapangkan rezekiku, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.
c. Amalan-amalan pada Waktu Sahar Bulan Ramadhan
Amalan-amalan pada waktu sahar ini adalah sebagai berikut:
Pertama, santap sahur. Hendaknya kita jangan meninggalkan sahur ini meskipun dengan menyantap kurma yang paling rendah kualitasnya atau seteguk air. Makanan sahur terbaik adalah Sawîq (sejenis makanan yang terbuat dari tepung gandum) dan kurma. Dalam sebuah hadis disebutkan, Allah dan para malaikat mengirimkan shalawat atas orang-orang yang beristighfar pada waktu sahar dan menyantap sahur.
Kedua, membaca surah al-Qadr pada waktu sahur. Barangsiapa membaca surah tersebut pada waktu berbuka puasa dan menyantap sahur, ia akan mendapatkan pahala orang yang berlumuran darah di jalan Allah.
Ketiga, membaca doa (Bahâ` berikut ini). Diriwayatkan bahwa Imam ar-Ridha as berkata, “Ini adalah doa yang selalu dibaca oleh Imam Muhammad al-Baqir as pada waktu sahar bulan Ramadhan.”
Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ÈóåóÇÆößó ÈöÃóÈúåóÇåõ
æó ßõáøõ ÈóåóÇÆößó Èóåöíøñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöÈóåóÇÆößó ßõáøöåö¡
Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ÌóãóÇáößó ÈöÃóÌúãóáöåö æó ßõáøõ ÌóãóÇáößó
Ìóãöíúáñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöí ÃóÓúÃóáõßó ÈöÌóãóÇáößó ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöí
ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ÌóáÇóáößó ÈöÃóÌóáøöåö æó ßõáøõ ÌóáÇóáößó Ìóáöíúáñ¡ Çóááøóåõãøó
Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöÌóáÇóáößó ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú
ÚóÙóãóÊößó ÈöÃóÚúÙóãöåóÇ æó ßõáøõ ÚóÙóãóÊößó ÚóÙöíúãóÉñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÓúÃóáõßó ÈöÚóÙóãóÊößó ßõáøöåóÇ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú äõæúÑößó
ÈöÃóäúæóÑöåö æó ßõáøõ äõæúÑößó äóíøöÑñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöäõæúÑößó
ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ÑóÍúãóÊößó ÈöÃóæúÓóÚöåóÇ æó ßõáøõ
ÑóÍúãóÊößó æóÇÓöÚóÉñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöÑóÍúãóÊößó ßõáøöåóÇ¡ Çóááøóåõãøó
Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ßóáöãóÇÊößó ÈöÃóÊóãøöåóÇ æó ßõáøõ ßóáöãóÇÊößó ÊóÇãøóÉñ¡
Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈößóáöãóÇÊößó ßõáøöåóÇ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ßóãóÇáößó ÈöÃóßúãóáöåö æó ßõáøõ ßóãóÇáößó ßóÇãöáñ¡ Çóááøóåõãøó
Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈößóãóÇáößó ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú
ÃóÓúãóÇÆößó ÈöÃóßúÈóÑöåóÇ æó ßõáøõ ÃóÓúãóÇÆößó ßóÈöíúÑóÉñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÓúÃóáõßó ÈöÃóÓúãóÇÆößó ßõáøöåóÇ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú
ÚöÒøóÊößó ÈöÃóÚóÒøöåóÇ æó ßõáøõ ÚöÒøóÊößó ÚóÒöíúÒóÉñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÓúÃóáõßó ÈöÚöÒøóÊößó ßõáøöåóÇ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ãóÔöíøóÊößó
ÈöÃóãúÖóÇåóÇ æó ßõáøõ ãóÔöíøóÊößó ãóÇÖöíóÉñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó
ÈöãóÔöíøóÊößó ßõáøöåóÇ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ÞõÏúÑóÊößó ÈöÇáúÞõÏúÑóÉö
ÇáøóÊöíú ÇÓúÊóØóáúÊó ÈöåóÇ Úóáóì ßõáøö ÔóíúÆò æó ßõáøõ ÞõÏúÑóÊößó ãõÓúÊóØöíúáóÉñ¡
Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöÞõÏúÑóÊößó ßõáøöåóÇ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÓúÃóáõßó ãöäú Úöáúãößó ÈöÃóäúÝóÐöåö æó ßõáøõ Úöáúãößó äóÇÝöÐñ¡ Çóááøóåõãøó
Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöÚöáúãößó ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú Þóæúáößó
ÈöÃóÑúÖóÇåõ æó ßõáøõ Þóæúáößó ÑóÖöíøñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó
ÈöÞóæúáößó ßõáøöåöú Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ãóÓóÇÆöáößó
ÈöÃóÍóÈøöåóÇ Åöáóíúßó æó æó ßõáøõ ãóÓóÇÆöáößó Åöáóíúßó ÍóÈöíúÈóÉñ¡ Çóááøóåõãøó
Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöãóÓóÇÆöáößó ßõáøöåóÇ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú
ÔóÑóÝößó ÈöÃóÔúÑóÝöåö æó ßõáøõ ÔóÑóÝößó ÔóÑöíúÝñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöí ÃóÓúÃóáõßó
ÈöÔóÑóÝößó ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ÓõáúØóÇäößó
ÈöÃóÏúæóãöåö æó ßõáøõ ÓõáúØóÇäößó ÏóÇÆöãñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó
ÈöÓõáúØóÇäößó ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ãõáúßößó
ÈöÃóÝúÎóÑöåö æó ßõáøõ ãõáúßößó ÝóÇÎöÑñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó
Èöãõáúßößó ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú Úõáõæøößó ÈöÃóÚúáÇóåõ
æó ßõáøõ Úõáõæøößó ÚóÇáò¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöÚõáõæøößó ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó
Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú ãóäøößó ÈöÃóÞúÏóãöåö æó ßõáøõ ãóäøößó ÞóÏöíúãñ¡ Çóááøóåõãøó
Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó Èöãóäøößó ßõáøöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ãöäú
ÂíóÇÊößó ÈöÃóßúÑóãöåóÇ æó ßõáøõ ÂíóÇÊößó ßóÑöíúãóÉñ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÓúÃóáõßó ÈöÂíóÇÊößó ßõáøöåóÇ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöãóÇ ÃóäúÊó Ýöíúåö
ãöäó ÇáÔøóÃúäö æó ÇáúÌóÈóÑõæúÊö æó ÃóÓúÃóáõßó Èößõáøö ÔóÃúäò æóÍúÏóåõ æó
ÌóÈóÑõæúÊò æóÍúÏóåóÇ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÈöãóÇ ÊõÌöíúÈõäöíú (Èöåö)
Íöíúäó ÃóÓúÃóáõßó¡ ÝóÃóÌöÈúäöíú íóÇ Çóááåõþ
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kekemilauan-Mu demi kekemilauan-Mu yang paing kemilau, sedangkan seluruh kekemilauan-Mu adalah kemilau. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kekemilauan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari keindahan-Mu demi keindahan-Mu yang paling indah, sedangkan seluruh keindahan-Mu adalah indah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh keindahan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kebesaran-Mu demi kebesaran-Mu yang paling besar, sedangkan seluruh kebesaran-Mu adalah besar. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kebesaran-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari keagungan-Mu demi keagungan-Mu yang paling agung, sedangkan seluruh keagungan-Mu adalah agung. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh keagungan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari cahaya-Mu demi cahaya-Mu yang paling benderang, sedangkan seluruh cahaya-Mu adalah benderang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh cahaya-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari rahmat-Mu demi rahmat-Mu yang terluas, sedangkan seluruh rahmat-Mu adalah luas. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh rahmat-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kalimat-Mu demi kalimat-Mu yang paling sempurna, sedangkan seluruh kalimat-Mu adalah sempurna. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kalimat-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kesempurnaan-Mu demi kesempurnaan-Mu yang paling sempurna, sedangkan seluruh kesempurnaan-Mu adalah sempurna. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kesempurnaan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari asma-Mu demi asma-Mu yang paling besar, sedangkan seluruh asma-Mu adalah besar. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh asma-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kemuliaan-Mu demi kemuliaan-Mu yang paling mulia, sedangkan seluruh kemuliaan-Mu adalah mulia. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kemuliaan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kehendak-Mu demi kehendak-Mu yang paling terlaksana, sedangkan seluruh kehendak-Mu pasti terlaksana. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kehendak-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kekuatan-Mu demi kekuatan yang dengannya Engkau menguasai segala sesuatu, sedangkan seluruh kekuatan-Mu menguasai. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kekuatan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari ilmu-Mu demi ilmu-Mu yang paling berpengaruh, sedangkan seluruh ilmu adalah berpengaruh. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh ilmu-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari firman-Mu demi firman-Mu yang paling diridhai, sedangkan seluruh firman-Mu adalah diridhai. Ya Allah, aku memohon kepada demi seluruh firman-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari permohonan-Mu (yang Kau anugrahkan kepada hamba-Mu) demi permohonan-Mu yang paling Kau cintai, sedangkan seluruh permohonan-Mu Kau cintai. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh permohonan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kemuliaan-Mu demi kemuliaan-Mu yang paling mulia, sedangkan seluurh kemuliaan-Mu adalah mulia. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kemuliaan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kekuasaan-Mu demi kekuasaan-Mu yang paling kekal, sedangkan seluruh kekuasaan-Mu adalah kekal. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kekuasaan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari kerajaan-Mu demi kerajaan-Mu yang paling megah, sedangkan seluruh kerajaan-Mu adalah megah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh kerajaan-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari ketinggian (derajat)-Mu demi ketinggian (derajat)-Mu yang paling tinggi, sedangkan seluruh ketinggian (derajat)-Mu adalah tinggi. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh ketinggian (derajat)-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari karunia-Mu demi karunia-Mu yang paling qadîm, sedangkan seluruh karunia-Mu adalah qadîm. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh karunia-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu (sedikit) dari ayat-ayat-Mu demi ayat-ayat-Mu yang paling mulia, sedangkan seluruh ayat-Mu adalah mulia. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi seluruh ayat-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi kedudukan dan kakuasaan yang Kau miliki dan aku memohon kepada-Mu demi setiap kedudukan tunggal dan demi setiap keuasaan tunggal. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi apa yang Engkau menjawabku ketika aku memohon kepada-Mu. Maka, jawablah aku, ya Allah.
Setelah itu, mintalah setiap hajat yang Anda miliki, dan hajat itu akan dikabulkan.
Keempat, dalam kitab al-Mishbâh karya Syaikh Thusi ra disebutkan, Abu Hamzah ats-Tsumali meriwayatkan bahwa Imam Zainul Abidin as selalu mengerjakan shalat di malam hari bulan Ramadhan, dan ketika waktu sahar tiba, beliau membaca doa (berikut) ini.
Åöáóåöíú áÇó ÊõÄóÏøöÈúäöíú ÈöÚõÞõæúÈóÊößó¡ æó áÇó ÊóãúßõÑú
Èöíú Ýöíú ÍöíúáóÊößó¡ ãöäú Ãóíúäó áöíó ÇáúÎóíúÑõ íóÇ ÑóÈøö æó áÇó íõæúÌóÏõ ÅöáÇøó
ãöäú ÚöäúÏößó¡ æó ãöäú Ãóíúäó áöíó ÇáäøóÌóÇÉõ æó áÇó ÊõÓúÊóØóÇÚõ ÅöáÇøó Èößó¡
áÇó ÇáøóÐöíú ÃóÍúÓóäó ÇÓúÊóÛúäóì Úóäú Úóæúäößó æó ÑóÍúãóÊößó æó áÇ ÇáøóÐöíú
ÃóÓóÇÁó æó ÇÌúÊóÑóÃó Úóáóíúßó æó áóãú íõÑúÖößó ÎóÑóÌó Úóäú ÞõÏúÑóÊößó¡ íóÇ
ÑóÈøö íóÇ ÑóÈøö íóÇ ÑóÈøö¡ Èößó ÚóÑóÝúÊõßó æó ÃóäúÊó ÏóáóáúÊóäöíú
Úóáóíúßó æó ÏóÚóæúÊóäöíú Åöáóíúßó¡ æó áóæúáÇó ÃóäúÊó áóãú ÃóÏúÑö ãóÇ ÃóäúÊó¡ ÇóáúÍóãúÏõ
áöáøóåö ÇáøóÐöíú ÃóÏúÚõæúåõ ÝóíõÌöíúÈõäöíú æó Åöäú ßõäúÊõ ÈóØöíúÆðÇ Íöíúäó
íóÏúÚõæúäöíú¡ æó ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú ÃóÓúÃóáõåõ ÝóíõÚúØöíúäöíú æó Åöäú
ßõäúÊõ ÈóÎöíúáÇð Íöíúäó íóÓúÊóÞúÑöÖõäöíú¡ æó ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú
ÃõäóÇÏöíúåö ßõáøóãóÇ ÔöÆúÊõ áöÍóÇÌóÊöíú æó ÃóÎúáõæú Èöåö ÍóíúËõ ÔöÆúÊõ áöÓöÑøöíú
ÈöÛóíúÑö ÔóÝöíúÚò ÝóíóÞúÖöíú áöí ÍóÇÌóÊöíú¡ æó ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú áÇó
ÃóÏúÚõæú ÛóíúÑóåõ¡ æó áóæú ÏóÚóæúÊõ ÛóíúÑóåõ áóãú íóÓúÊóÌöÈú áöíú ÏõÚóÇÆöíú¡ æó
ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú áÇó ÃóÑúÌõæú ÛóíúÑóåõ¡ æó áóæú ÑóÌóæúÊõ ÛóíúÑóåõ
áóÃóÎúáóÝó ÑóÌóÇÆöíú¡ æó ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú æóßóáóäöíú Åöáóíúåö
ÝóÃóßúÑóãóäöíú¡ æó áóãú íóßöáúäöíú Åöáóì ÇáäøóÇÓö Ýóíõåöíúäõæúäöíú¡ æó
ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú ÊóÍóÈøóÈó Åöáóíøó æó åõæó Ûóäöíøñ Úóäøöíú¡ æó
ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöíú íóÍúáõãõ Úóäøöíú ÍóÊøóì ßóÃóäøöí áÇó ÐóäúÈó áöíú¡
ÝóÑóÈøöíú ÃóÍúãóÏõ ÔóíúÆòò ÚöäúÏöíú æó ÃóÍóÞøõ ÈöÍóãúÏöíú¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÌöÏõ ÓõÈõáó ÇáúãóØóÇáöÈö Åöáóíúßó ãõÔúÑóÚóÉð¡ æó ãóäóÇåöáó ÇáÑøóÌóÇÁö
Åöáóíúßó ãõÊúÑóÚóÉð¡ æó ÇáúÅöÓúÊöÚóÇäóÉó ÈöÝóÖúáößó áöãóäú Ãóãøóáóßó ãõÈóÇÍóÉð¡
æó ÃóÈúæóÇÈó ÇáÏøõÚóÇÁö Åöáóíúßó áöáÕøóÇÑöÎöíúäó ãóÝúÊõæúÍóÉð¡ æó ÃóÚúáóãõ
Ãóäøóßó áöáÑøóÇÌöíú (áöáÑøóÇÌöíúäó) ÈöãóæúÖöÚö ÅöÌóÇÈóÉò¡ æó áöáúãóáúåõæúÝöíúäó
ÈöãóÑúÕóÏö ÅöÛóÇËóÉò¡ æó Ãóäøó Ýöíú ÇááøóåúÝö Åöáóì ÌõæúÏößó æó ÇáÑøöÖóì
ÈöÞóÖóÇÆößó ÚöæóÖðÇ ãöäú ãóäúÚö ÇáúÈóÇÎöáöíúäó æó ãóäúÏõæúÍóÉð ÚóãøóÇ Ýöíú
ÃóíúÏöí ÇáúãõÓúÊóÃúËöÑöíúäó¡ æó Ãóäøó ÇáÑøóÇÍöáó Åöáóíúßó ÞóÑöíúÈõ ÇáúãóÓóÇÝóÉö¡
æó Ãóäøóßó áÇó ÊóÍúÊóÌöÈõ Úóäú ÎóáúÞößó ÅöáÇøó Ãóäú ÊóÍúÌõÈóåõãõ ÇáúÃóÚúãóÇáõ
Ïõæúäóßó¡ æó ÞóÏú ÞóÕóÏúÊõ Åöáóíúßó ÈöØóáöÈóÊöíú æó ÊóæóÌøóåúÊõ Åöáóíúßó
ÈöÍóÇÌóÊöíú æó ÌóÚóáúÊõ Èößó ÇÓúÊöÛóÇËóÊöíú æó ÈöÏõÚóÇÆößó ÊóæóÓøõáöíú ãöäú
ÛóíúÑö ÇÓúÊöÍúÞóÇÞò áöÇÓúÊöãóÇÚößó ãöäøöíú æó áÇó ÇÓúÊöíúÌóÇÈò áöÚóÝúæößó
Úóäøöíú¡ Èóáú áöËöÞóÊöíú ÈößóÑóãößó æó Óõßõæúäöíú Åöáóì ÕöÏúÞö æóÚúÏößó æó áóÌóÅöíú
Åöáóì ÇáúÅöíúãóÇäö ÈöÊóæúÍöíúÏößó æó íóÞöíúäöíú (æó ËöÞóÊöíú) ÈöãóÚúÑöÝóÊößó
ãöäøöíú Ãóäú áÇó ÑóÈøó áöíú ÛóíúÑõßó æó áÇó Åöáóåó (áöíú) ÅöáÇøó ÃóäúÊó
æóÍúÏóßó áÇó ÔóÑöíúßó áóßó¡ Çóááøóåõãøó ÃóäúÊó ÇáúÞóÇÆöáõ æó Þóæúáõßó ÍóÞøñ æó
æóÚúÏõßó ÕöÏúÞñ¡ "æó ÇÓúÃóáõæÇ Çááøóåó ãöäú ÝóÖúáöåö Åöäøó Çááøóåó ßóÇäó
Èößõãú ÑóÍöíúãðÇ"¡ æó áóíúÓó ãöäú ÕöÝóÇÊößó íóÇ ÓóíøöÏöíú Ãóäú ÊóÃúãõÑó ÈöÇáÓøõÄóÇáö
æó ÊóãúäóÚó ÇáúÚóØöíøóÉó¡ æó ÃóäúÊó ÇáúãóäøóÇäõ ÈöÇáúÚóØöíøóÇÊö Úóáóì Ãóåúáö
ãóãúáóßóÊößó¡ æó ÇáúÚóÇÆöÏõ Úóáóíúåöãú ÈöÊóÍóäøõäö ÑóÃúÝóÊößó¡ Åöáóåöíú
ÑóÈøóíúÊóäöíú Ýöíú äöÚóãößó æó ÅöÍúÓóÇäößó ÕóÛöíúÑðÇ æó äóæøóåúÊó ÈöÇÓúãöíú
ßóÈöíúÑðÇ¡ ÝóíóÇ ãóäú ÑóÈøóÇäöíú Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÈöÅöÍúÓóÇäöåö æó ÊóÝóÖøõáöåö æó
äöÚóãöåö æó ÃóÔóÇÑó áöíú Ýöí ÇáúÂÎöÑóÉö Åöáóì ÚóÝúæöåö æó ßóÑóãöåö¡ ãóÚúÑöÝóÊöíú
íóÇ ãóæúáÇóíó Ïóáöíúáöíú (ÏóáøóÊúäöíú) Úóáóíúßó æó ÍõÈøöí áóßó ÔóÝöíúÚöíú
Åöáóíúßó æó ÃóäóÇ æóÇËöÞñ ãöäú Ïóáöíúáöíú ÈöÏóáÇóáóÊößó æó ÓóÇßöäñ ãöäú ÔóÝöíúÚöíú
Åöáóì ÔóÝóÇÚóÊößó¡ ÃóÏúÚõæúßó íóÇ ÓóíøöÏöíú ÈöáöÓóÇäò ÞóÏú ÃóÎúÑóÓóåõ ÐóäúÈõåõ¡
ÑóÈøö ÃõäóÇÌöíúßó ÈöÞóáúÈò ÞóÏú ÃóæúÈóÞóåõ ÌõÑúãõåõ¡ ÃóÏúÚõæúßó íóÇ ÑóÈøö
ÑóÇåöÈðÇ ÑóÇÛöÈðÇ ÑóÇÌöíðÇ ÎóÇÆöÝðÇ¡ ÅöÐóÇ ÑóÃóíúÊõ ãóæúáÇóíó ÐõäõæúÈöíú
ÝóÒöÚúÊõ æó ÅöÐóÇ ÑóÃóíúÊõ ßóÑóãóßó ØóãöÚúÊõ¡ ÝóÅöäú ÚóÝóæúÊó ÝóÎóíúÑõ ÑóÇÍöãò æó
Åöäú ÚóÐøóÈúÊó ÝóÛóíúÑõ ÙóÇáöãò¡ ÍõÌøóÊöíú íóÇ Çóááåõ Ýöíú ÌõÑúÃóÊöíú Úóáóì
ãóÓúÃóáóÊößó ãóÚó ÅöÊúíóÇäöíú ãóÇ ÊóßúÑóåõ ÌõæúÏõßó æó ßóÑóãõßó¡ æó ÚõÏøóÊöíú
Ýöíú ÔöÏøóÊöíú ãóÚó ÞöáøóÉö ÍóíóÇÆöíú ÑóÃúÝóÊõßó æó ÑóÍúãóÊõßó¡ æó ÞóÏú
ÑóÌóæúÊõ Ãóäú áÇó ÊóÎöíúÈó Èóíúäó Ðóíúäö æó Ðóíúäö ãõäúíóÊöíú¡ ÝóÍóÞøöÞú
ÑóÌóÇÆöíú æó ÇÓúãóÚú ÏõÚóÇÆöíú íóÇ ÎóíúÑó ãóäú ÏóÚóÇåõ ÏóÇÚò æó ÃóÝúÖóáó ãóäú
ÑóÌóÇåõ ÑóÇÌò¡ ÚóÙõãó íóÇ ÓóíøöÏöíú Ãóãóáöíú æó ÓóÇÁó Úóãóáöíú¡ ÝóÃóÚúØöäöíú
ãöäú ÚóÝúæößó ÈöãöÞúÏóÇÑö Ãóãóáöíú æó áÇó ÊõÄóÇÎöÐúäöí ÈöÃóÓúæóÅö Úóãóáöíú¡
ÝóÅöäøó ßóÑóãóßó íóÌöáøõ Úóäú ãõÌóÇÒóÇÉö ÇáúãõÐúäöÈöíúäó æó Íöáúãóßó íóßúÈõÑõ
Úóäú ãõßóÇÝóÇÉö ÇáúãõÞóÕøöÑöíúäó¡ æó ÃóäóÇ íóÇ ÓóíøöÏöíú ÚóÇÆöÐñ ÈöÝóÖúáößó
åóÇÑöÈñ ãöäúßó Åöáóíúßó ãõÊóäóÌøöÒñ ãóÇ æóÚóÏúÊó ãöäó ÇáÕøóÝúÍö Úóãøóäú
ÃóÍúÓóäó Èößó ÙóäøðÇ¡ æó ãóÇ ÃóäóÇ íóÇ ÑóÈøö æó ãóÇ ÎóØóÑöíú åóÈúäöíú
ÈöÝóÖúáößó æó ÊóÕóÏøóÞú Úóáóíøó ÈöÚóÝúæößó¡ Ãóíú ÑóÈøö Ìóáøöáúäöíú ÈöÓóÊúÑößó
æó ÇÚúÝõ Úóäú ÊóæúÈöíúÎöíú ÈößóÑóãö æóÌúåößó¡ Ýóáóæö ÇØøóáóÚó Çáúíóæúãó Úóáóì ÐóäúÈöíú
ÛóíúÑõßó ãóÇ ÝóÚóáúÊõåõ¡ æó áóæú ÎöÝúÊõ ÊóÚúÌöíúáó ÇáúÚõÞõæúÈóÉö áóÇÌúÊóäóÈúÊõåõ¡
áÇó áöÃóäøóßó Ãóåúæóäõ ÇáäøóÇÙöÑöíúäó (Åöáóíøó) æó ÃóÎóÝøõ ÇáúãõØøóáöÚöíúäó (Úóáóíøó)¡
Èóáú áöÃóäøóßó íóÇ ÑóÈøö ÎóíúÑõ ÇáÓøóÇÊöÑöíúäó æó ÃóÍúßóãõ ÇáúÍóÇßöãöíúäó æó
ÃóßúÑóãõ ÇáúÃóßúÑóãöíúäó¡ ÓóÊøóÇÑõ ÇáúÚõíõæúÈö ÛóÝøóÇÑõ ÇáÐøõäõæúÈö ÚóáÇøóãõ
ÇáúÛõíõæúÈö¡ ÊóÓúÊõÑõ ÇáÐøóäúÈó ÈößóÑóãößó æó ÊõÄóÎøöÑõ ÇáúÚõÞõæúÈóÉó
ÈöÍöáúãößó¡ Ýóáóßó ÇáúÍóãúÏõ Úóáóì Íöáúãößó ÈóÚúÏó Úöáúãößó æó Úóáóì ÚóÝúæößó
ÈóÚúÏó ÞõÏúÑóÊößó¡ æó íóÍúãöáõäöíú æó íõÌóÑøöÆõäöíú Úóáóì ãóÚúÕöíóÊößó Íöáúãõßó
Úóäøöíú æó íóÏúÚõæúäöíú Åöáóì ÞöáøóÉö ÇáúÍóíóÇÁö ÓóÊúÑõßó Úóáóíøó æó
íõÓúÑöÚõäöíú Åöáóì ÇáÊøóæóËøõÈö Úóáóì ãóÍóÇÑöãößó ãóÚúÑöÝóÊöíú ÈöÓóÚóÉö
ÑóÍúãóÊößó æó ÚóÙöíúãö ÚóÝúæößó¡ íóÇ Íóáöíúãõ íóÇ ßóÑöíúãõ íóÇ Íóíøõ íóÇ Þóíøõæúãõ
íóÇ ÛóÇÝöÑó ÇáÐøóäúÈö íóÇ ÞóÇÈöáó ÇáÊøóæúÈö íóÇ ÚóÙöíúãó Çáúãóäøö íóÇ ÞóÏöíúãó
ÇáúÅöÍúÓóÇäö¡ Ãóíúäó ÓóÊúÑõßó ÇáúÌóãöíúáõ¡ Ãóíúäó ÚóÝúæõßó ÇáúÌóáöíúáõ¡ Ãóíúäó
ÝóÑóÌõßó ÇáúÞóÑöíúÈõ¡ Ãóíúäó ÛöíóÇËõßó ÇáÓøóÑöíúÚõ¡ Ãóíúäó ÑóÍúãóÊõßó ÇáúæóÇÓöÚóÉõ¡
Ãóíúäó ÚóØóÇíóÇßó ÇáúÝóÇÖöáóÉõ¡ Ãóíúäó ãóæóÇåöÈõßó ÇáúåóäöíúÆóÉõ¡ Ãóíúäó
ÕóäóÇÆöÚõßó ÇáÓøóäöíøóÉõ¡ Ãóíúäó ÝóÖúáõßó ÇáúÚóÙöíúãõ¡ Ãóíúäó ãóäøõßó ÇáúÌóÓöíúãõ¡
Ãóíúäó ÅöÍúÓóÇäõßó ÇáúÞóÏöíúãõ¡ Ãóíúäó ßóÑóãõßó¡ íóÇ ßóÑöíúãõ¡ Èöåö (æó
ÈöãõÍóãøóÏò æó Âáö ãõÍóãøóÏò) ÝóÇÓúÊóäúÞöÐúäöíú¡ æó ÈöÑóÍúãóÊößó ÝóÎóáøöÕúäöíú¡
íóÇ ãõÍúÓöäõ íóÇ ãõÌúãöáõ íóÇ ãõäúÚöãõ íóÇ ãõÝúÖöáõ¡ áóÓúÊõ ÃóÊøóßöáõ Ýöí
ÇáäøóÌóÇÉö ãöäú ÚöÞóÇÈößó Úóáóì ÃóÚúãóÇáöäóÇ¡ Èóáú ÈöÝóÖúáößó ÚóáóíúäóÇ¡
áöÃóäøóßó Ãóåúáõ ÇáÊøóÞúæóì æó Ãóåúáõ ÇáúãóÛúÝöÑóÉö¡ ÊõÈúÏöÆõ ÈöÇáúÅöÍúÓóÇäö
äöÚóãðÇ æó ÊóÚúÝõæú Úóäö ÇáÐøóäúÈö ßóÑóãðÇ¡ ÝóãóÇ äóÏúÑöíú ãóÇ äóÔúßõÑõ¡
ÃóÌóãöíúáó ãóÇ ÊóäúÔõÑõ Ãóãú ÞóÈöíúÍó ãóÇ ÊóÓúÊõÑõ¡ Ãóãú ÚóÙöíúãó ãóÇ
ÃóÈúáóíúÊó æó ÃóæúáóíúÊó Ãóãú ßóËöíúÑó ãóÇ ãöäúåõ äóÌøóíúÊó æó ÚóÇÝóíúÊó¡ íóÇ
ÍóÈöíúÈó ãóäú ÊóÍóÈøóÈó Åöáóíúßó æó íóÇ ÞõÑøóÉó Úóíúäö ãóäú áÇóÐó Èößó æó
ÇäúÞóØóÚó Åöáóíúßó¡ ÃóäúÊó ÇáúãõÍúÓöäõ æó äóÍúäõ ÇáúãõÓöíúÆõæúäó¡ ÝóÊóÌóÇæóÒú
íóÇ ÑóÈøö Úóäú ÞóÈöíúÍö ãóÇ ÚöäúÏóäóÇ ÈöÌóãöíúáö ãóÇ ÚöäúÏóßó¡ æó Ãóíøõ Ìóåúáò
íóÇ ÑóÈøö áÇó íóÓóÚõåõ ÌõæúÏõßó¡ Ãóæú Ãóíøõ ÒóãóÇäò ÃóØúæóáõ ãöäú ÃóäóÇÊößó æó
ãóÇ ÞóÏúÑõ ÃóÚúãóÇáöäóÇ Ýöíú ÌóäúÈö äöÚóãößó¡ æó ßóíúÝó äóÓúÊóßúËöÑõ ÃóÚúãóÇáÇð
äõÞóÇÈöáõ ÈöåóÇ ßóÑóãóßó (ßóÑóÇãóÊóßó)¡ Èóáú ßóíúÝó íóÖöíúÞõ Úóáóì ÇáúãõÐúäöÈöíúäó
ãóÇ æóÓöÚóåõãú ãöäú ÑóÍúãóÊößó¡ íóÇ æóÇÓöÚó ÇáúãóÛúÝöÑóÉö íóÇ ÈóÇÓöØó
ÇáúíóÏóíúäö ÈöÇáÑøóÍúãóÉö¡ Ýóæó ÚöÒøóÊößó íóÇ ÓóíøöÏöíú¡ áóæú äóåóÑúÊóäöíú ãóÇ
ÈóÑöÍúÊõ ãöäú ÈóÇÈößó æó áÇó ßóÝóÝúÊõ Úóäú ÊóãóáøõÞößó áöãóÇ ÇäúÊóåóì Åöáóíøó
ãöäó ÇáúãóÚúÑöÝóÉö ÈöÌõæúÏößó æó ßóÑóãößó æó ÃóäúÊó ÇáúÝóÇÚöáõ áöãóÇ ÊóÔóÇÁõ¡
ÊõÚóÐøöÈõ ãóäú ÊóÔóÇÁõ ÈöãóÇ ÊóÔóÇÁõ ßóíúÝó ÊóÔóÇÁõ æó ÊóÑúÍóãõ ãóäú ÊóÔóÇÁõ
ÈöãóÇ ÊóÔóÇÁõ ßóíúÝó ÊóÔóÇÁõ¡ áÇó ÊõÓúÃóáõ Úóäú ÝöÚúáößó æó áÇó ÊõäóÇÒóÚõ Ýöíú
ãõáúßößó æó áÇó ÊõÔóÇÑóßõ Ýöíú ÃóãúÑößó æó áÇó ÊõÖóÇÏøõ Ýöíú Íõßúãößó æó áÇó
íóÚúÊóÑöÖõ Úóáóíúßó ÃóÍóÏñ Ýöíú ÊóÏúÈöíúÑößó¡ áóßó ÇáúÎóáúÞõ æó ÇáúÃóãúÑõ¡
ÊóÈóÇÑóßó Çóááåõ ÑóÈøõ ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ íóÇ ÑóÈøö åóÐóÇ ãóÞóÇãõ ãóäú áÇóÐó Èößó
æó ÇÓúÊóÌóÇÑó ÈößóÑóãößó æó ÃóáöÝó ÅöÍúÓóÇäóßó æó äöÚóãóßó¡ æó ÃóäúÊó ÇáúÌóæøóóÇÏõ
ÇáøóÐöíú áÇó íóÖöíúÞõ ÚóÝúæõßó æó áÇó íóäúÞõÕõ ÝóÖúáõßó æó áÇó ÊóÞöáøõ
ÑóÍúãóÊõßó æó ÞóÏú ÊóæóËøóÞúäóÇ ãöäúßó ÈöÇáÕøóÝúÍö ÇáúÞóÏöíúãö æó ÇáúÝóÖúáö
ÇáúÚóÙöíúãö æó ÇáÑøóÍúãóÉö ÇáúæóÇÓöÚóÉö¡ ÃóÝóÊóÑóÇßó íóÇ ÑóÈøö ÊõÎúáöÝõ ÙõäõæúäóäóÇ
Ãóæú ÊõÎóíøöÈõ ÂãóÇáóäóÇ¡ ßóáÇøó íóÇ ßóÑöíúãõ¡ ÝóáóíúÓó åóÐóÇ ÙóäøõäóÇ Èößó æó
áÇó åóÐóÇ Ýöíúßó ØóãóÚóäóÇ (ØóãóÚõäóÇ)¡ íóÇ ÑóÈøö Åöäøó áóäóÇ Ýöíúßó ÃóãóáÇð
ØóæöíúáÇð ßóËöíúÑðÇ¡ Åöäøó áóäóÇ Ýöíúßó ÑóÌóÇÁð ÚóÙöíúãðÇ¡ ÚóÕóíúäóÇßó æó
äóÍúäõ äóÑúÌõæú Ãóäú ÊóÓúÊõÑó ÚóáóíúäóÇ æó ÏóÚóæúäóÇßó æó äóÍúäõ äóÑúÌõæú Ãóäú
ÊóÓúÊóÌöíúÈó áóäóÇ¡ ÝóÍóÞøöÞú ÑóÌóÇÁóäóÇ ãóæúáÇóäóÇ¡ ÝóÞóÏú ÚóáöãúäóÇ ãóÇ
äóÓúÊóæúÌöÈõ ÈöÃóÚúãóÇáöäóÇ¡ æó áóßöäú Úöáúãõßó ÝöíúäóÇ æó ÚöáúãõäóÇ ÈöÃóäøóßó
áÇó ÊóÕúÑöÝõäóÇ Úóäúßó æó Åöäú ßõäøóÇ ÛóíúÑó ãõÓúÊóæúÌöÈöíúäó áöÑóÍúãóÊößó¡
ÝóÃóäúÊó Ãóåúáñ Ãóäú ÊóÌõæúÏó ÚóáóíúäóÇ æó Úóáóì ÇáúãõÐúäöÈöíúäó ÈöÝóÖúáö
ÓóÚóÊößó¡ ÝóÇãúäõäú ÚóáóíúäóÇ ÈöãóÇ ÃóäúÊó Ãóåúáõåõ æó ÌõÏú ÚóáóíúäóÇ¡ ÝóÅöäøóÇ
ãõÍúÊóÇÌõæúäó Åöáóì äóíúáößó¡ íóÇ ÛóÝøóÇÑõ ÈöäõæúÑößó ÇåúÊóÏóíúäóÇ
æó ÈöÝóÖúáößó ÇÓúÊóÛúäóíúäóÇ æó ÈöäöÚúãóÊößó ÃóÕúÈóÍúäóÇ æó ÃóãúÓóíúäóÇ¡ ÐõäõæúÈõäóÇ
Èóíúäó íóÏóíúßó äóÓúÊóÛúÝöÑõßó Çóááøóåõãøó ãöäúåóÇ æó äóÊõæúÈõ Åöáóíúßó¡
ÊóÊóÍóÈøóÈõ ÅöáóíúäóÇ ÈöÇáäøöÚóãö æó äõÚóÇÑöÖõßó ÈöÇáÐøõäõæúÈö¡ ÎóíúÑõßó
ÅöáóíúäóÇ äóÇÒöáñ æó ÔóÑøõäóÇ Åöáóíúßó ÕóÇÚöÏñ¡ æó áóãú íóÒóáú æó áÇó íóÒóÇáõ
ãóáóßñ ßóÑöíúãñ íóÃúÊöíßó ÚóäøóÇ ÈöÚóãóáò ÞóÈöíúÍò¡ ÝóáÇó íóãúäóÚõßó Ðóáößó
ãöäú Ãóäú ÊóÍõæúØóäóÇ ÈöäöÚóãößó æó ÊóÊóÝóÖøóáó ÚóáóíúäóÇ ÈöÂáÇóÆößó¡
ÝóÓõÈúÍóÇäóßó ãóÇ ÃóÍúáóãóßó æó ÃóÚúÙóãóßó æó ÃóßúÑóãóßó ãõÈúÏöÆðÇ æó ãõÚöíúÏðÇ¡
ÊóÞóÏøóÓóÊú ÃóÓúãóÇÄõßó æó Ìóáøó ËóäóÇÄõßó æó ßóÑõãó ÕóäóÇÆöÚõßó æó ÝöÚóÇáõßó¡
ÃóäúÊó Åöáóåöíú ÃóæúÓóÚõ ÝóÖúáÇð æó ÃóÚúÙóãõ ÍöáúãðÇ ãöäú Ãóäú ÊõÞóÇíöÓóäöíú
ÈöÝöÚúáöíú æó ÎóØöíúÆóÊöíú¡ ÝóÇáúÚóÝúæó ÇáúÚóÝúæó ÇáúÚóÝúæó ÓóíøöÏöíú ÓóíøöÏöíú
ÓóíøöÏöíú¡ Çóááøóåõãøó ÇÔúÛóáúäóÇ ÈöÐößúÑößó¡ æó ÃóÚöÐúäóÇ ãöäú ÓóÎóØößó¡ æó
ÃóÌöÑúäóÇ ãöäú ÚóÐóÇÈößó¡ æó ÇÑúÒõÞúäóÇ ãöäú ãóæóÇåöÈößó¡ æó ÃóäúÚöãú ÚóáóíúäóÇ
ãöäú ÝóÖúáößó¡ æó ÇÑúÒõÞúäóÇ ÍóÌøó ÈóíúÊößó æó ÒöíóÇÑóÉó ÞóÈúÑö äóÈöíøößó ÕóáóæóÇÊõßó
æó ÑóÍúãóÊõßó æó ãóÛúÝöÑóÊõßó æó ÑöÖúæóÇäõßó Úóáóíúåö æó Úóáóì Ãóåúáö ÈóíúÊöåö¡
Åöäøóßó ÞóÑöíúÈñ ãõÌöíúÈñ¡ æó ÇÑúÒõÞúäóÇ ÚóãóáÇð ÈöØóÇÚóÊößó¡ æó ÊóæóÝøóäóÇ
Úóáóì ãöáøóÊößó æó ÓõäøóÉö äóÈöíøößó Õóáøóì Çóááåõ Úóáóíúåö æó Âáöåö¡ Çóááøóåõãøó
ÇÛúÝöÑú áöíú æó áöæóÇáöÏóíøó æó ÇÑúÍóãúåõãóÇ ßóãóÇ ÑóÈøóíóÇäöíú ÕóÛöíúÑðÇ¡ ÇöÌúÒöåöãóÇ
ÈöÇáúÅöÍúÓóÇäö ÅöÍúÓóÇäðÇ æó ÈöÇáÓøóíøöÆóÇÊö ÛõÝúÑóÇäðÇ¡ Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú
áöáúãõÄúãöäöíúäó æó ÇáúãõÄúãöäóÇÊö ÇáúÃóÍúíóÇÁö ãöäúåõãú æó ÇáúÃóãúæóÇÊö æó
ÊóÇÈöÚú ÈóíúäóäóÇ æó Èóíúäóåõãú ÈöÇáúÎóíúÑóÇÊö (Ýöí ÇáúÎóíúÑóÇÊö)¡ Çóááøóåõãøó
ÇÛúÝöÑú áöÍóíøöäóÇ æó ãóíøöÊöäóÇ æó ÔóÇåöÏöäóÇ æó ÛóÇÆöÈöäóÇ ÐóßóÑöäóÇ æó
ÃõäúËóÇäóÇ (ÅöäóÇËöäóÇ) ÕóÛöíúÑöäóÇ æó ßóÈöíúÑöäóÇ ÍõÑøöäóÇ æó ãóãúáõæúßöäóÇ¡
ßóÐóÈó ÇáúÚóÇÏöáõæúäó ÈöÇááøóåö æó ÖóáøõæúÇ ÖóáÇóáÇð ÈóÚöíúÏðÇ æó ÎóÓöÑõæúÇ
ÎõÓúÑóÇäðÇ ãõÈöíúäðÇ¡ Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æó Âáö ãõÍóãøóÏò æó
ÇÎúÊöãú áöíú ÈöÎóíúÑò¡ æó ÇßúÝöäöíú ãóÇ Ãóåóãøóäöíú ãöäú ÃóãúÑö ÏõäúíóÇíó æó
ÂÎöÑóÊöíú¡ æó áÇó ÊõÓóáøöØú Úóáóíøó ãóäú áÇó íóÑúÍóãõäöíú¡ æó ÇÌúÚóáú Úóáóíøó ãöäúßó
æóÇÞöíóÉð ÈóÇÞöíóÉð¡ æó áÇó ÊóÓúáõÈúäöíú ÕóÇáöÍó ãóÇ ÃóäúÚóãúÊó Èöåö Úóáóíøó¡
æó ÇÑúÒõÞúäöíú ãöäú ÝóÖúáößó ÑöÒúÞðÇ æóÇÓöÚðÇ ÍóáÇóáÇð ØóíøöÈðÇ¡ Çóááøóåõãøó
ÇÍúÑõÓúäöíú ÈöÍóÑóÇÓóÊößó¡ æó ÇÍúÝóÙúäöíú ÈöÍöÝúÙößó¡ æó ÇßúáóÃúäöíú
ÈößöáÇÁóÊößó¡ æó ÇÑúÒõÞúäöíú ÍöÌøó ÈóíúÊößó ÇáúÍóÑóÇãö Ýöíú ÚóÇãöäóÇ åóÐóÇ æó
Ýöíú ßõáøö ÚóÇãò æó ÒöíóÇÑóÉó ÞóÈúÑö äóÈöíøößó æó ÇáúÃóÆöãøóÉö Úóáóíúåöãõ
ÇáÓøóáÇóãõ¡ æó áÇó ÊõÎúáöäöíú íóÇ ÑóÈøö ãöäú Êöáúßó ÇáúãóÔóÇåöÏö ÇáÔøóÑöíúÝóÉö
æó ÇáúãóæóÇÞöÝö ÇáúßóÑöíúãóÉö¡ Çóááøóåõãøó ÊõÈú Úóáóíøó ÍóÊøóì áÇó ÃóÚúÕöíóßó¡
æó Ãóáúåöãúäöí ÇáúÎóíúÑó æó ÇáúÚóãóáó Èöåö æó ÎóÔúíóÊóßó ÈöÇááøóíúáö æó
ÇáäøóåóÇÑö ãóÇ ÃóÈúÞóíúÊóäöíú íóÇ ÑóÈøó ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ßõáøóãóÇ ÞõáúÊõ ÞóÏú ÊóåóíøóÃúÊõ æó ÊóÚóÈøóÃúÊõ (ÊóÚóÈøóíúÊõ) æó ÞõãúÊõ
áöáÕøóáÇóÉö Èóíúäó íóÏóíúßó æó äóÇÌóíúÊõßó ÃóáúÞóíúÊó Úóáóíøó äõÚóÇÓðÇ ÅöÐóÇ
ÃóäóÇ ÕóáøóíúÊõ¡ æó ÓóáóÈúÊóäöíú ãõäóÇÌóÇÊóßó ÅöÐóÇ ÃóäóÇ äóÇÌóíúÊõ¡ ãóÇ áöíú
ßõáøóãóÇ ÞõáúÊõ ÞóÏú ÕóáóÍóÊú ÓóÑöíúÑóÊöíú æó ÞóÑõÈó ãöäú ãóÌóÇáöÓö
ÇáÊøóæøóÇÈöíúäó ãóÌúáöÓöíú ÚóÑóÖóÊú áöíú ÈóáöíøóÉñ ÃóÒóÇáóÊú ÞóÏóãöíú æó
ÍóÇáóÊú Èóíúäöíú æó Èóíúäó ÎöÏúãóÊößó¡ ÓóíøöÏöí áóÚóáøóßó Úóäú ÈóÇÈößó
ØóÑóÏúÊóäöíú æó Úóäú ÎöÏúãóÊößó äóÍøóíúÊóäöí¡ Ãóæú áóÚóáøóßó ÑóÃóíúÊóäöíú
ãõÓúÊóÎöÝøÇ ÈöÍóÞøößó ÝóÃóÞúÕóíúÊóäöíú¡ Ãóæú áóÚóáøóßó ÑóÃóíúÊóäöí ãõÚúÑöÖðÇ
Úóäúßó ÝóÞóáóíúÊóäöíú¡ Ãóæú áóÚóáøóßó æóÌóÏúÊóäöíú Ýöíú ãóÞóÇãö ÇáúßóÇÐöÈöíúäó
ÝóÑóÝóÖúÊóäöíú¡ Ãóæú áóÚóáøóßó ÑóÃóíúÊóäöíú ÛóíúÑó ÔóÇßöÑò áöäóÚúãóÇÆößó
ÝóÍóÑóãúÊóäöíú¡ Ãóæú áóÚóáøóßó ÝóÞóÏúÊóäöíú ãöäú ãóÌóÇáöÓö ÇáúÚõáóãóÇÁö
ÝóÎóÐóáúÊóäöíú¡ Ãóæú áóÚóáøóßó ÑóÃóíúÊóäöíú Ýöí ÇáúÛóÇÝöáöíúäó Ýóãöäú
ÑóÍúãóÊößó ÂíóÓúÊóäöí¡ Ãóæú áóÚóáøóßó ÑóÃóíúÊóäöíú ÂáöÝó ãóÌóÇáöÓö ÇáúÈóØøóÇáöíúäó
ÝóÈóíúäöíú æó Èóíúäóåõãú ÎóáøóíúÊóäöíú¡ Ãóæú áóÚóáøóßó áóãú ÊõÍöÈøó Ãóäú
ÊóÓúãóÚó ÏõÚóÇÆöíú ÝóÈóÇÚóÏúÊóäöíú¡ Ãóæú áóÚóáøóßó ÈöÌõÑúãöíú æó ÌóÑöíúÑóÊöíú
ßóÇÝóíúÊóäöíú¡ Ãóæú áóÚóáøóßó ÈöÞöáøóÉö ÍóíóÇÆöíú ãöäúßó ÌóÇÒóíúÊóäöíú¡ ÝóÅöäú
ÚóÝóæúÊó íóÇ ÑóÈøö ÝóØóÇáóãóÇ ÚóÝóæúÊó Úóäö ÇáúãõÐúäöÈöíäó ÞóÈúáöíú¡ áöÃóäøó
ßóÑóãóßó Ãóíú ÑóÈøö íóÌöáøõ Úóäú ãõßóÇÝóÇÉö ÇáúãõÞóÕøöÑöíúäó¡ æó ÃóäóÇ ÚóÇÆöÐñ
ÈöÝóÖúáößó åóÇÑöÈñ ãöäúßó Åöáóíúßó ãõÊóäóÌøöÒñ ãóÇ æóÚóÏúÊó ãöäó ÇáÕøóÝúÍö
Úóãøóäú ÃóÍúÓóäó Èößó ÙóäøðÇ¡ Åöáóåöíú ÃóäúÊó ÃóæúÓóÚõ ÝóÖúáÇð æó ÃóÚúÙóãõ ÍöáúãðÇ
ãöäú Ãóäú ÊõÞóÇíöÓóäöíú ÈöÚóãóáöíú Ãóæú Ãóäú ÊóÓúÊóÒöáøóäöíú ÈöÎóØöíúÆóÊöíú¡ æó
ãóÇ ÃóäóÇ íóÇ ÓóíøöÏöíú æó ãóÇ ÎóØóÑöíú¡ åóÈúäöíú ÈöÝóÖúáößó ÓóíøöÏöíú æó
ÊóÕóÏøóÞú Úóáóíøó ÈöÚóÝúæößó¡ æó Ìóáøöáúäöíú ÈöÓóÊúÑößó¡ æó ÇÚúÝõ Úóäú ÊóæúÈöíúÎöíú
ÈößóÑóãö æóÌúåößó¡ ÓóíøöÏöíú ÃóäóÇ ÇáÕøóÛöíúÑõ ÇáøóÐöíú ÑóÈøóíúÊóåõ¡ æó ÃóäóÇ
ÇáúÌóÇåöáõ ÇáøóÐöíú ÚóáøóãúÊóåõ¡ æó ÃóäóÇ ÇáÖøóÇáøõ ÇáøóÐöíú åóÏóíúÊóåõ¡ æó
ÃóäóÇ ÇáúæóÖöíúÚõ ÇáøóÐöíú ÑóÝóÚúÊóåõ¡ æó ÃóäóÇ ÇáúÎóÇÆöÝõ ÇáøóÐöíú ÂãóäúÊóåõ¡
æó ÇáúÌóÇÆöÚõ ÇáøóÐöíú ÃóÔúÈóÚúÊóåõ¡ æó ÇáúÚóØúÔóÇäõ ÇáøóÐöíú ÃóÑúæóíúÊóåõ¡ æó
ÇáúÚóÇÑöíú ÇáøóÐöíú ßóÓóæúÊóåõ¡ æó ÇáúÝóÞöíúÑõ ÇáøóÐöíú ÃóÛúäóíúÊóåõ¡ æó
ÇáÖøóÚöíúÝõ ÇáøóÐöíú ÞóæøóíúÊóåõ¡ æó ÇáÐøóáöíúáõ ÇáøóÐöíú ÃóÚúÒóÒúÊóåõ¡ æó
ÇáÓøóÞöíúãõ ÇáøóÐöíú ÔóÝóíúÊóåõ¡ æó ÇáÓøóÇÆöáõ ÇáøóÐöíú ÃóÚúØóíúÊóåõ¡ æó
ÇáúãõÐúäöÈõ ÇáøóÐöíú ÓóÊóÑúÊóåõ¡ æó ÇáúÎóÇØöÆõ ÇáøóÐöíú ÃóÞóáúÊóåõ¡ æó ÃóäóÇ
ÇáúÞóáöíúáõ ÇáøóÐöíú ßóËøóÑúÊóåõ¡ æó ÇáúãõÓúÊóÖúÚóÝõ ÇáøóÐöíú äóÕóÑúÊóåõ¡ æó
ÃóäóÇ ÇáØøóÑöíúÏõ ÇáøóÐöíú ÂæóíúÊóåõ¡ ÃóäóÇ íóÇ ÑóÈøö ÇáøóÐöíú áóãú
ÃóÓúÊóÍúíößó Ýöí ÇáúÎóáÇóÁö æó áóãú ÃõÑóÇÞöÈúßó Ýöí ÇáúãóáóÅö¡ ÃóäóÇ ÕóÇÍöÈõ
ÇáÏøóæóÇåöí ÇáúÚõÙúãóì¡ ÃóäóÇ ÇáøóÐöíú Úóáóì ÓóíøöÏöåö ÇÌúÊóÑóì¡ ÃóäóÇ ÇáøóÐöíú
ÚóÕóíúÊõ ÌóÈøóÇÑó ÇáÓøóãóÇÁö¡ ÃóäóÇ ÇáøóÐöíú ÃóÚúØóíúÊõ Úóáóì ãóÚóÇÕöí
ÇáúÌóáöíáö ÇáÑøõÔóÇ¡ ÃóäóÇ ÇáøóÐöíú Íöíäó ÈõÔøöÑúÊõ ÈöåóÇ ÎóÑóÌúÊõ ÅöáóíúåóÇ
ÃóÓúÚóì¡ ÃóäóÇ ÇáøóÐöíú ÃóãúåóáúÊóäöíú ÝóãóÇ ÇÑúÚóæóíúÊõ¡ æó ÓóÊóÑúÊó Úóáóíøó
ÝóãóÇ ÇÓúÊóÍúíóíúÊõ¡ æó ÚóãöáúÊõ ÈöÇáúãóÚóÇÕöíú ÝóÊóÚóÏøóíúÊõ¡ æó ÃóÓúÞóØúÊóäöíú
ãöäú Úóíúäößó (ÚöäúÏößó) ÝóãóÇ ÈóÇáóíúÊõ¡ ÝóÈöÍöáúãößó ÃóãúåóáúÊóäöíú æó
ÈöÓöÊúÑößó ÓóÊóÑúÊóäöíú ÍóÊøóì ßóÃóäøóßó ÃóÛúÝóáúÊóäöíú æó ãöäú ÚõÞõæúÈóÇÊö
ÇáúãóÚóÇÕöíú ÌóäøóÈúÊóäöíú¡ ÍóÊøóì ßóÃóäøóßó ÇÓúÊóÍúíóíúÊóäöíú¡ Åöáóåöíú áóãú
ÃóÚúÕößó Íöíúäó ÚóÕóíúÊõßó æó ÃóäóÇ ÈöÑõÈõæúÈöíøóÊößó ÌóÇÍöÏñ æó áÇó ÈöÃóãúÑößó
ãõÓúÊóÎöÝøñ æó áÇó áöÚõÞõæúÈóÊößó ãõÊóÚóÑøöÖñ æó áÇó áöæóÚöíúÏößó ãõÊóåóÇæöäñ¡ áóßöäú
ÎóØöíúÆóÉñ ÚóÑóÖóÊú æó ÓóæøóáóÊú áöíú äóÝúÓöíú æó ÛóáóÈóäöíú åóæóÇíó æó
ÃóÚóÇäóäöíú ÚóáóíúåóÇ ÔöÞúæóÊöí æó ÛóÑøóäöí ÓöÊúÑõßó ÇáúãõÑúÎóì Úóáóíøó¡ ÝóÞóÏú
ÚóÕóíúÊõßó æó ÎóÇáóÝúÊõßó ÈöÌõåúÏöíú¡ ÝóÇáúÂäó ãöäú ÚóÐóÇÈößó ãóäú
íóÓúÊóäúÞöÐõäöíú¡ æó ãöäú ÃóíúÏöí ÇáúÎõÕóãóÇÁö ÛóÏðÇ ãóäú
íõÎóáøöÕõäöíú¡ æó ÈöÍóÈúáö ãóäú ÃóÊøóÕöáõ Åöäú ÃóäúÊó ÞóØóÚúÊó ÍóÈúáóßó Úóäøöíú¡
ÝóæóÇ ÓóæúÃóÊóÇ Úóáóì ãóÇ ÃóÍúÕóì ßöÊóÇÈõßó ãöäú Úóãóáöíó ÇáøóÐöíú áóæúáÇó ãóÇ ÃóÑúÌõæú
ãöäú ßóÑóãößó æó ÓóÚóÉö ÑóÍúãóÊößó æó äóåúíößó ÅöíøóÇíó Úóäö ÇáúÞõäõæúØö áóÞóäóØúÊõ
ÚöäúÏó ãóÇ ÃóÊóÐóßøóÑõåóÇ íóÇ ÎóíúÑó ãóäú ÏóÚóÇåõ ÏóÇÚò æó ÃóÝúÖóáó ãóäú
ÑóÌóÇåõ ÑóÇÌò¡ Çóááøóåõãøó ÈöÐöãøóÉö ÇáúÅöÓúáÇóãö ÃóÊóæóÓøóáõ Åöáóíúßó æó
ÈöÍõÑúãóÉö ÇáúÞõÑúÂäö ÃóÚúÊóãöÏõ Åöáóíúßó æó ÈöÍõÈøöí ÇáäøóÈöíøó ÇÇáúÃõãøöíøó
ÇáúÞõÑóÔöíøó ÇáúåóÇÔöãöíøó ÇáúÚóÑóÈöíøó ÇáÊøöåóÇãöíøó Çáúãóßøöíøó ÇáúãóÏóäöíøó
ÃóÑúÌõæ ÇáÒøõáúÝóÉó áóÏóíúßó¡ ÝóáÇó ÊõæúÍöÔú ÇÓúÊöíúäóÇÓó ÅöíúãóÇäöíú¡ æó áÇó
ÊóÌúÚóáú ËóæóÇÈöíú ËóæóÇÈó ãóäú ÚóÈóÏó ÓöæóÇßó¡ ÝóÅöäøó ÞóæúãðÇ ÂãóäõæúÇ
ÈöÃóáúÓöäóÊöåöãú áöíóÍúÞöäõæúÇ Èöåö ÏöãóÇÁóåõãú ÝóÃóÏúÑóßõæúÇ ãóÇ ÃóãøóáõæúÇ¡
æó ÅöäøóÇ ÂãóäøóÇ Èößó ÈöÃóáúÓöäóÊöäóÇ æó ÞõáõæúÈöäóÇ áöÊóÚúÝõæó ÚóäøóÇ
ÝóÃóÏúÑößúäóÇ ãóÇ ÃóãøóáúäóÇ æó ËóÈøöÊú ÑóÌóÇÁóßó Ýöíú ÕõÏõæúÑöäóÇ æó áÇó
ÊõÒöÛú ÞõáõæúÈóäóÇ ÈóÚúÏó ÅöÐú åóÏóíúÊóäóÇ æó åóÈú áóäóÇ ãöäú áóÏõäúßó ÑóÍúãóÉð
Åöäøóßó ÃóäúÊó ÇáúæóåøóÇÈõ¡ Ýóæó ÚöÒøóÊößó áóæö ÇäúÊóåóÑúÊóäöíú ãóÇ ÈóÑöÍúÊõ
ãöäú ÈóÇÈößó æó áÇó ßóÝóÝúÊõ Úóäú ÊóãóáøõÞößó áöãóÇ Ãõáúåöãó ÞóáúÈöíú (íóÇ
ÓóíøöÏöíú) ãöäó ÇáúãóÚúÑöÝóÉö
ÈößóÑóãößó æó ÓóÚóÉö ÑóÍúãóÊößó¡ Åöáóì ãóäú íóÐúåóÈõ ÇáúÚóÈúÏõ ÅöáÇøó Åöáóì
ãóæúáÇóåõ æó Åöáóì ãóäú íóáúÊóÌöÆõ ÇáúãóÎúáõæúÞõ ÅöáÇøó Åöáóì ÎóÇáöÞöåö¡
Åöáóåöíú áóæú ÞóÑóäúÊóäöíú ÈöÇáúÃóÕúÝóÇÏö æó ãóäóÚúÊóäöí ÓóíúÈóßó ãöäú Èóíúäö
ÇáúÃóÔúåóÇÏö æó ÏóáóáúÊó Úóáóì ÝóÖóÇÆöÍöíú Úõíõæúäó ÇáúÚöÈóÇÏö æó ÃóãóÑúÊó Èöíú
Åöáóì ÇáäøóÇÑö æó ÍõáúÊó Èóíúäöí æó Èóíúäó ÇáúÃóÈúÑóÇÑö ãóÇ ÞóØóÚúÊõ ÑóÌóÇÆöíú ãöäúßó
æó ãóÇ ÕóÑóÝúÊõ ÊóÃúãöíúáöíú áöáúÚóÝúæö Úóäúßó æó áÇó ÎóÑóÌó ÍõÈøõßó ãöäú
ÞóáúÈöíú¡ ÃóäóÇ áÇó ÃóäúÓóì ÃóíóÇÏöíóßó ÚöäúÏöíú æó ÓóÊúÑóßó Úóáóíøó Ýöíú ÏóÇÑö
ÇáÏøõäúíóÇ¡ ÓóíøöÏöíú ÃóÎúÑöÌú ÍõÈøó ÇáÏøõäúíóÇ ãöäú ÞóáúÈöíú æó ÇÌúãóÚú
Èóíúäöíú æó Èóíúäó ÇáúãõÕúØóÝóì æó Âáöåö ÎöíóÑóÊößó ãöäú ÎóáúÞößó æó ÎóÇÊóãö
ÇáäøóÈöíøöíúäó ãõÍóãøóÏò Õóáøóì Çóááåõ Úóáóíúåö æó Âáöåö æó ÇäúÞõáúäöíú Åöáóì
ÏóÑóÌóÉö ÇáÊøóæúÈóÉö Åöáóíúßó æó ÃóÚöäøöíú ÈöÇáúÈõßóÇÁö Úóáóì äóÝúÓöíú¡ ÝóÞóÏú
ÃóÝúäóíúÊõ ÈöÇáÊøóÓúæöíúÝö æó ÇáúÂãóÇáö ÚõãõÑöíú æó ÞóÏú äóÒóáúÊõ ãóäúÒöáóÉó
ÇáúÂíöÓöíúäó ãöäú ÎóíúÑöíú (ÍóíóÇÊöí)¡ Ýóãóäú íóßõæúäõ ÃóÓúæóÃó ÍóÇáÇð ãöäøöíú
Åöäú ÃóäóÇ äõÞöáúÊõ Úóáóì ãöËúáö ÍóÇáöíú Åöáóì ÞóÈúÑöíú (ÞóÈúÑò) áóãú
ÃõãóåøöÏúåõ áöÑóÞúÏóÊöíú æó áóãú ÃóÝúÑõÔúåõ ÈöÇáúÚóãóáö ÇáÕøóÇáöÍö áöÖóÌúÚóÊöíú¡
æó ãóÇ áöíú áÇó ÃóÈúßöíú æó áÇó ÃóÏúÑöíú Åöáóì ãóÇ íóßõæúäõ ãóÕöíúÑöíú æó ÃóÑóì
äóÝúÓöíú ÊõÎóÇÏöÚõäöíú æó ÃóíøóÇãöíú ÊõÎóÇÊöáõäöíú æó ÞóÏú ÎóÝóÞóÊú ÚöäúÏó (ÝóæúÞó)
ÑóÃúÓöíú ÃóÌúäöÍóÉõ ÇáúãóæúÊö¡ ÝóãóÇ áöíú áÇó ÃóÈúßöíú¡ ÃóÈúßöíú áöÎõÑõæúÌö
äóÝúÓöíú¡ ÃóÈúßöíú áöÙõáúãóÉö ÞóÈúÑöíú¡ ÃóÈúßöíú áöÖöíúÞö áóÍúÏöíú¡ ÃóÈúßöíú
áöÓõÄóÇáö ãõäúßóÑò æó äóßöíúÑò ÅöíøóÇíó¡ ÃóÈúßöíú áöÎõÑõæúÌöíú ãöäú ÞóÈúÑöíú
ÚõÑúíóÇäðÇ ÐóáöíúáÇð ÍóÇãöáÇð ËöÞúáöíú Úóáóì ÙóåúÑöíú¡ ÃóäúÙõÑõ ãóÑøóÉð Úóäú
íóãöíúäöíú æó ÃõÎúÑóì Úóäú ÔöãóÇáöíú ÅöÐö ÇáúÎóáÇóÆöÞõ Ýöíú ÔóÃúäò ÛóíúÑö
ÔóÃúäöíú¡ áößõáøö ÇãúÑöÆò ãöäúåõãú íóæúãóÆöÐò ÔóÃúäñ íõÛúäöíúåö¡ æõÌõæåñ íóæúãóÆöÐò
ãõÓúÝöÑóÉñ ÖóÇÍößóÉñ ãõÓúÊóÈúÔöÑóÉñ æó æõÌõæúåñ íóæúãóÆöÐò ÚóáóíúåóÇ ÛóÈóÑóÉñ
ÊóÑúåóÞõåóÇ ÞóÊóÑóÉñ æó ÐöáøóÉñ¡ ÓóíøöÏöíú Úóáóíúßó ãõÚóæøóáöíú æó ãõÚúÊóãóÏöíú
æó ÑóÌóÇÆöíú æó Êóæóßøõáöíú æó ÈöÑóÍúãóÊößó ÊóÚóáøõÞöíú¡ ÊõÕöíúÈõ ÈöÑóÍúãóÊößó
ãóäú ÊóÔóÇÁõ æó ÊóåúÏöíú ÈößóÑóÇãóÊößó ãóäú ÊõÍöÈøõ¡ Ýóáóßó ÇáúÍóãúÏõ Úóáóì ãóÇ
äóÞøóíúÊó ãöäó ÇáÔøöÑúßö ÞóáúÈöíú¡ æó áóßó ÇáúÍóãúÏõ Úóáóì ÈóÓúØö áöÓóÇäöíú¡ ÃóÝóÈöáöÓóÇäöíú
åóÐóÇ ÇáúßóÇáøö ÃóÔúßõÑõßó Ãóãú ÈöÛóÇíóÉö ÌõåúÏöíú (ÌóåúÏöíú) Ýöíú Úóãóáöíú
ÃõÑúÖöíßó¡ æó ãóÇ ÞóÏúÑõ áöÓóÇäöíú íóÇ ÑóÈøö Ýöíú ÌóäúÈö ÔõßúÑößó¡ æó ãóÇ
ÞóÏúÑõ Úóãóáöíú Ýöíú ÌóäúÈö äöÚóãößó æó ÅöÍúÓóÇäößó (Åöáóíøó)¡ Åöáóåöíú Åöäøó
ÌõæúÏóßó ÈóÓóØó Ãóãóáöíú æó ÔõßúÑóßó ÞóÈöáó Úóãóáöíú¡ ÓóíøöÏöíú Åöáóíúßó
ÑóÛúÈóÊöíú æó Åöáóíúßó (ãöäúßó) ÑóåúÈóÊöíú æó Åöáóíúßó ÊóÃúãöíúáöíú¡ æó ÞóÏú
ÓóÇÞóäöíú Åöáóíúßó Ãóãóáöíú æó Úóáóíúßó (Åöáóíúßó) íóÇ æóÇÍöÏöíú ÚóßóÝóÊú
åöãøóÊöíú æó ÝöíúãóÇ ÚöäúÏóßó ÇäúÈóÓóØóÊú ÑóÛúÈóÊöíú æó áóßó ÎóÇáöÕõ ÑóÌóÇÆöíú
æó ÎóæúÝöíú æó Èößó ÃóäöÓóÊú ãóÍóÈøóÊöíú æó Åöáóíúßó ÃóáúÞóíúÊõ ÈöíóÏöíú æó
ÈöÍóÈúáö ØóÇÚóÊößó ãóÏóÏúÊõ ÑóåúÈóÊöíú¡ íóÇ ãóæúáÇóíó ÈöÐößúÑößó ÚóÇÔó ÞóáúÈöíú
æó ÈöãõäóÇÌóÇÊößó ÈóÑøóÏúÊõ Ãóáóãó ÇáúÎóæúÝö Úóäøöíú¡ ÝóíóÇ ãóæúáÇóíó æó íóÇ
ãõÄóãøóáöíú æó íóÇ ãõäúÊóåóì ÓõÄúáöíú ÝóÑøöÞú Èóíúäöíú æó Èóíúäó ÐóäúÈöíó
ÇáúãóÇäöÚö áöíú ãöäú áõÒõæúãö ØóÇÚóÊößó¡ ÝóÅöäøóãóÇ ÃóÓúÃóáõßó áöÞóÏöíúãö
ÇáÑøóÌóÇÁö Ýöíúßó æó ÚóÙöíúãö ÇáØøóãóÚö ãöäúßó ÇáøóÐöíú ÃóæúÌóÈúÊóåõ Úóáóì
äóÝúÓößó ãöäó ÇáÑøóÃúÝóÉö æó ÇáÑøóÍúãóÉö¡ ÝóÇáúÃóãúÑõ áóßó æóÍúÏóßó áÇó ÔóÑöíúßó
áóßó æó ÇáúÎóáúÞõ ßõáøõåõãú ÚöíóÇáõßó æó Ýöíú ÞóÈúÖóÊößó æó ßõáøõ ÔóíúÆò
ÎóÇÖöÚñ áóßó¡ ÊóÈóÇÑóßúÊó íóÇ ÑóÈøó ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ Åöáóåöí ÇÑúÍóãúäöíú ÅöÐóÇ
ÇäúÞóØóÚóÊú ÍõÌøóÊöíú æó ßóáøó Úóäú ÌóæóÇÈößó áöÓóÇäöíú æó ØóÇÔó ÚöäúÏó ÓõÄóÇáößó
ÅöíøóÇíó áõÈøöíú¡ ÝóíóÇ ÚóÙöíãó ÑóÌóÇÆöíú áÇó ÊõÎóíøöÈúäöíú ÅöÐóÇ ÇÔúÊóÏøóÊú
ÝóÇÞóÊöíú æó áÇó ÊóÑõÏøóäöíú áöÌóåúáöíú æó áÇó ÊóãúäóÚúäöíú áöÞöáøóÉö ÕóÈúÑöíú¡
ÃóÚúØöäöíú áöÝóÞúÑöíú æó ÇÑúÍóãúäöíú áöÖóÚúÝöíú¡ ÓóíøöÏöíú Úóáóíúßó ãõÚúÊóãóÏöíú
æó ãõÚóæøóáöíú æó ÑóÌóÇÆöíú æó Êóæóßøõáöíú æó ÈöÑóÍúãóÊößó ÊóÚóáøõÞöíú æó
ÈöÝöäóÇÆößó ÃóÍõØøõ ÑóÍúáöíú æó ÈöÌõæúÏößó ÃóÞúÕöÏõ (ÃóÞúÕõÑõ) ØóáöÈóÊöíú æó
ÈößóÑóãößó Ãóíú ÑóÈøö ÃóÓúÊóÝúÊöÍõ ÏõÚóÇÆöíú æó áóÏóíúßó ÃóÑúÌõæú ÝóÇÞóÊöíú (ÖöíóÇÝóÊöíú)
æó ÈöÛöäóÇßó ÃóÌúÈõÑõ ÚóíúáóÊöíú æó ÊóÍúÊó Ùöáøö ÚóÝúæößó ÞöíóÇãöíú æó Åöáóì
ÌõæúÏößó æó ßóÑóãößó ÃóÑúÝóÚõ ÈóÕóÑöíú æó Åöáóì ãóÚúÑõæúÝößó ÃõÏöíúãõ äóÙóÑöíú¡
ÝóáÇó ÊõÍúÑöÞúäöíú ÈöÇáäøóÇÑö æó ÃóäúÊó ãóæúÖöÚõ Ãóãóáöíú æó áÇó ÊõÓúßöäøöí
ÇáúåóÇæöíóÉó ÝóÅöäøóßó ÞõÑøóÉõ Úóíúäöíú¡ íóÇ ÓóíøöÏöí áÇó ÊõßóÐøöÈú Ùóäøöíú
ÈöÅöÍúÓóÇäößó æó ãóÚúÑõæúÝößó¡ ÝóÅöäøóßó ËöÞóÊöíú¡ æó áÇó ÊóÍúÑöãúäöíú
ËóæóÇÈóßó¡ ÝóÅöäøóßó ÇáúÚóÇÑöÝõ ÈöÝóÞúÑöíú¡ Åöáóåöíú Åöäú ßóÇäó ÞóÏú ÏóäóÇ
ÃóÌóáöíú æó áóãú íõÞóÑøöÈúäöíú ãöäúßó Úóãóáöíú ÝóÞóÏú ÌóÚóáúÊõ ÇáúÅöÚúÊöÑóÇÝó
Åöáóíúßó ÈöÐóäúÈöíú æóÓóÇÆöáó Úöáóáöíú¡ Åöáóåöíú Åöäú ÚóÝóæúÊó Ýóãóäú Ãóæúáóì
ãöäúßó ÈöÇáúÚóÝúæö æó Åöäú ÚóÐøóÈúÊó Ýóãóäú ÃóÚúÏóáõ ãöäúßó Ýöí ÇáúÍõßúãö¡ ÇöÑúÍóãú
Ýöíú åóÐöåö ÇáÏøõäúíóÇ ÛõÑúÈóÊöíú æó ÚöäúÏó ÇáúãóæúÊö ßõÑúÈóÊöíú æó Ýöí
ÇáúÞóÈúÑö æóÍúÏóÊöíú æó Ýöí ÇááøóÍúÏö æóÍúÔóÊöíú¡ æó ÅöÐóÇ äõÔöÑúÊõ áöáúÍöÓóÇÈö
Èóíúäó íóÏóíúßó Ðõáøó ãóæúÞöÝöíú¡ æó ÇÛúÝöÑú áöíú ãóÇ ÎóÝöíó Úóáóì
ÇáúÂÏóãöíøöíäó ãöäú Úóãóáöíú¡ æó ÃóÏöãú áöíú ãóÇ Èöåö ÓóÊóÑúÊóäöíú¡ æó
ÇÑúÍóãúäöíú ÕóÑöíúÚðÇ Úóáóì ÇáúÝöÑóÇÔö ÊõÞóáøöÈõäöíú ÃóíúÏöíú ÃóÍöÈøóÊöíú¡ æó
ÊóÝóÖøóáú Úóáóíøó ãóãúÏõæúÏðÇ Úóáóì ÇáúãõÛúÊóÓóáö íõÞóáøöÈõäöíú ÕóÇáöÍõ ÌöíúÑóÊöíú¡
æó ÊóÍóäøóäú Úóáóíøó ãóÍúãõæúáÇð ÞóÏú ÊóäóÇæóáó ÇáúÃóÞúÑöÈóÇÁõ ÃóØúÑóÇÝó ÌóäóÇÒóÊöíú¡
æó ÌõÏú Úóáóíøó ãóäúÞõæúáÇð ÞóÏú äóÒóáúÊõ Èößó æóÍöíúÏðÇ Ýöíú ÍõÝúÑóÊöíú¡ æó
ÇÑúÍóãú Ýöíú Ðóáößó ÇáúÈóíúÊö ÇáúÌóÏöíúÏö ÛõÑúÈóÊöíú ÍóÊøóì áÇó ÃóÓúÊóÃúäöÓó
ÈöÛóíúÑößó¡ íóÇ ÓóíøöÏöí Åöäú æóßóáúÊóäöíú Åöáóì äóÝúÓöíú åóáóßúÊõ¡ ÓóíøöÏöíú
ÝóÈöãóäú ÃóÓúÊóÛöíúËõ Åöäú áóãú ÊõÞöáúäöíú ÚóËúÑóÊöíú¡ ÝóÅöáóì ãóäú ÃóÝúÒóÚõ
Åöäú ÝóÞóÏúÊõ ÚöäóÇíóÊóßó Ýöíú ÖóÌúÚóÊöíú¡ æó Åöáóì ãóäú ÃóáúÊóÌöÆõ Åöäú áóãú
ÊõäóÝøöÓú ßõÑúÈóÊöíú¡ ÓóíøöÏöíú ãóäú áöíú æó ãóäú íóÑúÍóãõäöíú Åöäú áóãú
ÊóÑúÍóãúäöíú¡ æó ÝóÖúáó ãóäú ÃõÄóãøöáõ Åöäú ÚóÏöãúÊõ ÝóÖúáóßó íóæúãó ÝóÇÞóÊöíú¡
æó Åöáóì ãóäö ÇáúÝöÑóÇÑõ ãöäó ÇáÐøõäõæúÈö ÅöÐóÇ ÇäúÞóÖóì ÃóÌóáöíú¡ ÓóíøöÏöíú áÇó
ÊõÚóÐøöÈúäöíú æó ÃóäóÇ ÃóÑúÌõæúßó¡ Åöáóåöíú (Çóááåõãó) ÍóÞøöÞú ÑóÌóÇÆöíú æó Âãöäú
ÎóæúÝöíú¡ ÝóÅöäøó ßóËúÑóÉó ÐõäõæúÈöíú áÇó ÃóÑúÌõæú ÝöíúåóÇ (áóåóÇ) ÅöáÇøó
ÚóÝúæóßó¡ ÓóíøöÏöíú ÃóäóÇ ÃóÓúÃóáõßó ãóÇ áÇó ÃóÓúÊóÍöÞøõ æó ÃóäúÊó Ãóåúáõ
ÇáÊøóÞúæóì æó Ãóåúáõ ÇáúãóÛúÝöÑóÉö¡ ÝóÇÛúÝöÑú áöíú æó ÃóáúÈöÓúäöíú ãöäú
äóÙóÑößó ËóæúÈðÇ íõÛóØøöíú Úóáóíøó ÇáÊøóÈöÚóÇÊö æó ÊóÛúÝöÑõåóÇ áöíú æó áÇó
ÃõØóÇáóÈõ ÈöåóÇ¡ Åöäøóßó Ðõæú ãóäøò ÞóÏöíúãò æó ÕóÝúÍò ÚóÙöíúãò æó ÊóÌóÇæõÒò
ßóÑöíúãò¡ Åöáóåöíú ÃóäúÊó ÇáøóÐöíú ÊõÝöíúÖõ ÓóíúÈóßó Úóáóì ãóäú áÇó íóÓúÃóáõßó
æó Úóáóì ÇáúÌóÇÍöÏöíäó ÈöÑõÈõæúÈöíøóÊößó¡ ÝóßóíúÝó ÓóíøöÏöíú Èöãóäú ÓóÃóáóßó æó
ÃóíúÞóäó Ãóäøó ÇáúÎóáúÞó áóßó æó ÇáúÃóãúÑó Åöáóíúßó¡ ÊóÈóÇÑóßúÊó æó ÊóÚóÇáóíúÊó
íóÇ ÑóÈøó ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ ÓóíøöÏöíú ÚóÈúÏõßó ÈöÈóÇÈößó ÃóÞóÇãóÊúåõ ÇáúÎóÕóÇÕóÉõ
Èóíúäó íóÏóíúßó íóÞúÑóÚõ ÈóÇÈó ÅöÍúÓóÇäößó ÈöÏõÚóÇÆöåö (æó íóÓúÊóÚúØöÝõ Ìóãöíúáó
äóÙóÑößó Èöãóßúäõæúäö ÑóÌóÇÆößó)¡ ÝóáÇó ÊõÚúÑöÖú ÈöæóÌúåößó ÇáúßóÑöíúãö Úóäøöíú
æó ÇÞúÈóáú ãöäøöíú ãóÇ ÃóÞõæúáõ¡ ÝóÞóÏú ÏóÚóæúÊõ (ÏóÚúæóÊõßóþ) ÈöåóÐóÇ
ÇáÏøõÚóÇÁö æó ÃóäóÇ ÃóÑúÌõæú Ãóäú áÇó ÊóÑõÏøóäöíú ãóÚúÑöÝóÉð ãöäøöíú ÈöÑóÃúÝóÊößó
æó ÑóÍúãóÊößó¡ Åöáóåöíú ÃóäúÊó ÇáøóÐöíú áÇó íõÍúÝöíúßó ÓóÇÆöáñ æó áÇó
íóäúÞõÕõßó äóÇÆöáñ¡ ÃóäúÊó ßóãóÇ ÊóÞõæúáõ æó ÝóæúÞó ãóÇ äóÞõæúáõ¡ Çóááøóåõãøó
Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÕóÈúÑðÇ ÌóãöíúáÇð æó ÝóÑóÌðÇ ÞóÑöíúÈðÇ æó ÞóæúáÇð ÕóÇÏöÞðÇ
æó ÃóÌúÑðÇ ÚóÙöíúãðÇ¡ ÃóÓúÃóáõßó íóÇ ÑóÈøö ãöäó ÇáúÎóíúÑö ßõáøöåö ãóÇ ÚóáöãúÊõ
ãöäúåõ æó ãóÇ áóãú ÃóÚúáóãú¡ ÃóÓúÃóáõßó Çóááøóåõãøó ãöäú ÎóíúÑö ãóÇ ÓóÃóáóßó
ãöäúåõ ÚöÈóÇÏõßó ÇáÕøóÇáöÍõæúäó¡ íóÇ ÎóíúÑó ãóäú ÓõÆöáó æó ÃóÌúæóÏó ãóäú ÃóÚúØóì
ÃóÚúØöäöíú ÓõÄúáöíú Ýöíú äóÝúÓöíú æó Ãóåúáöíú æó æóÇáöÏóíøó æó æõáúÏöíú (æóáóÏöíú)
æó Ãóåúáö ÍõÒóÇäóÊöíú æó ÅöÎúæóÇäöíú Ýöíúßó¡ æó ÃóÑúÛöÏú ÚóíúÔöíú æó ÃóÙúåöÑú
ãõÑõæøóÊöíú æó ÃóÕúáöÍú ÌóãöíúÚó ÃóÍúæóÇáöíú æó ÇÌúÚóáúäöíú ãöãøóäú ÃóØóáúÊó
ÚõãõÑóåõ æó ÍóÓøóäúÊó Úóãóáóåõ æó ÃóÊúãóãúÊó Úóáóíúåö äöÚúãóÊóßó æó ÑóÖöíúÊó
Úóäúåõ æó ÃóÍúíóíúÊóåõ ÍóíóÇÉð ØóíøöÈóÉð Ýöíú ÃóÏúæóãö ÇáÓøõÑõæúÑö æó ÃóÓúÈóÛö
ÇáúßóÑóÇãóÉö æó ÃóÊóãøö ÇáúÚóíúÔö¡ Åöäøóßó ÊóÝúÚóáõ ãóÇ ÊóÔóÇÁõ æó áÇó ÊóÝúÚóáõ
ãóÇ íóÔóÇÁõ ÛóíúÑõßó¡ Çóááøóåõãøó ÎõÕøóäöíú ãöäúßó ÈöÎóÇÕøóÉö ÐößúÑößó æó áÇó
ÊóÌúÚóáú ÔóíúÆðÇ ãöãøóÇ ÃóÊóÞóÑøóÈõ Èöåö Ýöíú ÂäóÇÁö Çááøóíúáö æó ÃóØúÑóÇÝö
ÇáäøóåóÇÑö ÑöíóÇÁð æó áÇó ÓõãúÚóÉð æó áÇó ÃóÔóÑðÇ æó áÇó ÈóØóÑðÇ¡ æó ÇÌúÚóáúäöíú
áóßó ãöäó ÇáúÎóÇÔöÚöíúäó¡ Çóááøóåõãøó ÃóÚúØöäöí ÇáÓøóÚóÉó Ýöí ÇáÑøöÒúÞö æó
ÇáúÃóãúäó Ýöí ÇáúæóØóäö æó ÞõÑøóÉó ÇáúÚóíúäö Ýöí ÇáúÃóåúáö æó ÇáúãóÇáö æó
ÇáúæóáóÏö æó ÇáúãõÞóÇãó Ýöíú äöÚóãößó ÚöäúÏöíú æó ÇáÕøöÍøóÉó Ýöí ÇáúÌöÓúãö æó ÇáúÞõæøóÉó
Ýöí ÇáúÈóÏóäö æó ÇáÓøóáÇóãóÉó Ýöí ÇáÏøöíúäö¡ æó ÇÓúÊóÚúãöáúäöíú ÈöØóÇÚóÊößó æó
ØóÇÚóÉö ÑóÓõæúáößó ãõÍóãøóÏò Õóáøóì Çóááåõ Úóáóíúåö æó Âáöåö ÃóÈóÏðÇ ãóÇ
ÇÓúÊóÚúãóÑúÊóäöíú¡ æó ÇÌúÚóáúäöíú ãöäú ÃóæúÝóÑö ÚöÈóÇÏößó ÚöäúÏóßó äóÕöíúÈðÇ
Ýöíú ßõáøö ÎóíúÑò ÃóäúÒóáúÊóåõ æó ÊõäúÒöáõåõ Ýöíú ÔóåúÑö ÑóãóÖóÇäó Ýöíú
áóíúáóÉö ÇáúÞóÏúÑö æó ãóÇ ÃóäúÊó ãõäúÒöáõåõ Ýöíú ßõáøö ÓóäóÉò ãöäú ÑóÍúãóÉò
ÊóäúÔõÑõåóÇ æó ÚóÇÝöíóÉò ÊõáúÈöÓõåóÇ æó ÈóáöíøóÉò ÊóÏúÝóÚõåóÇ æó ÍóÓóäóÇÊò
ÊóÊóÞóÈøóáõåóÇ æó ÓóíøöÆóÇÊò ÊóÊóÌóÇæóÒõ ÚóäúåóÇ¡ æó ÇÑúÒõÞúäöíú ÍóÌøó ÈóíúÊößó
ÇáúÍóÑóÇãö Ýöíú ÚóÇãöäóÇ (ÚóÇãöíú) åóÐóÇ æó Ýöíú ßõáøö ÚóÇãò¡ æó ÇÑúÒõÞúäöíú
ÑöÒúÞðÇ æóÇÓöÚðÇ ãöäú ÝóÖúáößó ÇáúæóÇÓöÚö¡ æó ÇÕúÑöÝú Úóäøöíú íóÇ ÓóíøöÏöí
ÇáúÃóÓúæóÇÁó¡ æó ÇÞúÖö Úóäøöí ÇáÏøóíúäó æó ÇáÙøõáÇóãóÇÊö ÍóÊøóì áÇó ÃóÊóÃóÐøóì
ÈöÔóíúÆò ãöäúåõ¡ æó ÎõÐú Úóäøöíú ÈöÃóÓúãóÇÚö æó ÃóÈúÕóÇÑö ÃóÚúÏóÇÆöíú æó ÍõÓøóÇÏöíú
æó ÇáúÈóÇÛöíúäó Úóáóíøó æó ÇäúÕõÑúäöíú Úóáóíúåöãú¡ æó ÃóÞöÑøó Úóíúäöíú (æó
ÍóÞøöÞú Ùóäøöíú) æó ÝóÑøöÍú ÞóáúÈöíú¡ æó ÇÌúÚóáú áöíú ãöäú åóãøöíú æó ßóÑúÈöíú
ÝóÑóÌðÇ æó ãóÎúÑóÌðÇ¡ æó ÇÌúÚóáú ãóäú ÃóÑóÇÏóäöíú ÈöÓõæúÁò ãöäú ÌóãöíúÚö
ÎóáúÞößó ÊóÍúÊó ÞóÏóãóíøó¡ æó ÇßúÝöäöíú ÔóÑøó ÇáÔøóíúØóÇäö æó ÔóÑøó
ÇáÓøõáúØóÇäö æó ÓóíøöÆóÇÊö Úóãóáöíú¡ æó ØóåøöÑúäöíú ãöäó ÇáÐøõäõæúÈö ßõáøöåóÇ¡
æó ÃóÌöÑúäöíú ãöäó ÇáäøóÇÑö ÈöÚóÝúæößó¡ æó ÃóÏúÎöáúäöí ÇáúÌóäøóÉó ÈöÑóÍúãóÊößó
æó ÒóæøöÌúäöí ãöäó ÇáúÍõæÑö ÇáúÚöíúäö ÈöÝóÖúáößó¡ æó ÃóáúÍöÞúäöíú
ÈöÃóæúáöíóÇÆößó ÇáÕøóÇáöÍöíúäó ãõÍóãøóÏò æó Âáöåö ÇáúÃóÈúÑóÇÑö ÇáØøóíøöÈöíúäó
ÇáØøóÇåöÑöíúäó ÇáúÃóÎúíóÇÑö ÕóáóæóÇÊõßó Úóáóíúåöãú æó Úóáóì ÃóÌúÓóÇÏöåöãú æó ÃóÑúæóÇÍöåöãú
æó ÑóÍúãóÉõ Çááøóåö æó ÈóÑóßóÇÊõåõ¡ Åöáóåöíú æó ÓóíøöÏöíú æó ÚöÒøóÊößó æó ÌóáÇóáößó
áóÆöäú ØóÇáóÈúÊóäöíú ÈöÐõäõæúÈöíú áóÃõØóÇáöÈóäøóßó ÈöÚóÝúæößó¡ æó áóÆöäú
ØóÇáóÈúÊóäöíú ÈöáõÄúãöíú áóÃõØóÇáöÈóäøóßó ÈößóÑóãößó¡ æó áóÆöäú ÃóÏúÎóáúÊóäöí
ÇáäøóÇÑó áóÃõÎúÈöÑóäøó Ãóåúáó ÇáäøóÇÑö ÈöÍõÈøöíú áóßó¡ Åöáóåöíú æó ÓóíøöÏöíú
Åöäú ßõäúÊó áÇó ÊóÛúÝöÑõ ÅöáÇøó áöÃóæúáöíóÇÆößó æó Ãóåúáö ØóÇÚóÊößó ÝóÅöáóì
ãóäú íóÝúÒóÚõ ÇáúãõÐúäöÈõæúäó¡ æó Åöäú ßõäúÊó áÇó ÊõßúÑöãõ ÅöáÇøó Ãóåúáó
ÇáúæóÝóÇÁö Èößó ÝóÈöãóäú íóÓúÊóÛöíúËõ ÇáúãõÓöíúÆõæúäó¡ Åöáóåöí Åöäú
ÃóÏúÎóáúÊóäöí ÇáäøóÇÑó ÝóÝöíú Ðóáößó ÓõÑõæúÑõ ÚóÏõæøößó æó Åöäú ÃóÏúÎóáúÊóäöí
ÇáúÌóäøóÉó ÝóÝöí Ðóáößó ÓõÑõæúÑõ äóÈöíøößó¡ æó ÃóäóÇ æó Çááøóåö ÃóÚúáóãõ Ãóäøó
ÓõÑõæúÑó äóÈöíøößó ÃóÍóÈøõ Åöáóíúßó ãöäú ÓõÑõæúÑö ÚóÏõæøößó¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÓúÃóáõßó Ãóäú ÊóãúáóÃó ÞóáúÈöíú ÍõÈøðÇ áóßó æó ÎóÔúíóÉð ãöäúßó æó ÊóÕúÏöíúÞðÇ
ÈößöÊóÇÈößó æó ÅöíãóÇäðÇ Èößó æó ÝóÑóÞðÇ ãöäúßó æó ÔóæúÞðÇ Åöáóíúßó¡ íóÇ ÐóÇ
ÇáúÌóáÇóáö æó ÇáúÅößúÑóÇãö ÍóÈøöÈú Åöáóíøó áöÞóÇÁóßó æó ÃóÍúÈöÈú áöÞóÇÆöíú¡ æó
ÇÌúÚóáú áöíú Ýöíú áöÞóÇÆößó ÇáÑøóÇÍóÉó æó ÇáúÝóÑóÌó æó ÇáúßóÑóÇãóÉó¡ Çóááøóåõãøó
ÃóáúÍöÞúäöíú ÈöÕóÇáöÍö ãóäú ãóÖóì æó ÇÌúÚóáúäöíú ãöäú ÕóÇáöÍö ãóäú ÈóÞöíó¡ æó
ÎõÐú Èöíú ÓóÈöíúáó ÇáÕøóÇáöÍöíúäó¡ æó ÃóÚöäøöíú Úóáóì äóÝúÓöíú ÈöãóÇ ÊõÚöíúäõ
Èöåö ÇáÕøóÇáöÍöíúäó Úóáóì ÃóäúÝõÓöåöãú¡ æó ÇÎúÊöãú Úóãóáöíú ÈöÃóÍúÓóäöåö æó
ÇÌúÚóáú ËóæóÇÈöíú ãöäúåõ ÇáúÌóäøóÉó ÈöÑóÍúãóÊößó¡ æó ÃóÚöäøöíú Úóáóì ÕóÇáöÍö
ãóÇ ÃóÚúØóíúÊóäöíú¡ æó ËóÈøöÊúäöíú íóÇ ÑóÈøö æó áÇó ÊóÑõÏøóäöíú Ýöíú ÓõæúÁò
ÇÓúÊóäúÞóÐúÊóäöíú ãöäúåõ íóÇ ÑóÈøó ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú
ÃóÓúÃóáõßó ÅöíãóÇäðÇ áÇó ÃóÌóáó áóåõ Ïõæúäó áöÞóÇÆößó¡ ÃóÍúíöäöíú ãóÇ ÃóÍúíóíúÊóäöíú
Úóáóíúåö æó ÊóæóÝøóäöíú ÅöÐóÇ ÊóæóÝøóíúÊóäöíú Úóáóíúåö¡ æó ÇÈúÚóËúäöíú ÅöÐóÇ
ÈóÚóËúÊóäöíú Úóáóíúåö¡ æó ÃóÈúÑöÆú ÞóáúÈöíú ãöäó ÇáÑøöíóÇÁö æó ÇáÔøóßøö æó
ÇáÓøõãúÚóÉö Ýöíú Ïöíúäößó ÍóÊøóì íóßõæúäó Úóãóáöíú ÎóÇáöÕðÇ áóßó¡ Çóááøóåõãøó
ÃóÚúØöäöíú ÈóÕöíúÑóÉð Ýöíú Ïöíúäößó æó ÝóåúãðÇ Ýöíú Íõßúãößó æó ÝöÞúåðÇ Ýöíú
Úöáúãößó æó ßöÝúáóíúäö ãöäú ÑóÍúãóÊößó æó æóÑóÚðÇ íóÍúÌõÒõäöíú Úóäú ãóÚóÇÕöíúßó¡
æó ÈóíøöÖú æóÌúåöíú ÈöäõæúÑößó¡ æó ÇÌúÚóáú ÑóÛúÈóÊöíú ÝöíúãóÇ ÚöäúÏóßó¡ æó
ÊóæóÝøóäöíú Ýöíú ÓóÈöíúáößó æó Úóáóì ãöáøóÉö ÑóÓõæúáößó Õóáøóì Çóááåõ Úóáóíúåö
æó Âáöåö¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäó ÇáúßóÓóáö æó ÇáúÝóÔóáö æó
Çáúåóãøö æó ÇáúÌõÈúäö æó ÇáúÈõÎúáö æó ÇáúÛóÝúáóÉö æó ÇáúÞóÓúæóÉö (æó ÇáÐøöáøóÉö)
æó ÇáúãóÓúßóäóÉö æó ÇáúÝóÞúÑö æó ÇáúÝóÇÞóÉö æó ßõáøö ÈóáöíøóÉò æó ÇáúÝóæóÇÍöÔö
ãóÇ ÙóåóÑó ãöäúåóÇ æó ãóÇ ÈóØóäó¡ æó ÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäú äóÝúÓò áÇó ÊóÞúäóÚõ æó
ÈóØúäò áÇó íóÔúÈóÚõ æó ÞóáúÈò áÇó íóÎúÔóÚõ æó ÏõÚóÇÁò áÇó íõÓúãóÚõ æó Úóãóáò áÇó
íóäúÝóÚõ¡ æó ÃóÚõæúÐõ Èößó íóÇ ÑóÈøö Úóáóì äóÝúÓöíú æó Ïöíúäöíú æó ãóÇáöíú æó
Úóáóì ÌóãöíúÚö ãóÇ ÑóÒóÞúÊóäöíú ãöäó ÇáÔøóíúØóÇäö ÇáÑøóÌöíúãö¡ Åöäøóßó ÃóäúÊó
ÇáÓøóãöíúÚõ ÇáúÚóáöíúãõ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøóåõ áÇó íõÌöíúÑõäöíú ãöäúßó ÃóÍóÏñ æó
áÇó ÃóÌöÏõ ãöäú Ïõæúäößó ãõáúÊóÍóÏðÇ¡ ÝóáÇó ÊóÌúÚóáú äóÝúÓöíú Ýöíú ÔóíúÆò ãöäú
ÚóÐóÇÈößó æó áÇó ÊóÑõÏøóäöíú ÈöåóáóßóÉò æó áÇó ÊóÑõÏøóäöíú ÈöÚóÐóÇÈò Ãóáöíúãò¡ Çóááøóåõãøó
ÊóÞóÈøóáú ãöäøöíú æó ÃóÚúáö ÐößúÑöíú æó ÇÑúÝóÚú ÏóÑóÌóÊöíú æó ÍõØøó æöÒúÑöíú æó
áÇó ÊóÐúßõÑúäöíú ÈöÎóØöíúÆóÊöíú æó ÇÌúÚóáú ËóæóÇÈó ãóÌúáöÓöíú æó ËóæóÇÈó
ãóäúØöÞöíú æó ËóæóÇÈó ÏõÚóÇÆöíú ÑöÖóÇßó æó ÇáúÌóäøóÉó¡ æó ÃóÚúØöäöíú íóÇ ÑóÈøö
ÌóãöíúÚó ãóÇ ÓóÃóáúÊõßó¡ æó ÒöÏúäöíú ãöäú ÝóÖúáößó¡ Åöäøöíú Åöáóíúßó ÑóÇÛöÈñ
íóÇ ÑóÈøó ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ Çóááøóåõãøó Åöäøóßó ÃóäúÒóáúÊó Ýöíú ßöÊóÇÈößó (ÇáúÚóÝúæó
æó ÃóãóÑúÊóäóÇ) Ãóäú äóÚúÝõæó Úóãøóäú ÙóáóãóäóÇ æó ÞóÏú ÙóáóãúäóÇ ÃóäúÝõÓóäóÇ
ÝóÇÚúÝõ ÚóäøóÇ¡ ÝóÅöäøóßó Ãóæúáóì ÈöÐóáößó ãöäøóÇ¡ æó ÃóãóÑúÊóäóÇ Ãóäú áÇó
äóÑõÏøó ÓóÇÆöáÇð Úóäú ÃóÈúæóÇÈöäóÇ æó ÞóÏú ÌöÆúÊõßó ÓóÇÆöáÇð ÝóáÇó ÊóÑõÏøóäöíú
ÅöáÇøó ÈöÞóÖóÇÁö ÍóÇÌóÊöíú¡ æó ÃóãóÑúÊóäóÇ ÈöÇáúÅöÍúÓóÇäö Åöáóì ãóÇ ãóáóßóÊú
ÃóíúãóÇäõäóÇ æó äóÍúäõ ÃóÑöÞøóÇÄõßó ÝóÃóÚúÊöÞú ÑöÞóÇÈóäóÇ ãöäó ÇáäøóÇÑö¡ íóÇ
ãóÝúÒóÚöíú ÚöäúÏó ßõÑúÈóÊöíú æó íóÇ ÛóæúËöíú ÚöäúÏó ÔöÏøóÊöíú Åöáóíúßó ÝóÒöÚúÊõ
æó Èößó ÇÓúÊóÛóËúÊõ æó áõÐúÊõ¡ áÇó ÃóáõæÐõ ÈöÓöæóÇßó æó áÇó ÃóØúáõÈõ ÇáúÝóÑóÌó
ÅöáÇøó ãöäúßó¡ ÝóÃóÛöËúäöíú æó ÝóÑøöÌú Úóäøöíú¡ íóÇ ãóäú
íóÝõßøõ ÇáúÃóÓöíúÑó (íóÞúÈóáõ ÇáúíóÓöíúÑó) æó íóÚúÝõæú Úóäö ÇáúßóËöíúÑö ÇÞúÈóáú
ãöäøöí ÇáúíóÓöíúÑó æó ÇÚúÝõ Úóäøöí ÇáúßóËöíúÑó¡ Åöäøóßó ÃóäúÊó ÇáÑøóÍöíúãõ
ÇáúÛóÝõæúÑõ¡ Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÓúÃóáõßó ÅöíãóÇäðÇ ÊõÈóÇÔöÑõ Èöåö ÞóáúÈöíú
æó íóÞöíúäðÇ (ÕóÇÏöÞðÇ) ÍóÊøóì ÃóÚúáóãó Ãóäøóåõ áóäú íõÕöíúÈóäöíú ÅöáÇøó ãóÇ
ßóÊóÈúÊó áöíú¡ æó ÑóÖøöäöíú ãöäó ÇáúÚóíúÔö ÈöãóÇ ÞóÓóãúÊó áöíú¡ íóÇ ÃóÑúÍóãó
ÇáÑøóÇÍöãöíúäó
Ya Ilahi, jangan Kau hajar aku dengan siksa-Mu dan jangan Kau jerumuskan aku dalam tipu-daya-Mu. Dari manakah aku mendapatkan kebaikan, sedangkan ia tidak mungkin ditemukan kecuali dari sisi-Mu? Dan dari mana aku mendapatkan keselamatan, sedangkan ia tidak dapat digapai kecuali dengan (perantara)-Mu? Tidaklah orang yang berbuat baik merasa cukup dari pertolongan dan rahmat-Mu, dan tidaklah juga orang yang berbuat kejelekan, berani menentang-Mu, dan membuat-Mu murka keluar dari kekuasaan-Mu! Ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi. (Bacalah ya Rabbi ini hingga nafas Anda berakhir). Hanya dengan (perantara)-Mu aku mengenal-Mu dan Engkau menunjukkanku kepada-Mu, serta memanggil-Mu ke arah-Mu. Jika bukan karena Engkau, aku tidak akan mengenal siapa Engkau. Segala puji bagi Allah yang (jika) aku memanggil-Nya, Ia pasti menjawab (panggilan)ku meskipun aku lambat (menjawab)-Nya ketika Ia memanggilku. Segala puji bagi Allah yang (jika) aku memohon-Nya, Ia pasti memberiku meskipun aku kikir ketika Ia ingin meminjam utang dariku. Segala puji bagi Allah yang aku dapat memanggil-Nya untuk hajatku kapan pun aku mau dan aku menyendiri dengan-Nya untuk rahasiaku kapan pun aku suka tanpa seorang perantara, lalu Ia pasti memenuhi hajatku. Segala puji bagi Allah yang aku tidak ingin menyeru selain-Nya, karena seandainya aku menyeru selain-Nya, ia tidak akan mampu menjawab seruanku. Segala Puji bagi Allah yang aku tidak ingin mengharap selain-Nya, karena seandainya aku mengharap selain-Nya, ia akan memutuskan harapanku. Segala puji bagi Allah yang telah menyerahkanku kepada Diri-Nya, lalu Ia memuliakanku dan tidak menyerahkanku kepada orang lain, lalu ia pasti menghinakanku. Segala puji bagi Allah yang senantiasa mencintaiku, sedangkan Ia tidak membutuhkanku. Dan segala puji bagi Allah yang selalu mengasihiku sehingga aku merasa tidak memiliki dosa sedikit pun. Dengan ini, Tuhanku adalah sesuatu yang lebih layak dipuji dan Ia lebih berhak terhadap pujianku. Ya Allah, kutemukan jalan-jalan segala permohonan kepada-Mu terbentang, mata air harapan kepada-Mu penuh dengan air, meminta pertolongan kepada karunia-Mu bagi orang yang mengharapkan-Mu diperbolehkan, dan pintu-pintu doa kepada-Mu bagi orang-orang yang merintih terbuka. Dan aku mengetahui bahwa Engkau bagi yang berharap pasti mengabulkannya dan bagi yang tertimpa kesusahan pasti menolongnya, (aku mengetahui) bahwa dalam merintih kepada kedermawanan-Mu dan menerima qadha-Mu terdapat pengganti dari pelarangan orang-orang yang kikir dan kebebasan dari (meminta) apa yang berada di tangan para pencinta dunia, dan (aku mengetahui) bahwa orang yang berjalan menuju-Mu dekat jarak (perjalanannya) dan Engkau tidak tersembunyi dari makhluk-Mu kecuali jika amalan-amalan yang mereka lakukan untuk selain-Mu yang menutupi (mata hati) mereka. (Kini) aku telah menuju-Mu dengan permohonanku ini, berangkat (menuju)-Mu dengan segala hajatku, kujadikan permintaan tolongku hanya kepada-Mu dan tawassulku hanya dengan menyeru-Mu, bukan karena aku berhak Engkau harus mendengarkan (seruan)ku dan aku menerima maaf-Mu, tetapi karena kepercayaanku terhadap karunia-Mu, ketenanganku terhadap kebenaran janji-Mu, bernaungku di bawah iman kepada keesaan-Mu, dan keyakinanku terhadap pengetahuanku tentang-Mu bahwa tiada Tuhan bagiku kecuali Engkau dan tiada Tuhan selain Engkau (yang) Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Mu. Ya Allah, Engkaulah yang telah berfirman—sedangkan firman-Mu adalah benar dan janji-Mu adalah jujur,“Dan mohonlah kepada Allah dari karunia-Nya, sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadap kalian.” Dan bukanlah dari sifat-Mu, wahai Tuanku Engkau memerintahkan untuk meminta, lalu Engkau enggan untuk memberi, sedangkan Engkau Maha Pemberi anugrah terhadap penghuni kerjaan-Mu dan pencurah kasih sayang atas mereka. Ya Ilahi, Engkau telah mendidikku dalam kenikmatan dan kebaikan-Mu ketika aku masih kecil dan memuji namaku ketika aku sudah besar. Maka, wahai Yang telah mendidikku di dunia ini dengan kebaikan, karunia, dan nikmat-Nya dan menunjukkan kepadaku di akhirat ampunan dan kemurahan-Nya, makrifahku, wahai Junjunganku adalah petunjukku menuju-Mu dan kecintaanku kepada-Mu adalah penyafaatku kepada-Mu, sedangkan aku percaya kepada petunjukku itu dengan penunjukan-Mu dan percaya kepada penyafaatku (bahwa ia akan mengantarkanku ke) syafaat-Mu. Aku menyeru-Mu, wahai Junjunganku dengan lidah yang telah dibisukan oleh dosanya, Rabbi, aku bermunajat kepada-Mu dengan hati yang telah dicelakakan oleh kejahatannya, aku menyeru-Mu dalam keadaan takut, berkeinginan, berharap, dan khawatir. Jika aku melihat dosa-dosaku wahai Junjunganku, aku menjadi takut dan jika melihat kemurahan-Mu, aku masih berharap. Jika Engkau memaafkanku, maka Engkau adalah sebaik-baik penyayang dan jika Engkau menyiksaku, maka Engkau tidak berbuat lalim. Alasanku, ya Allah sehingga aku berani memohon kepada-Mu padahal aku telah mengerjakan segala yang Kau benci adalah kedermawanan dan kemurahan-Mu, dan bekalku ketika aku ditimpa kesengsaraan padahal rasa maluku sedikit adalah kasih sayang dan rahmat-Mu. Dan aku berharap; jangan Kau sia-siakan harapanku dengan semua pelanggaran dan ketidakmaluanku itu. Wujudkanlah harapanku dan dengarkanlah seruanku, wahai Sebaik-baik Dzat yang dapat diseru oleh penyeru dan diharapkan oleh pengharap. Sangat besar, wahai Tuanku harapanku dan sungguh jelek kelakukanku. Maka, anugrahkan kepadaku maaf-Mu sebesar harapanku dan jangan Kau siksa aku karena kelakukanku yang jelek. Karena kemurahan-Mu lebih agung daripada Engkau harus menyiksa orang-orang yang berdosa dan kesabaran-Mu lebih besar daripada Engkau harus membalas orang-orang yang bersalah. Dan aku, wahai Tuanku berlindung kepada karunia-Mu, lari dari-Mu menuju-Mu, (dan menunggu) janji maaf-Mu atas orang yang berbaik sangka kepada-Mu terlaksana. Apalah aku, wahai Tuhanku dan apa pula kemampuanku? Anugrahkan padaku karunia-Mu dan bersedekahlah padaku dengan maaf-Mu. Wahai Tuhanku, agungkan agung dengan Engkau menutupi (cela dan dosa)ku dan maafkan dosa-dosaku demi kemurahan-Mu. Seandainya pada hari ini orang selain-Mu mengetahui perbuatan dosaku, niscaya aku tidak akan melakukannya dan seandainya aku takut akan siksa, niscaya aku akan menjauhinya, bukan (dengan demikian itu) karena Engkau tidak mampu melihat dan mengetahui, bahkan karena Engkau, wahai Tuhanku adalah sebaik-baik penutup (dosa), sebaik-baik penguasa, sebaik-baik Dzat Yang Maha Pemurah, Maha Penutup cela, Maha Pengampun dosa, Maha Mengetahui yang gaib; Engkau menutupi dosa karena kemurahan-Mu dan menunda siksa karena kesabaran-Mu. Maka, segala puji bagi-Mu atas kesabaran-Mu setelah dan atas maaf-Mu setelah berkuasa-Mu. Mendorongku dan memberanikanku untuk bermaksiat kepada-Mu kesabaran-Mu terhadapku, mengajakku untuk tidak memiliki rasa malu penutupan-Mu (terhadap cela)ku, dan merangsangku untuk melanggar segala larangan-Mu pengetahuanku akan luasnya rahmat-Mu dan agungnya maaf-Mu. Wahai Yang Maha Penyabar, wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, wahai Pengampun dosa, wahai Penerima taubat, wahai Yang agung anugrah-Mu, wahai Yang qadim kebaikan-Mu, manakah penutupan-Mu (terhadap segala dosa) yang indah itu? Manakah maaf-Mu yang agung itu? Manakah faraj[2]-Mu yang dekat itu? Manakah pertolongan-Mu yang cepat itu? Manakah rahmat-Mu yang luas itu? Manakah pemberian-pemberian-Mu yang mulia itu? Manakah anugrah-anugrah-Mu yang mudah itu? Manakah perbuatan-perbuatan baik-Mu yang mulia itu? Manakah karunia-Mu yang agung itu? Manakah karunia-Mu yang agung itu? Manakah kebaikan-Mu yang qadîm itu? Manakah kemurahan-Mu, wahai Yang Maha Pemurah. Demi kemurahan itu (dan demi Muhammad dan keluarga Muhammad) selamatkanlah aku dan demi rahmat-Mu lepaskanlah aku (dari segala derita dan celaka). Wahai Yang Maha Berbuat baik, wahai Penganugrah keindahan, wahai Yang Maha memberi nikmat, wahai Yang Maha memberi anugrah, aku tidak bertumpu dalam mencari keselamatan dari siksa-Mu kepada amalan-amalanku, akan tetapi hal itu dengan karunia-Mu terhadap kami. Karena Engkau layak untuk ditakuti dan layak untuk mengampuni. Engkau memulai dengan berbuat kebaikan sebagai nikmat dan memaafkan doa sebagai kemurahan. Maka, kami tidak tahu apa yang harus kami syukuri? Apakah kebaikan yang Kau tebarkan, keburukan yang Kau tutupi, agungnya ujian yang Kau timpakan dan Kau menangkan (kami atasnya) ataukah banyaknya malapetaka yang telah Kau selamatkan? Wahai Kekasih orang yang mencintai-Mu dan wahai Kebahagiaan orang yang berlindung kepada-Mu dan menyatu dengan-Mu, Engkau adalah Dzat yang selalu berbuat kebaikan dan kami adalah orang-orang yang selalu berbuat kejelekan, ampunilah ya Rabbi keburukan yang ada pada kami dengan keindahan (baca : keabikan) yang ada pada Diri-Mu. Kebodohan manakah ya Rabbi yang tidak diliputi oleh kedermawanan-Mu atau waktu manakah yang lebih panjang dari kesabaran-Mu? Apalah harga amalan-amalan kami dibandingkan dengan seluruh nikmat-Mu dan bagaimanakah kami memperbanyak amalan yang dengannya kami dapat membalas kemurahan-Mu? Bahkan, bagaimana mungkin sesuatu yang diliputi oleh rahmat-Mu akan sempit bagi orang-orang yang berdoa? Wahai Yang Maha Luas ampunan-Nya, wahai Yang membentangkan kedua tanagan-Nya dengan rahmat, demi kemuliaan-Mu, wahai Junjunganku, jika Kau campakkan aku, aku tidak akan hengkang dari pintu-Mu dan tidak akan berhenti dari memohon kepada-Mu, karena aku telah mengetahui kedermawanan dan kemurahan-Mu; Engkau akan menyiksa orang yang Kau kehendaki dengan apa yang Kau kehendaki dan bagaimana pun Kau kehendaki, dan mengasihani orang yang Kau kehendaki dengan apa yang Kau kehendaki dan bagaimana pun Kau kehendaki. Engkau tidak dipertanyakan tentang perlakuan-Mu, Engkau tidak ditentang dalam kerajaan-Mu, Engkau tidak dipersekutui dalam perintah-Mu, Engkau tidak dibantah dalam hukum-Mu, dan seorang pun tidak akan memprotes-Mu tentang pengaturan-Mu. Hanya bagi-Mu penciptaan dan perintah. Maha Agung Allah Tuhan semesta alam. Wahai Tuhanku, ini adalah kedudukan orang yang berlindung kepada-Mu, meminta pertolongan kepada kemurahan-Mu, dan sudah terbiasa dengan kebaikan dan nikmat-nikmat-Mu, sedangkan Engkau adalah Maha Dermawan yang tidak sempit ampunan-Mu, tidak terkurangi karunia-Mu, dan tidak menyedikit rahmat-Mu, dan kami telah percaya kepada-Mu akan ampunan-Mu yang qadîm karunia-Mu yang agung, dan rahmat-Mu yang luas. Apakah mungkin Engkau akan mengingkari persangkaan kami atau menyia-nyiakan harapan-harapan kami? Tidak mungkin, wahai Yang Maha Pemurah. Ini bukanlah persangkaan kami terhadap-Mu dan bukan juga keinginan kami! Ya Rabbi, sesungguhnya kami memiliki harapan dari-Mu yang panjang nan banyak, sesungguhnya kami memiliki keinginan yang besar dari-Mu. Kami bermaksiat kepada-Mu dan kami masih mengharapkan agar Engkau menutupinya, dan kami menyeru-Mu dan kami masih mengharapkan agar Engkau mengabulkannya. Maka, wujudkanlah harapan kami itu, wahai Junjungan kami. Dan kami mengetahui bahwa kami tidak berhak (atas itu semua) dengan amalan-amalan kami, akan tetapi, (hal itu karena) pengetahuan-Mu terhadap kami dan keyakinan kami bahwa Engkau tidak akan menyingkirkan kami dari-Mu meskipun kami tidak berhak mendapatkan rahmat-Mu. Engkau sangat layak untuk memberikan anugrah kepada kami dan kepada orang-orang yang berdosa demi karunia-Mu yang luas. Maka, curahkanlah karunia-Mu atas kami dengan apa yang layak bagi-Mu dan limpahkanlah kedermawanan-Mu atas kami, karena kami memerlukan karnia-Mu. Wahai Yang Maha Pengampu, hanya dengan nur-Mu kami mendapatkan petunjuk, hanya dengan anugrah-Mu kami merasa cukup, dan hanya dengan nikmat-Mu kami menjalani hari-hari kami. Ya Allah, di haribaan-Mu kami meminta ampun atas dosa-dosa kami dan bertaubat kepada-Mu. Engkau mengasihi kami dengan (mengucurkan) segala nikmat dan kami menentang-Mu dengan dengan dosa-dosa. Kebaikan-Mu selalu turun atas kami dan kejahatan kami selalu naik kepada-Mu, dan malaikat yang mulia selalu mendatangi-Mu dengan amalan-amalan kami yang buruk. Akan tetapi, itu semua tidak mencegah-Mu untuk selalu melimpahkan nikmat-Mu atas kami dan mencurahkan karunia-karunia-Mu atas kami. Maha Suci Engkau, alangkah penyabarnya Engkau, alangkah agungnya Engkau, dan alangkah pemurahnya Engkau dari sejak awal hingga akhir (penciptaan). Suci asma-Mu, agung pujian-Mu, dan mulia segala perlakuan-Mu. Anugrah-Mu, ya Ilahi lebih luas dan kesabaran-Mu lebih agung daripada Engkau harus membandingkanku dengan perlakukan dan dosaku. Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, wahai Tuanku, wahai Tuanku, wahai tuanku. Ya Allah, sibukkanlah kami dengan mengingat-Mu, lindungilah dari murka-Mu, naungilah kami dari siksa-Mu, limpahkanlah rezeki kepada kami dari anugrah-anugrah-Mu, curahkanlah nikmat atas kami dari karunia-Mu, berikanlah kepada kesempatan untuk berhaji ke rumah-Mu yang suci dan menziarahi kuburan Nabi-Mu, semoga shalawat, rahmat, ampunan, dan keridhaan-Mu senantiasa tercurahkan atasnya dan atas Ahlulbaitnya; sesungguhnya Engkau Maha Dekat nan Mengabulkan, anugrahkan kepada kami (kekuatan) untuk mengamalkan ketaatan kepada-Mu, dan wafatkanlah kami atas agama-Mu dan sunnah Nabi-Mu saw. Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu aku masih kecil. Balaslah kebajikan mereka dengan kebajikan dan kejelekan mereka dengan ampunan. Ya Allah, ampunilah mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati dan hubungkanlah kami dengan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, ampunilah orang kami (baca : kerabat-kerabat kami) yang masih hidup dan yang sudah meninggal, yang hadir sekarang dan yang tidak ada di hadapan kami, yang lelaki dan yang perempuan, yang masih kecil dan yang sudah tua, yang merdeka dan yang menjadi budak; telah berbohong orang-orang yang kembali dari (agama) Allah, sesat sesesat-sesatnya, dan merugi serugi-ruginya. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, tutuplah (umur)ku dengan kebaikan, cukupkanlah bagiku urusan dunia dan akhiratku yang sangat kuperlukan, jangan Kau kuasakan atasku orang yang tidak mengasihaniku, jadikan untukku dari-Mu penjagaan yang abadi, jangan Kau cabut dariku nikmat baik yang telah Kau limpahkan padaku, anugrahkan padaku rezeki yang lapang, halal, dan baik. Ya Allah, lindungilah aku dengan perlindungan-Mu, jagalah aku dengan penjagaan-Mu, peliharalah aku dengan peliharaan-Mu, berilah padaku anugrah berhaji ke rumah-Mu yang suci, di tahunku ini dan setiap tahun, dan berziarah ke kuburan Nabi-Mu dan para imam as, dan jangan Kau halangi aku dari makam dan tempat-tempat suci itu. Ya Allah, terimalah taubatku sehingga aku tidak bermaksiat kepada-Mu dan ilhamkan padaku kebaikan dan mengamalkannya, serta rasa takut pada-Mu di waktu malam dan siang selama Engkau masih memberikan hidup padaku, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, setiap kali aku berkata pada diriku, “Sekarang aku telah siap untuk melakukan ketaatan dan berdiri untuk mengerjakan shalat di hadapan-Mu dan bermunajat kepada-Mu”, Engkau mendatangkan rasa kantuk jika aku mau mengerjakan dan mencabut dariku (kelezatan) bermunajat kepada-Mu jika aku bermunajat kepada-Mu. Apa gerangan yang terjadi pada diriku? Setiap kali kukatakan pada diriku, “Batinku telah baik dan hatiku telah mendekat kepada kelompok orang-orang yang ingin bertaubat”, bencana menimpaku yang membuat kakiku tergelincir dan menghalangiku dari berkhidmat kepada-Mu. Tuanku, mungkin dari pintu-Mu Engkau telah mencampakkanku dan dari (kelayakan) berkhidmat kepada-Mu Engkau telah mengusirku? Atau mungkin Engkau melihatku telah meremehkan hak-Mu, lalu Kau campakkan aku? Atau mungkin Engkau melihatku berpaling dari-Mu, lalu Kau murka padaku? Atau mungkin Engkau menemukanku di antara para pembohong, lalu Kau usir aku? Atau mungkin Engkau melihatku tidak bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu, lalu halangi aku? Atau mungkin Engkau tidak menemukanku di tengah-tengah kelompok para ulama, lalu Kau hinakan aku? Atau mungkin Engkau melihatku di antara orang-orang yang lupa (terhadap diri mereka), lalu Kau putus-asakan aku dari rahmat-Mu? Atau mungkin Engkau melihatku terbiasa (berada di tengah-tengah) kelompok orang-orang yang senang kebatilan, lalu Kau biarkan berada di antara mereka? Atau mungkin Engkau tidak senang untuk mendengarkan seruanku, lalu Kau jauhi aku? Atau mungkin karena kejahatan dan dosaku Engkau menyiksaku? Atau mungkin karena sedikitnya rasa maluku Engkau membalasku? Jika engkau memaafkanku, ya Rabbi, telah sering Engkau memaafkan orang-orang berdosa sebelumku, karena kemurahan-Mu, ya Rabbi, lebih agung daripada harus menyiksa orang-orang yang bersalah. Dan aku berlindung kepada anugrah-Mu, melarikan diri dari-Mu menuju haribaan-Mu, (menunggu) ampunan yang telah Kau janjikan kepada orang yang berbaik sangka kepada-Mu terlaksana. Ya Ilahi, anugrah-Mu lebih luas dan kesabaran-Mu lebih agung daripada harus membandingkanku dengan amalanku atau membuatku tergelincir (ke dalam jurang siksa) karena kesalahanku. Apa yang dapat kuperbuat, wahai Tuanku? Kucurkan atasku anugrah-Mu, wahai Tuanku, bersedekahlah padaku dengan maaf-Mu, agungkan aku dengan Engkau menutupi (dosa)ku, dan hindarilah untuk mencelaku demi kemuliaan Dzat-Mu. Wahai Tuanku, akulah orang kecil yang telah Kau didik, akulah orang bodoh yang telah Kau ajari, akulah orang sesat yang telah Kau berikan petunjuk, akulah orang hina yang telah Kau angkat, akulah orang yang ketakutan yang telah Kau berikan rasa aman, akulah orang yang tertimpa kelaparan yang telah Kau kenyangkan, orang yang terjerat kehausan yang (dahaganya) telah Kau puaskan, orang telanjang yang telah Kau tutupi, orang fakir yang telah Kau keyakan, orang lemah yang telah Kau kuatkan, orang hina yang telah Kau muliakan, orang sakit yang telah Kau sembuhkan, peminta yang telah Kau berikan, orang berlumuran dosa yang telah Kau tutupi, dan orang bersalah yang telah Kau ampuni, akulah orang yang sedikit yang telah Kau perbanyak, orang tertindas yang telah Kau tolong, dan akulah orang terusir yang telah Kau lindungi. Akulah, ya Rabbi, orang yang tidak merasa malu kepada-Mu dalam kesepian dan tidak memperhatikan-Mu dalam keramaian khalayak, akulah yang tertimpa malapetaka-malapetaka besar, akulah orang yang telah berani kepada Tuannya, akulah orang yang telah bermaksiat kepada Tuhan langit, akulah orang yang telah memberikan uang suap atas maksiat(ku) kepada Dzat Yang Maha Agung, akulah orang yang ketika diberi tahu tentang adanya maksiat-maksiat itu bergegas menuju kepadanya, akulah orang yang telah Kau beri kesempatan (untuk bertaubat), lalu aku tidak mau kembali, telah Kau tutupi (dosa-dosa)ku, lalu aku tidak tahu malu, aku telah melakukan maksiat, lalu aku melebihi batas, dan Engkau telah menjatuhkanku dari mata-Mu, lalu aku masih tidak peduli. Namum demikian, dengan kesabaran-Mu Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan dengan penutupan-Mu Engkau masih menutupi (dosa-dosa)ku sehingga Engkau telah melupakanku (akan itu semua itu) dan menjauhkanku dari siksa bermaksiat (kepada-Mu); sehingga Engkau merasa malu kepadaku. Ya Ilahi, aku tidak bermaksiat kepada-Mu ketika aku melakukan maksiat kepada-Mu sedangkan aku mengingkari Rubûbiyah-Mu, meremehkan perintah-Mu, menghatarkan diriku kepada siksa-Mu, dan menganggap remeh ancaman-Mu. Akan tetapi, semua itu adalah sebuah kesalahan yang telah terjadi, nafsuku telah menipuku, mengalahkanku nafsuku, kecelakaanku membantuku atasnya, dan menipuku kemahapenutupanku yang terbentangkan di hadapanku. Aku telah bermaksiat kepada-Mu dan menentang-Mu dengan seluruh usahaku. Sekarang, dari jeratan siksa-Mu siapakah yang dapat menyelamatkanku, dari (jeratan) tangan para musuh esok hari siapakah yang dapat membebaskanku, dan ke tali siapakah aku harus bergantung jika Engkau telah memutuskan tali-Mu dariku?Aduhai! Alangkah celakanya aku atas amalan yang akan diperhitungkan oleh kitab-Mu! Seandainya bukan karena kemurahan-Mu dan keluasan rahmat-Mu yang kuharapakan, serta pelarangan-Mu untuk berputus-asa, niscaya aku sudah berputus-asa ketika mengingatnya, wahai sebaik-baik Dzat yang dapat diseru oleh setiap penyeru dan seutama-utama Dzat yang dapat diharap oleh setiap pengharap. Ya Allah, demi perjanjian Islam aku bertawassul kepada-Mu, demi kemuliaan Al-Qur’an aku berpegang teguh kepada-Mu, demi kecintaanku kepada Nabi yang ummi, al-Qurasyi, al-Hasyimi, al-Arabi, at-Tihami, al-Makki, al-Madani aku berharap kedekatan kepada-Mu. Oleh karena itu, janganlah Kau gundahkan kedamaian imanku dan jangan Kau jadikan pahalaku pahala orang yang menyembah selain-mu, karena sebagian kaum telah beriman hanya dengan lisan mereka demi menjaga darah mereka (supaya tidak tertumpah) dan mereka telah mendapatkan apa yang mereka harapkan, sedangkan kami beriman dengan lisan dan hati kami supaya Engkau mengampuni kami. Maka, sampaikanlah kami kepada apa yang telah kami harapkan, tetapkanlah harapan-Mu di hati kami, jangan Kau sesatkan hati kami setelah Engkau memberikan petunjuk kepadanya, dan anugrahkan kepada kami dari sisi-Mu rahmat, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi anugrah. Demi kemuliaan-Mu, seandainya Kauusir aku, aku tak ‘kan beranjak dari pintu-Mu dan tak ‘kan berhenti mengemis kepada-Mu, karena hatiku telah diilhami pengetahuan akan kemurahan dan keluasan rahmat-Mu. Kepada siapakah seorang hamba akan pergi kecuali kepada tuannya dan kepada siapakah makhluk akan berlindung kecuali kepada Penciptanya. Ya Ilahi, seandainya Kau belenggu aku dengan tali (amarah-Mu), Kau cegah amugrah-Mu untukku di hadapan para saksi (di hari kiamat), Kau beberkan kejelekan-kejelekanku di hadapan mata para hamba, Kau perintahkan untuk menjerumuskanku ke dalam api neraka, dan halangi antara aku dengan orang-orang yang baik, niscaya aku tidak akan memutuskan harapanku dari-Mu, tidak akan kugagalkan harapanku terhadap ampunan-Mu, dan cinta-Mu tidak akan keluar dari lubuk hatiku. Aku tidak akan melupakan karunia-karunia-Mu kepadaku dan penutupan-Mu terhadap (dosa)ku di dunia. Wahai Tuanku, keluarkanlah cinta dunia dari hatiku, kumpulkanlah aku dengan al-Mushthafa dan keluarganya, para pilihan-Mu di antara para makhluk dan pamungkas para nabi, Muhammad saw dan keluarganya, pindahkanlah aku ke tingkat maqâm bertaubat kepada-Mu, dan bantulah aku untuk menangisi diriku. Sungguh telah kuhabiskan umurku dalam penundaan (taubat) dan khayalan-khayalan hampa, dan aku telah putus asa terhadap kebaikanku. Siapakah yang kondisinya lebih buruk dariku jika aku dengan kondisi ini dipindahkan ke dalam kuburku yang belum kupersiapkan sebagai tempat tidurku dan belum kuhamparkan permadani amal saleh sebagai tempat berbaringku? Bagaimana mungkin aku tidak akan menangis sedangkan aku tidak mengetahui bagaimana masa depanku, kulihat nafsuku selalu menipuku, hari-hariku selalu mengelabuiku, dan telah berkepak-kepak di atas kepalaku sayap-sayap maut? Bagaimana mungkin aku tidak akan menangis? Aku menangis karena (mengingat) saat-saat nyawaku dicabut, aku menangis karena gelapnya kuburanku, aku menangis karena sempitnya lahadku, aku menangis karena pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir kepadaku, aku menangis karena aku akan keluar dari kuburku dalam keadaan telanjang, hina, dan memikul bebanku di atas punggungku; kulihat ke kananku dan ke kiriku. Pada waktu semua makhluk sibuk dengan urusan masing-masing tidak sama dengan urusanku. Setiap orang pada waktu itu memiliki urusan sendiri yang sangat menyibukkannya. Pada wak itu ada sebagian wajah yang berseri-seri, tertawa nan berbahagia, dan ada sebagian wajah yang pada waktu itu bak tertimpa debu-debu kotor dan terselimuti oleh kehinaan. Wahai Tuanku, hanya kepada-Mulah tempat aku berlindung, tempat aku bersandar, harapanku, aku bertawakkal, dan hanya kepada rahmat-Mu aku berharap. Engkau akan memberikan rahmat-Mu kepada orang yang Kau kehendaki dan Engkau akan memberikan petunjuk dengan kemuliaan-Mu orang yang Kau cintai. Maka, bagi-Mu segala puji karena Engkau telah menyucikan hatiku dari syirik. Bagi-Mu segala puji karena Engkau telah membuka lidahku (untuk memuji-Mu). Apakah dengan lidah yang bisu ini aku akan bersyukur kepada-Mu ataukah dengan seluruh jerih-payahku dalam beramal aku meridhakan-Mu? Apalah nilai lidahku, ya Rabbi dibandingkan dengan rasa syukur kepada-Mu dan apalah nilai amalanku dibandingkan dengan nikmat dan kebaikan-Mu? Ya Ilahi, sesungguhnya kedermawanan-Mu telah menghamparkan harapanku dan rasa syukur-Mu telah menerima amalku. Wahai Tuanku, hanya kepada-Mu keinginanku, hanya kepada-Mu rasa takutku, dan hanya kepada-Mu pengharapanku. Telah mendorongku untuk menuju kepada-Mu harapanku, hanya kepada-Mu, wahai Maha Esaku tertumpu gairahku, terhadap apa yang ada di sisi-Mu keinginanku terhampar, hanya kepada-Mu harapan dan rasa takutku yang murni, hanya dengan-Mu rasa cintaku tentram, hanya kepada-Mu kutengadahkan tanganku, dan kepada tali ketaatan kepada-Mu kugantungkan rasa takutku. Wahai Junjungan-Ku, hanya dengan mengingat-Mu hatiku hidup dan hanya dengan bermunajat kepada-Mu kudinginkan pedihnya ketakutanku. Wahai Junjunganku, wahai Harapanku, wahai Puncak permohonanku, pisahkanlah aku dari dosaku yang dapat menghalangiku untuk melaksanakan ketaatan kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu karena harapan lamaku kepada-Mu dan besarnya harapanku kepada-Mu yang Engkau telah mewajibkan atas diri-Mu untuk selalu mencurahkan kasih sayang dan rahmat. Segala urusan hanya ada pada-Mu sendirian, tiada sekutu bagi-Mu, seluruh makhluk adalah keluarga-Mu dan berada di genggaman tangan-Mu, dan segala sesuatu tunduk kepada-Mu. Maha Agung Engkau, wahai Tuhan semesta alam. Ya Ilahi, kasihanilah aku jika aku kehabisan alasan, kelu lidahku untuk menjawab pertanyaan-Mu, dan gemetar ketika Engkau bertanya kepadaku hatiku. Wahai Harapanku Yang Agung, jangan Kau sia-siakan aku jika kemiskinanku parah, jangan Kau campakkan aku karena kebodohanku, jangan Kau cegah aku (dari karunia-Mu) karena sedikitnya kesabaranku, curahkan anugrah-Mu padaku karena aku miskin dan kasihanilah aku karena aku lemah. Wahai Tuanku, hanya kepada-Mu tempat bersandarku, tempat berpegang-teguhku, harapanku, tawakkalku, kepada rahmat-Mu keinginanku, di halaman-Mu kujejakkan kakiku, dengan kedermawanan-Mu kuharapkan permohonanku, dengan kemurahan-Mu, ya Rabbi kubuka doaku, di hadapan-Mu kuharapkan kepapaanku (sirna), dengan kekayaan-Mu kututupi kemiskinanku, di bawah naungan maaf-Mu aku berdiri, kepada kedermawanan dan kemurahan-Mu kuangkat mataku, dan kepada kebaikan-Mu kukekalkan pandanganku. Maka, jangan Kau bakar aku dengan api neraka, sedangkan Engkau adalah harapanku dan jangan Kau tempatkan aku di neraka Hâwiyah, karena Engkau adalah ketentraman hatiku. Wahai Tuanku, jangan Kau bohongkan persangkaanku terhadap kebajikan dan kebaikan-Mu, karena Engkau adalah kepercayaanku dan jangan Kau jangan Kau cegah aku dari pahala-Mu, karena Engkau mengetahui kefakiranku. Ya Ilahi, jika ajalku telah mendekat, sementara amalku tidak mendekatkanku kepada-Mu, telah kujadikan pengakuanku akan dosaku kepada-Mu sebagai perantara alasanku. Ya Ilahi, jika Engkau memaafkan(ku), maka siapakah yang lebih layak untuk memaafkan dari-Mu dan jika Engkau menyiksa(ku), maka siapakah yang lebih adil dalam menentukan hukum dari-Mu? Kasihanilah di dunia ini keterasinganku, ketika maut tiba kesedihanku, di dalam kubur kesendirianku, dan di dalam lahad ketakutanku. Jika aku dibangkitkan kembali untuk menjalani hisab di hadapan-Mu, kasihanilah (aku di mana) aku berdiri, ampunilah amalanku yang tak pernah diketahui oleh Bani Adam, teruskanlah apa yang selama ini Kau tutupi (dosa-dosa)ku dengannya, kasihanilah aku di saat aku terbaring di atas ranjang (kematian) dan tangan orang-orang yang kucintai menggerak-gerakkanku, curahkanlah anugrah-Mu padaku di saat aku terbujur (kaku) di atas ranjang pemandian dan dibola-balikkan oleh tentangga-tetanggaku yang saleh, berbelas-kasihlah kepadaku di saat kerabatku memikul (peti) jenazahku, karuniailah aku di saat aku bertamu kepada-Mu sendirian di lubang kuburku, dan kasihanilah keterasinganku di rumah baru itu sehingga aku tidak merasa tentram dengan selain-Mu. Wahai Tuanku, jika Engkau menyerahkan aku pada diriku, niscaya aku celaka. Wahai Tuanku, kepada siapakah aku memogon pertolongan jika Engkau tidak mengampuni ketergelinciranku, kepada siapakah aku harus memohon perlindungan jika aku tidak mendapatkan inayah-Mu di tempat tidurku, dan kepada siapakah aku memohon naungan jika Engkau tidak menyirnakan kesedihanku? Wahai Tuanku, siapakah bagiku dan siapakah yang dapat mengasihaniku jika Engkau tidak mengasihaniku, karunia siapakah yang dapat kuharap jika aku tidak mendapatkan karunia-Mu di saat aku papa, dan kepada siapakah aku dapat melarikan diri dari dosa jika ajalku tiba? Wahai Tuanku, jangan Kau siksa aku sedangkan aku masih mengharapkan-Mu. Ya Ilahi, wujudkanlah harapanku dan berilah rasa aman kepada rasa takutku, karena banyaknya dosaku tidak ada yang dapat kuharapkan baginya kecuali maaf-Mu. Wahai Tuanku, aku memohon kepada-Mu apa yang aku tidak berhak atasnya, sedangkan Engkau layak untuk ditakuti dan memaafkan. Maka, ampunilah aku dan demi pengawasan-Mu pakaikanlah kepadaku sebuah pakaian yang dapat menutupi segala amalan burukku, mengampuninya untukku, dan aku tidak dituntut karenanya. Sesungguhnya Engkau memiliki karunia yang qadîm, ampunan yang agung, dan maaf yang mulia. Ya Ilahi, Engkaulah yang mengucurkan anugrah-Mu atas orang yang tidak memohon kepada-Mu dan atas orang-orang yang menentang Rubûbiyah-Mu. Maka, bagaimana, wahai Tuanku dengan orang yang meyakini bahwa penciptaan dan perintah berada di tangan-Mu? Maha Agung dan Tinggi Engkau, wahai Tuhan semesta alam. Wahai Tuanku, hamba-Mu berada di depan pintu-Mu, kemiskinan telah memaksanya untuk berdiri di haribaan-Mu dan mengetuk pintu kebajikan-Mu dengan doanya. Maka, janganlah Kau palaingkan wajah-Mu yang mulia dariku dan kabulkanlah apa yang kukatakan. Aku telah menyeru-Mu dengan doa ini dan akku mengharapkan jangan Kau mencampakkanku, karena aku mengetahui kasih sayang dan rahmat-Mu. Ya Ilahi, Engkaulah Dzat yang tak ‘kan merasa capek oleh orang yang meminta-Nya dan tak ‘kan berkurang oleh (harapan) pengharapnya. Engkau seperti yang Kau firmankan dan di atas apa yang kami katakan. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesabaran yang indah, faraj yang dekat, ucapan yang benar, dan pahala yang besar. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, ya Rabbi seluruh kebaikan, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang telah diminta oleh hamba-hamba-Mu yang saleh. Wahai sebaik-baik Dzat yang dapat dimohon dan Dzat Maha Pemberi terdermawan, kabulkanlah permohonanku untuk diriku, keluargaku, kedua orang tuaku, anak-cucuku, kerabatku, dan saudara-saudaraku seiman, tentramkanlah kehidupanku, tampakkanlah etikaku yang baik, perbaikilah seluruh keadaanku, dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang telah Kau panjangkan umur mereka, telah Kau perbaiki amalan mereka, telah Kau sempurnakan nikmat-Mu atas mereka, telah Kau ridhai mereka, dan telah Kau anugrahkan kepada mereka kehidupan yang baik dengan kebahagiaan yang abadi, kemuliaan yang sempurna, dan kehidupan yang sempurna. Sesungguhnya Engkau melakukan apa yang Kau kehendaki dan tidak mengerjakan apa yang dikehendaki oleh selain-Mu. Ya Allah, istimewakan aku dengan zikir-Mu yang khusus dan jangan Kau jadikan apa yang dengannya aku mendekatkan diri (kepada-Mu) siang dan malam sebagai riya’, rasa ingin tenar,